Postingan

Menampilkan postingan dengan label SOSIAL POLITIK

FEATURES

Pemandangan Memilukan di Jantung Jogja, Dimanakah Pemimpinnya?

Gambar
Judulnya memang bombastis. Pasti banyak orang Jogja protes ke saya setelah ini. Tapi mohon maaf, memang itu yang menjadi pikiran saya dalam perjalanan jalan kaki antara masjid Jogokariyan - Malioboro pp yang saya lakukan pada Minggu petang, 24 September 2017. Oleh: Mochamad Yusuf* Dalam perjalanan pulang dari Malioboro untuk kembali ke masjid Jogokariyan, saya kembali melewati alun-alun (Kidul?). Di tengah alun-alun dekat pohon Beringin Kembar, saya melihat pemandangan memilukan. Awalnya saya kira sebuah mayat. Seorang nenek yang kurus, tergeletak di tanah. Tidak bergerak. Dia hanya beralas kain tipis. Meski tidak bergerak, saya masih yakin hidup. Atau bagaimana ya? Mohon ampun, kalau keadaannya bukan demikian. Lama saya amati. Kondisinya memprihatinkan. Di dekatnya ada kaleng sedekah. Kok dia sampai di sana dibiarkan? Di sekelilingnya banyak orang, karena memang di alun-alun. Tidakkah ada pihak Satpol PP atau Dinas Sosial untuk memberi solusi? Misal membawanya ke Panti Sosial? Saya ba...

Antara Keinginan Allah dan Keinginan Manusia

Gambar
Syahdan pada akhir tahun 50-an, Hamka gundah. Setiap pagi habis Subuh selama 45 menit memberikan kajian tafsir Al Qur'an di masjid Al Azhar. Dari situ diterbitkan di majalah masjid. Oleh: Mochamad Yusuf* Namun meski sudah bertahun-tahun, tafsir itu hanya beringsut beberapa juz. Dia mengkhawatirkan umurnya tak sampai untuk menyelesaikan 30 juz. Padahal beliau ingin tinggalkan warisan. Kitab. Badan bisa kembali debu, tapi ilmu akan abadi. Selama ini beliau sudah nulis ratusan buku, tapi belum selesai juga kitab Tafsir Al Qur'annya. Suatu siang pada 1963 datang 4 polisi preman. Mereka menjebloskan Hamka dengan fitnah mau melakukan kudeta. Dipenjara tanpa ada pengadilan. Diancam, digertak, disiksa agar mengaku. Beliau tetap tegar menolak. Tak percaya dengan situasi ini. Aneh tapi nyata. Meski begitu beliau menyadari bahwa ini takdir Allah. Maka digunakan waktu selama itu digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah. Siang hari untuk menulis tafsir. Juga membaca berbagai kitab. Malam...

Gawat Keamanan Seluler Kita!

Gambar
Hari-hari ini di grup WA diramaikan dengan penipuan atas nama bank. Sang penipu menyamar sebagai pihak bank dan meminta userid dan PIN pada nasabah. Yang menarik pihak penipu tahu nama dan nomor telepon termasuk bank penyedianya. Oleh: Mochamad Yusuf* Dalam WA tersebut disertakan berbagai rekamannya. Nada dan gaya penipu hampir mirip dengan CS resmi bank-bank. Jadi kalau nasabah awam, sudah pasti 'kena'. Termasuk juga kalau nasabah sedang tidak fokus seperti sedang rapat, di jalan. Nasabah bisa 'kena' juga. Ngeri mendengarkan percakapannya itu, karena pihak penipu sepertinya tidak pantang menyerah dan main ancam, misal: akan diputuskan rekening SMS/mobile, biaya SMS yang semakin mahal dan lainnya. Perlu pikiran awas dan punya pengalaman terkait bila tidak ingin ditipu. Pihak awam bisa saja 'menyerah' dengan ancaman ini dan memberikan userid dan PINnya. Di lain kejadian, polisi Indonesia dan Cina telah menggulung komplotan penipuan internasional. Modisnya mirip. ...

Lagi-lagi Saya Kena Penipuan

Gambar
Beberapa hari lalu saya pernah bercerita di sini, bahwa saya hampir saja kena penipuan. Memang bukan langsung saya, tapi Ibu saya. Dia ditelpon seseorang yang awalnya menangis, lalu setelah direspon ada orang dewasa yang mengangkat telpon. Tadi pagi juga demikian. Kali ini langsung menimpa saya, meski bukan HP saya. Pagi-pagi buta, sekitar pk 2-an, HP istri bergetar. HP istri ternyata di'silent'. Lama dibiarkan bergetar.. Berkali-kali. Karena saya khawatir ada panggilan darurat, akhirnya saya angkat. Terdengar suara tangisan. Suaranya seperti pemuda. Saat seperti ini, saya teringat kasus penipuan beberapa hari lalu itu. Saya tenang, saya hanya bicara 'halo'. Pemuda tadi sepertinya mancing. Tapi saya diam. Saya baru respon saat dia bilang 'halo.' Lalu telpon diangkat seseorang yang lebih tua. Dia bilang sersan siapa begitu (bisa ditebak modusnya, kok nggak kreatif sih bikin modus lain). Dia tanya nama saya. Saya jawab, lha yang telpon sana kok tanya nama saya. Di...

Baha'i Agama Resmi Baru Di Indonesia? Menag Berikan Ucapan Selamat Pada Pemeluknya

Gambar
Hari-hari ini masyarakat Indonesia diramaikan isu tentang agama Baha'i. Hal ini karena diketahui Menag memberikan ucapan secara resmi. Video ucapan selamat itu diunggah di chanel Youtube Baha'i Indonesia pada Maret 2021 lalu. Namun baru diketahui terakhir-terakhir ini. Agama Baha'i sempat dilarang di Indonesia pada tahun 1962. Namun larangan tersebut telah dicabut oleh Presiden Gus Dur dengan Keppres Nomor 69 Tahun 2000. Pada tanggal 24 Juli 2014, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan melalui akun Twitternya bahwa ia tengah mengkaji Baha'i apakah bisa diterima sebagai agama baru di Indonesia atau tidak. Menteri Agama RI Yaqut Cholil Choumas dalam video itu memberikan selamat merayakan Hari Raya Naw Ruz 178 EB pada pengikut agama Baha'i. Sampai sekarang tidak diketahui berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia. Yang jadi pertanyaan: apakah Baha'i sudah resmi sebagai agama yang diakui di Indonesi? Kenapa Menag secara resmi memberi ucapan selamat? Apa...

Ngeri! Bagaimana 80% Kebal dari Covid 19?

Gambar
Antara percaya dan tidak, 21 Juni lalu pecah rekor kasus baru harian di Indonesia sejak pandemi pecah. Pada Senin lalu itu terjadi 14.536 kasus baru. Sehingga total kasus Corona di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 2.004.445 kasus. Dan total kematian mencapai 54.956 orang. Maka perlu kita buka kembali kajian tentang Covid-19. Mari kita simak ceramah-ceramah singkat dari dr TJATUR PRIJAMBODO M.Kes, direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 di sini. Uraiannya berdasar tinjauan medis dan non medis. Sesuatu yang jarang kita dengar. - Sambiloto Itu Baik Bagi Kesehatan, Asal.. https://youtu.be/rzd3ltKMv6Y - Inilah Orang Yang Dibebaskan Allah Dari Segala Sakit https://youtu.be/OGbCCEFfGEk - Sakit Corona Itu Bisa Sembuh Sendiri! https://youtu.be/0YuOItLrAQs - Ingin Selalu Sehat? Ikuti Tipsnya Rasulullah! https://youtu.be/OGbCCEFfGEk - Hoax! Orang Tua Gampang Kena Covid-19 https://youtu.be/w8bVo7xzTdU - Kenapa Allah Ciptakan Virus Corona? h...

Cara Menghilangkan Rindu Pada Ayah Yang Sudah Meninggal Dunia

Gambar
Ayah punya peran penting dalam keluarga. Yakni menjadi penopang hidup keluarga. Juga sebagai pemimpin dan panutan. Kadang sebagai tanggung jawab menafkahi keluarga, sang Ayah rela berpisah jauh dan lama dari keluarga. Bahkan mengambil resiko kematian pada pekerjaannya. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (ayah) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.." QS 4:34 Karena itu kadang rasa rindu muncul pada Ayah yang lama tak bersua. Dan bahkan tak mungkin bersua kembali karena sudah meninggal dunia. Ustadz Prof Abdul Somad memberikan tipsnya bagi kita untuk menghilangkan rindu padanya. Inilah ceramah singkat dari ustadz sejuta umat di sini. https://youtu.be/zIVSxNQUGQw Selamat memulai aktivitas di pekan ini. Tetap jaga kesehatan ya!

Ujian Ditinggal Mati Orang Yang Dicintai

Gambar
Mulai Sabtu kemarin sampai beberapa hari ke depan, kita akan menjalani PPKM. Ikhtiar kita supaya tak menulari dan tertulari oleh virus Covid 19. Mencegah jangan sampai ada lonjakan pasien baru yang nantinya tak akan tertangani fasilitas kesehatan. Percaya atau tidak, faktanya memang banyak yang sakit. Bahkan banyak yang meninggal dunia. Mereka itu sudah mulai kita kenal. Teman sekolah, kuliah, kerja, tetangga, jamaah, klien dan lainnya. Sudah bukan lagi orang yang hanya kita tahu karena ketokohannya lewat media massa. Mari berdoa dan beriktiar agar sehat. Sudah kami kirim tips-tips agar sehat baik dari berbagai Ustadz. Seperti menjaga pola makan dari ustadz dr Tjatur Prijambodo. Atau memanfaatkan rahasia pagi oleh ustadz Prof M. Ali Aziz. Dan ustadz-ustadz lain di channel kami. Namun meski begitu tetap saja terhinggap sakit. Kalau begini maka kita diminta bersabar. Bersabar saat kita sakit atau bersabar bila ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. - Ceramah Singkat Ustad Dr ABDUL SOM...

Film 'Changeling' Seakan Membawa Amerika Dulu ke Indonesia Sekarang

Gambar
Film 'Changeling' sebenarnya adalah sebuah kisah sederhana. Bercerita tentang seorang ibu tunggal (mama single parent itu diperankan si cantik nan seksi, Angelina Jolie) yang berputra tunggal. Suatu ketika dia disuruh nglembur padahal sebenarnya libur, dia tinggalkan anaknya di rumah. Ini jadi pertemuan terakhir. Karena kemudian anaknya hilang. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat dia melaporkan ke polisi, polisinya mempersulit. Dikatakan tidak ada personil yang bisa datang. Atau menunggu 1 x 24 jam dulu sebelum polisi bergerak. Intinya polisi membuat sulit. Seperti mengikuti pepatah, kalau bisa dibuat sulit mengapa harus dipermudah. Ternyata ini karena kondisi dunia polisi di sana yang buruk. Korupsi, kolusi, mafia dan permainan kasus. Bahkan polisi memainkan permainan kasar. Bayangkan sampai ada anak yang disuruh mengaku sebagai anak yang hilang. Mana mungkin Ibu tidak mengenali anaknya? Eh, Ibunya malah disalahkan polisinya. Karena setelah 6 bulan, bisa jadi anaknya berubah dan kondi...

Mengukur Kesuksesan Pameran Buku

Gambar
Dalam kurun sebulan terakhir, Surabaya diguyur 2 pameran buku besar. Penyelenggaranya 2 grup besar media Indonesia, bertempat di markasnya masing-masing. Mana yang lebih sukses & memuaskan pengunjung? Oleh: Mochamad Yusuf * Dua minggu lalu, saya bersama keluarga datang ke pameran yang diadakan oleh Gramedia. Tepatnya oleh Dyandra yang masih satu grup dengan KKG (Kelompok Kompas Gramedia). Bertempat di Gramedia Expo di pusat kota Surabaya. Dan Kamis kemarin saya dan Zidan, anak laki saya, datang ke Gebyar Buku Murah di DBL Arena di kompleks kantor Jawa Pos Ahmad Yani. Jalan raya utama ke luar kota menuju Sidoarjo. Entah kebetulan atau insting, saya telah mengambil keputusan tepat. Di pameran Jawa Pos ini saya hanya ajak Zidan dan tak membawa Karin, si cantik Corona Absolute saya. Padahal sebelumnya di Gramedia kita full tim, tambah Zelda, anak perempuan saya dan mamanya. Meski Zidan merengek minta pergi sama Karin, saya abaikan. Pameran buku di Gramedia Expo Dan keputusan saya tepat...

Gampang Berdusta

Gambar
Tadi pagi mendengar sekelebatan talkshow di sebuah televisi swasta. Yakni tentang penyiksaan di sebuah panti asuhan. Yang bertanggung jawab adalah seorang petinggi agama. Semua anak asuh mengaku disiksa, tapi pengasuhnya yang juga pemuka tempat ibadah menolaknya. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat dikonfirmasi dengan pengacara korban, sang pengacara jengkel karena pengasuh tersebut selalu membawa nama Tuhan. "Di sana ada 16 orang mengaku disiksa, sedang di sana (di TV) mengaku tidak ada. Janganlah membawa Tuhan. Coba lihat hati nurani. Jangan sampai Tuhan harus disalib kembali..," katanya berapi-api. Wajah pemuka agama hanya menunduk terus. Lalu di kesempatan lain ada wakil rakyat yang bersaksi tidak terima suap. Padahal jelas stafnya mengambil. Mana mungkin seorang staf berani melakukan kalau tanpa disuruh. Dia ngotot tidak terima, bahkan masih berani marah-marahin jaksanya dan menakuti bisa berdosa. Aduh... saya sendiri tidak tahu mana yang benar, meski bukti-bukti dan saksi-saksi...

Saat Ini Semua Pelaku Pendidikan Berat.. (Mungkin Hanya Pesantren Yang Belum)

Gambar
Miris mendengarkan berita seorang Ibu yang harus menghukum keras anaknya gara-gara tidak mau sekolah daring. Anaknya tersebut masih duduk kelas 1 SD. Karena pukulan bertubi-tubi dengan gagang sapu maka akhirnya sang anak meninggal dunia. Oleh: Mochamad Yusuf* Sedih. Berita ini sepertinya puncak dari berbagai kisah nestapa tentang sekolah daring. Sebelumnya dikabarkan banyak anak sampai jadi penjual koran, penjual jajanan sampai kerja sebagai tukang batu. Semua dilakukan hanya ingin memiliki HP dan pulsa. Semoga berita kematian di Tangerang itu akhir dari sisi negatif sekolah daring. Tidak ada lagi berita-berita sedih tentang hal ini. Memang sekolah daring tidak enak. Semua ingin kembali ke kelas. Menuntut ilmu sambil bercengkerama dengan teman-teman. Tapi kondisi pandemi belum memungkinkan. Malah situasinya seperti memburuk. Semakin banyak yang terjangkit Covid-19 dan meninggal karenanya. Tidak ada yang mau kondisi seperti ini. Mahasiswa saya saja (jauh dari kondisi SD kelas 1 tersebut...

Pemimpin itu Harus Berani!

Gambar
Suatu malam saat saya jadi Ketua RT. Jam sudah agak malam. Antara pk 21.00-an. Pintu saya diketuk. Beberapa warga membangunkan saya yang sudah tidur karena capek bekerja seharian. Mereka mengadukan adanya sebuah rumah yang mendatangkan wanita yang tidak jelas. Mereka menakutkan dia wanita yang tidak baik. Mereka resah terhadap situasi hal ini. Mereka minta saya sebagai Ketua RT untuk mengusirnya. Waduch... Urusan pelik. Bagaimana kalau mereka tidak mau mengeluarkan wanita itu. Bagaimana kalau wanita itu kerabatnya. Ini ada dalam pikiran saya. Dengan ogah-ogahan karena ngantuk dan cemas, saya ikuti warga. Di sebuah rumah sudah banyak warga yang berkumpul. Mereka menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah tersebut berisi masalah yang bikin resah. Akhirnya dengan baca Basmallah, saya beranikan diri menuju rumah itu. Tampak di depan banyak pemuda. Sebagian tidak pakai baju. Tampak kekar. Sepertinya mereka para tukang yang lagi membangun rumah itu. Maklum saya Ketua RT pertama di peru...

Profesinya Sebagai Pahlawan

Gambar
Gedung Kejaksaan Agung terbakar (22/8). Kebakaran selama 12 jam ini menghanguskan seluruh gedung utama. Baru padam setelah dikerahkan lebih dari 40 mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 200 petugas. Oleh: Mochamad Yusuf* Pondok Modern Gontor sendiri juga pernah terbakar (G2). Tahun ini juga (21/1). Memang tidak banyak yang tahu. Hanya kebakaran menghanguskan 1 ruang saja. Karena kebakaran Kejaksaan Agung itu saya nonton film-film bercerita petugas damkar. Backdraft (1 & 2) dan Ladder 49. Mungkin ada banyak. Setelah ini mungkin melihat film lainnya. Baru sekarang saya menyadari ada profesi sebagai pahlawan. Bagaimana tidak? Saat orang lain berusaha keluar dari kebakaran, mereka malah masuk ke kebakaran. Bukan sok gaya atau nyalinya tinggi. Tapi mereka berusaha menyelamatkan nyawa orang lain. Apakah bukan ini yang disebut pahlawan? Berkorban untuk kepentingan orang lain? Kalau lihat film itu untuk jadi petugas damkar di Amerika sana harus ikut pendidikan. Akademi. Strukturnya semi mil...

Sekolah Lagi atau Tetap di Rumah?

Gambar
Saat ini ramai diperdebatkan di masyarakat. Apakah saatnya kembali belajar di sekolah atau tetap belajar di rumah. Ini khususnya terjadi pada kota yang sudah mulai membuka sekolah secara terbatas seperti Surabaya. Oleh: Mochamad Yusuf * Seperti diberitakan, pemerintah kota Surabaya berencana membuka beberapa sekolah SMP untuk tahap uji coba dimulainya belajar tatap muka. Untuk sekolah negeri, kemungkinan mereka patuh. Untuk sekolah swasta, ada yang menolak. Sebenarnya riskan, kalau sekolah dengan sistem bertemu di sekolah terus pulang kembali ke rumah. Karena saat di luar sekolah, ada kemungkinan terkena penularan Covid-19. Namun kalau terus dilanjutkan belajar di rumah, tidak cukup efektif untuk banyak menyerap ilmu. Kondisi keluarga, fasilitas dan lainnya susah untuk full Daring. Dan memang tidak mungkin sama hasilnya belajar dengan bimbingan langsung dan belajar sendiri. Maka yang terbaik seperti sekarang ini. Libur. Isolasi diri di rumah. Mereka diminta belajar sendiri di rumah. Gu...

Tombol yang Hilang

Gambar
"Kita tinggal push the button." Kalimat itu diucapkan berulang-ulang oleh seorang CEO sebuah media cetak. Dia ditanya banyak tamu yang kerap berkunjung ke kantor redaksi. Mulai mahasiswa, pejabat, hingga pebisnis. Semua ingin tahu kesiapan koran dengan jaringan terluas di Indonesia itu menghadapi disrupsi digital yang telah menggerus industri media. Ditanya begitu, mantan pemred termuda itu hanya tersenyum. Menurutnya, industri digital masih belum begitu mengancam bisnis media cetak. Dia lantas memberikan contoh betapa media digital masih belum menjanjikan. Misalnya, porsi iklan masih sangat kecil dibandingkan cetak. "Gak sampai 5 persen," cetusnya. Kalaupun nanti saatnya tiba, semua infrastruktur sudah siap. Mulai sumber daya manusia hingga jaringan yang sudah tersebar di seluruh penjuru Nusantara. "Kita tinggal tekan tombol," jawabnya sambil tertawa terbahak-bahak. Waktu pun berlalu dengan cepat. Bisnis digital makin mendisrupsi media cetak. Oplah turun...

Krisis Ke-2 Yang Lebih Hebat

Gambar
Semakin banyak orang yang saya kenal yang terdampak Covid-19. Bukan sebagai penderita yang positif. Tapi sebagai korban yang terdampak ekonominya. Ada teman yang menghubungi saya untuk berhutang sekedar untuk kebutuhan keluarga yang tidak seberapa. Ada teman yang berniat menjual rumahnya karena sudah tidak tahu harus berbuat apa. Ada teman yang dipercepat pensiunnya dan bisnisnya tak jalan karena ada krisis ekonomi ini. Belum lagi cerita orang-orang yang tidak saya kenal. Seperti teman wali santri Gontor yang sudah 3 bulan dirumahkan. Dia menulis di grup Gontor untuk cari pekerjaan. Dan masih banyak lagi yang lain.. Begitu beratnya cobaan bagi teman-teman itu, sampai ada yang minta saran ke saya wirid apa yang harus banyak dibaca. Karena wirid yang sudah dilakukan sepertinya tidak mempan. Krisis ini hampir sama dengan krisis yang dulu pernah kita alami. Krisis Moneter 1997-1998. Banyak yang terdampak. Bahkan saya lihat masih ada yang belum recovery sampai sekarang. Padahal krisis monet...

Saya Tidak Tahu Ini Berkah Atau Tidak

Gambar
Motor Mio seperti punya saya (saya cari-cari foto Mio saya belum ketemu, hehehe) Sambil mulai memacu gas meninggalkan pos polisi, saya tidak tahu apakah ini berkah atau tidak. Sehingga saya tidak tahu harus mengucap apa, Alhamdulilah atau Innalillahi. Oleh: Mochamad Yusuf* Tadi saya berangkat ke kantor (untuk nglembur) kena 'cegat' polisi. Saya tidak tahu ini 'cegatan' resmi apa tidak. Saya hitung tadi ada 3 polisi: 1 polisi di pos dan 2 sisanya di jalan. Karena barusan keluar dari POM bensin (hanya sekitar 800 meter), saya lupa menyalakan kembali lampu. Memang saya biasa menyarter motor dengan mematikan lampu dulu, supaya langsung greng. Ketika dari jarak jauh, seorang polisi sudah bersiap menyetop saya, saya cek saklar ternyata belum on. Dengan cepat saya nyalakan lampu. Tapi polisi tetap memberhentikan saya. Meski masih ada beberapa jarak (sekitar 10 meter) saya sudah menyalakan lampu, saya mengaku salah. Jadi saya tidak banyak beragumentasi lagi. Saya digiring mas...

Tak Cukup Dari Diri, Harus Semua!

Gambar
(ref: sxc.hu) Para polisi, jaksa, hakim, mereka lebih melek hukum. Seharusnya tahu mana yang salah, mana yang benar. Jadi kalau melanggar, harusnya dihukum seberatnya. Tak cukup secara administrasi atau dimutasi. Oleh: Mochamad Yusuf * Malam ini saya baca status Facebook sebuah radio swasta Surabaya yang terkenal dengan liputan langsung dari pendengarnya. Sebuah bus umum telah menabrak 2 sepeda motor di depannya. Melaju terus, baru berhenti setelah menabrak mobil dari arah berlawanan. Hasilnya mobil tersebut masuk sungai. Untung 4 penumpangnya selamat. Tapi 2 pengendara sepeda motor tewas di tempat kejadian. Langsung banyak komentar yang muncul. Paling banyak mengatakan bahwa kebanyakan bus yang bertrayek Mojokerto-Pasuruan itu memang sering ugal-ugalan. Tak tertib, cepat meski macet, berhenti mendadak, ngetem di sebarang tempat, mengambil jalan di jalur berlawanan dan lainnya. Tapi meski begitu, tak ada sesuatu yang dilakukan supaya para bus kuning, lebih dikenal, itu lebih tertib. F...

Kemana Perginya Tanggung Jawab?

Gambar
Saya sebenarnya ingin menulis hal ini beberapa hari lalu. Namun saya tunda, karena mungkin saja saya salah. Meski waktu itu naga-naganya demikian. Tapi dengan menulisnya sekarang lebih terlihat buktinya.