Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

FEATURES

Rahasia Rezeki (97): Bersabar Mencari Rezeki (1)

Gambar
Bapak sedih. Hari ini harus pulang dengan tangan hampa. Tak ada uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Saat sedih dan bingung harus ngomong bagaimana ke Ibu, tiba-tiba ada seseorang datang. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika Bapak pulang ke rumah dengan wajah berbinar-binar. Ibu yang tak biasa melihat wajah Bapak seperti ini saat pulang bekerja, menduga pasti dapat rezeki nomplok. Tentu rezeki nomplok bagi sopir Angguna, jenis angkutan umum di Surabaya, ya tak sebesar dibayangkan orang. Benar. Ternyata Bapak barusan dapat order carteran. Ada seorang pedagang luar Jawa yang datang ke Surabaya dan sedang melakukan pembelian grosir untuk modal dagangannya di sana (kulakan). Di Surabaya ini dia melakukan perjalanan ke pasar-pasar grosir seperti pasar Turi dan mengirimkannya ke pelabuhan rakyat di pelabuhan Kali Mas. Maka Bapak selama 2 hari ini tak bingung mencari penumpang. Cukup mengantar pedagang ini ke tempat-tempat yang diinginkan. Dan yang menggembirakan, upahnya sudah jelas dan b...

Rahasia Rezeki (96): Berpagi-Pagi Mencari Rezeki

Gambar
Aneh. Sekarang saya sadar, begitu banyak kios/toko yang menjual pulsa. Saking banyaknya, antara penjual satu dengan lainnya hanya berselisih 10 meteran. Tapi pagi ini tak ada yang buka sama sekali. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi saat bangun tidur ada sebuah SMS penting yang harus dibalas. Saat saya kirim SMS untuk menjawab SMS itu, baru sadar pulsa saya habis, karena gagal terus dikirim. Bingung beli dimana pulsa sepagi ini, saya tinggal dulu shalat Subuh. Setelah shalat Subuh dengan sepeda motor saya mencari pulsa. Saya lihat jam menunjukkan pk 05.00. Pertama saya hampiri kios pulsa depan perumahan. Tutup. Lalu bergerak ke perumahan sebelah. Saya tahu di sana ada 3 kios pulsa. Ternyata semuanya tutup. Saya bergerak ke kampung dekat perumahan tersebut. Seingat saya ada 4 kios pulsa. Ternyata juga sama tutup. Mau tidak mau saya harus ke perumahan agak jauh, tapi perumahan ini cukup besar dan elit. Di sini banyak toko. Saya tahu di sini banyak juga kios pulsa. Ternyata sama saja. Akhi...

Rahasia Rezeki (95): Ibu Adalah Kunci Rezeki Kita

Gambar
Tanpa diminta Ibu akan memperhatikan segala hal yang terkait anaknya, termasuk mendoakan kebaikan bagi anaknya. Memuliakan mereka berdua akan mendekatkan rezeki pada kita. Juga kebahagiaan. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat mendengar kuliah subuh di radio, Zidan protes. Zidan, anak saya yang duduk di kelas 5 SD saat ini, bertanya bagaimana Ibu harus dihormati (dimuliakan) lebih dulu daripada Bapaknya. Bahkan harus 3 kali tahapan, baru ke Bapaknya. Bukankah kedudukan Bapak dan Ibu sama dalam berkeluarga? Begitu argumentasi Zidan. Istri saya yang mendengar protes ini berseloroh, “Makanya harus patuh sama Bunda. Tak boleh protes dan ngambek kalau disuruh-suruh Bunda.” Hahaha, bundanya Zidan sepertinya memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari pengaruh. Zidan yang masih bingung jadi cemberut dengan perkataan bundanya ini. Jawabannya sebenarnya sudah ada dalam kuliah subuh itu. Bahwa Ibu lebih dimuliakan karena Ibu tiga kali lebih susah payah daripada Ayah saat menghadirkan kita di bumi ini. Yakn...

Rahasia Rezeki (94): Rahasia Melakukan Kebiasaan Unik

Gambar
Mengapa mereka melakukan tindakan-tindakan unik dan tak biasa seperti itu? Saya mungkin tak berkesempatan menanyakan ke Ibu yang menyapu jalan atau Bapak yang menyediakan air minum di depan rumah. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman memiliki kebiasaan yang cukup unik di akhir pekan, khususnya saat hari Sabtu libur. Memang di kantornya memiliki kebijakan hari Sabtu libur hanya tiap 2 minggu sekali. Jadi bila minggu ini hari Sabtu masuk, maka minggu depannya hari Sabtu libur. Di akhir pekan itu dia akan mengambil semua sajadah dan mukena musholla kantor untuk dibawa pulang. Bukan! Bukan dicuri atau dijual. Tapi untuk dicuci dan disterika di rumah dan dibawa kembali ke musholla kantor. Sehingga esoknya pemakai sajadah dan mukena akan membaui bau segar. Jadi beribadah menjadi lebih khusyuk. Ya, bagi saya cukup unik karena bukan tanggung jawabnya untuk mencuci sajadah dan mukena musholla kantor. Terlebih cukup banyak sajadah dan mukenanya yang harus dicuci. Ada lagi kebiasaan seorang teman...

Rahasia Rezeki (93): Rezeki Rumah Kontrakan

Gambar
Sampai lama pencarian rumah ini tak berbuah hasil. Saya mulai putus asa. Sudah puluhan rumah yang sudah didatangi, namun tak ada yang sreg di hati kita. Apa terlalu tinggi persyaratan yang kita minta? Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu jauh sebelum menikah, saya dan calon istri mencari rumah kontrakan. Rencananya setelah menikah kita langsung pindah ke rumah kita sendiri, meski masih kontrak. Jadi setelah menikah kita ingin langsung mandiri. Tak menumpang di rumah orang tua lagi. Namun meski begitu, saya ingin tak jauh dari orang tua. Mulailah saya mencari rumah yang mau dikontrakkan. Kita dibantu orang tua dan tetangga untuk mencari rumah kontrakan tersebut. Saya juga mencari informasi lewat media. Setiap ada informasi rumah dikontrakkan, kita langsung melihatnya. Namun selalu saja ada kekurangannya. Misal: rumah kontrakan itu di belakang rumah pemiliknya, jadi harus lewat gang sempit untuk sampai ke rumah tersebut. Atau kamar mandinya di luar bareng dengan penghuni rumah lain. Atau di kesem...

Rahasia Rezeki (92): Rezeki Dari Keluarga Yang Lemah

Gambar
Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur. Dan ini bertahun-tahun. Oleh: Mochamad Yusuf * Leni adalah seorang kepala laboratorium sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Saya mengenalnya sebagai orang tua dari murid les privat saya. Sewaktu kuliah saya memang mengajar privat untuk membiayai kuliah saya. Rumahnya berada di perumahan menengah atas di Surabaya Timur. Rumahnya adalah dua rumah yang berdempetan yang dijadikan satu. Jadi cukup luas. Yang dijadikan sebagai rumah utama adalah rumah yang sebelah kanan dilihat dari depan. Jadi kalau mau bertamu, ketuk pintu gerbang yang sebelah kanan. Bagaimana kalau salah masuk ke rumah yang ada di sebelah kiri? Kalau misal berhasil masuk ke rumah yang sebelah kiri, maka akan memasuki kamar tamu yang cukup aneh. Bukan kamar tamu kebanyakan. Tapi seperti suasana rumah sakit. Tampak ranjang pasien seperti kita lihat ...

Rahasia Rezeki (92): Rezeki Dari Keluarga Yang Lemah

Gambar
Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur. Dan ini bertahun-tahun. Oleh: Mochamad Yusuf * Leni adalah seorang kepala laboratorium sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Saya mengenalnya sebagai orang tua dari murid les privat saya. Sewaktu kuliah saya memang mengajar privat untuk membiayai kuliah saya. Rumahnya berada di perumahan menengah atas di Surabaya Timur. Rumahnya adalah dua rumah yang berdempetan yang dijadikan satu. Jadi cukup luas. Yang dijadikan sebagai rumah utama adalah rumah yang sebelah kanan dilihat dari depan. Jadi kalau mau bertamu, ketuk pintu gerbang yang sebelah kanan. Bagaimana kalau salah masuk ke rumah yang ada di sebelah kiri? Kalau misal berhasil masuk ke rumah yang sebelah kiri, maka akan memasuki kamar tamu yang cukup aneh. Bukan kamar tamu kebanyakan. Tapi seperti suasana rumah sakit. Tampak ranjang pasien seperti kita lihat ...

Rahasia Rezeki (91): Rezeki Khusus, Rezeki Yang Tak Dimiliki Orang Lain

Gambar
Begitulah hidup. Disadari atau tidak, hidup selalu ada masalah. Tak seorang manusiapun yang hidup di dunia ini yang tanpa mengalami masalah. Masalah berhenti setelah dia berdiam di lubang 1 x 2 meter. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi yang tenang saya dibangunkan istri. Memang sudah pagi, namun saya merasa belum waktunya bangun. Kalau dibangunkan begini, berarti ada masalah. “Ada Apa?” tanya saya. “Gotnya mampet. Air dari kamar mandi tak bisa mengalir keluar,” kata istri saya. Saya menghela napas dan berkata dalam hati, “Pagi-pagi sudah ada masalah.” Padahal dini hari sebelumnya saluran airnya masih berfungsi. Karena waktu itu saya masih memanfaatkan kamar mandi itu, dan air masih mengalir lancar. Begitulah hidup. Disadari atau tanpa disadari, hidup selalu ada masalah. Tak ada seorang manusiapun yang hidup di dunia ini yang tanpa mengalami masalah. Masalah akan berhenti setelah dia berdiam di lubang 1 x 2 meter. Alias sudah mati. Besar kecil masalah, dia akan mengalaminya di sebarang w...

Rahasia Rezeki (91): Rezeki Khusus, Rezeki Yang Tak Dimiliki Orang Lain

Gambar
Begitulah hidup. Disadari atau tidak, hidup selalu ada masalah. Tak seorang manusiapun yang hidup di dunia ini yang tanpa mengalami masalah. Masalah berhenti setelah dia berdiam di lubang 1 x 2 meter. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi yang tenang saya dibangunkan istri. Memang sudah pagi, namun saya merasa belum waktunya bangun. Kalau dibangunkan begini, berarti ada masalah. “Ada Apa?” tanya saya. “Gotnya mampet. Air dari kamar mandi tak bisa mengalir keluar,” kata istri saya. Saya menghela napas dan berkata dalam hati, “Pagi-pagi sudah ada masalah.” Padahal dini hari sebelumnya saluran airnya masih berfungsi. Karena waktu itu saya masih memanfaatkan kamar mandi itu, dan air masih mengalir lancar. Begitulah hidup. Disadari atau tanpa disadari, hidup selalu ada masalah. Tak ada seorang manusiapun yang hidup di dunia ini yang tanpa mengalami masalah. Masalah akan berhenti setelah dia berdiam di lubang 1 x 2 meter. Alias sudah mati. Besar kecil masalah, dia akan mengalaminya di sebarang w...

Rahasia Rezeki (90): Rahasia Wajah Penuh Senyum dan Tawa

Gambar
Saat ke pemakaman banyak orang mengiringi. Ketika di pemakaman saya melihat sekeliling, saya terkejut. Pemakaman itu penuh dengan orang. Bahkan sampai memenuhi jalan dan rumah sekitar makam. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika saya bersama teman-teman kantor harus menemui seseorang. Kita sepakat bertemu di rumahnya. Setelah mencari dengan bertanya-tanya arah dengan orang yang bisa kita temui di jalan, akhirnya kita sampai juga ke rumahnya. Lokasinya ada di sebuah perumahan menengah meski bukan mewah atau elit. Tapi lokasinya di pojok sehingga relatif lebih luas daripada rumah sekitarnya. Tampak sebuah mobil cukup mewah terparkir di teras. Kita harus mencari-cari dimana seharusnya masuk, minimal mengetuk pintu gerbangnya, karena banyak pintu gerbang. Rumah pojok memang memiiki keuntungan dengan menghadap ke dua jalan yang berbeda. Karena lama menunggu di luar, seorang teman mengkontaknya dengan ponsel. Akhirnya sebuah pintu gerbang tampak dibuka, dan kita dipanggil masuk lewat pintu ter...

Rahasia Rezeki (90): Rahasia Wajah Penuh Senyum dan Tawa

Gambar
Saat ke pemakaman banyak orang mengiringi. Ketika di pemakaman saya melihat sekeliling, saya terkejut. Pemakaman itu penuh dengan orang. Bahkan sampai memenuhi jalan dan rumah sekitar makam. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika saya bersama teman-teman kantor harus menemui seseorang. Kita sepakat bertemu di rumahnya. Setelah mencari dengan bertanya-tanya arah dengan orang yang bisa kita temui di jalan, akhirnya kita sampai juga ke rumahnya. Lokasinya ada di sebuah perumahan menengah meski bukan mewah atau elit. Tapi lokasinya di pojok sehingga relatif lebih luas daripada rumah sekitarnya. Tampak sebuah mobil cukup mewah terparkir di teras. Kita harus mencari-cari dimana seharusnya masuk, minimal mengetuk pintu gerbangnya, karena banyak pintu gerbang. Rumah pojok memang memiiki keuntungan dengan menghadap ke dua jalan yang berbeda. Karena lama menunggu di luar, seorang teman mengkontaknya dengan ponsel. Akhirnya sebuah pintu gerbang tampak dibuka, dan kita dipanggil masuk lewat pintu ter...

Rahasia Rezeki (89): Mencukupi Kebutuhan Orang Lain, Tercukupi Kebutuhan Kita

Gambar
Ada satu hal kalau saya renungkan sekarang, mengapa paman selalu seperti dalam keadaan bercukup. Bahkan saat persis di sebelahnya dibuka toko bahan bangunan yang lebih besar, toko paman tetap eksis. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya punya paman. Dia adalah kakak dari ayah saya. Waktu mudanya dia ikut berperang melawan Jepang dan Belanda. Ayah dulu selalu bercerita, betapa gagahnya paman waktu itu saat dia berkuda. Kalau saya pikir sekarang, berarti paman masuk pasukan kavaleri. Saya tak tahu apakah di Indonesia ada pasukan berkuda atau tidak. Setelah ikut perjuangan kemerdekaan dia ikut tentara. Namun dia tak melanjutkan karir militernya ini. Dia berhenti dengan pangkat sersan. Setelah itu dia berbisnis bahan bangunan dan membantu bisnis orang lain. Tapi yang jadi miliknya sendiri dan yang utama memang toko bahan bangunan itu. Dia juga aktif di berbagai organisasi termasuk pernah sebagai pengurus Persebaya, klub sepakbola kebanggaan warga Surabaya. Karena lokasinya di daerah baru di mana ban...

Rahasia Rejeki (88): Wajah Ramah dan Wajah Ditekuk

Gambar
Saya sendiri juga merasakannya demikian. Namun karena saya lebih banyak disuruh kalau berbelanja ke sana, maka saya tak ada pilihan untuk pindah ke toko lain. Takut salah membelikannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu waktu saya kecil ada sebuah toko kelontong di pasar yang cukup dekat dari rumah. Tokonya cukup besar dan barangnya cukup lengkap. Kalau sekarang setara dengan toko swalayan ‘franchise’ seperti Alfamart atau Indomart. Karenanya kita, saya dan keluarga, sering berbelanja ke sana. Jaman dulu belum banyak toko yang mengenal konsep swalayan. Yakni pembeli bisa memilih, mengambil, melihat kemasannya dan membandingkan dengan yang lainnya. Ada sih, tapi biasanya ada di supermarket besar di kota seperti Gelael atau toko Nam & Siola, yang sekarang sudah bangkrut. Biasanya kita akan menanyakan pada penjaga tokonya tentang barang yang akan kita beli. Lalu penjaga tokonya akan mengambilkan barang yang kita minta. Kita akan memegang dan melihatnya. Kalau kurang cocok maka meminta yang ...

Resolusi Keilmuan Saya 2012

Gambar
Tahun 2012 sudah berjalan 3 bulan. Bahkan sudah memasuki pertengahan bulan April. Saatnya untuk mereview resolusi yang sudah ditetapkan di awal tahun ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Untuk itu, mungkin ada baiknya saya tulis lagi di sini apa yang menjadi resolusi saya di tahun 2012. Namun yang saya ungkap di sini khusus hanya resolusi yang terkait dengan keilmuan. Yakni terkait dengan masalah belajar dan mengajar. Secara publik, saya pernah mempublikasikan resolusi saya ini di Facebook pada 5 Februari 2012. Jadi dengan dipublikasikan ke umum, saya menjadi bersemangat untuk mewujudkannya. Karena bisa diawasi secara umum. Syukur-syukur ada yang mengingatkan dan membantu pencapaian resolusi itu. Hehehe. Resolusi Keilmuan 2012: - Menulis 2 buku, masing2 fiksi & non fiksi - Menulis 4 artikel min 1 A4 /mg - Membaca 2 buku/bl - Mengajar 1 MK/smster Sekarang bagaimana perwujudannya di kuartal pertama ini? - Menulis: belum terbentuk, tapi naskah sudah dikebut. Semoga bisa terwujud jadi buku t...

Rahasia Rezeki (87): Suci Hati, Suci Badan, Banyak Rezeki

Gambar
Pertemuan dengannya di usia dewasa seakan menjawab rahasia kenapa ada seseorang selalu ingin dalam bersuci. Karena seusia, tentu saja saya merasa mudah mengajaknya berdiskusi dan berdebat dengannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Ibu saya mempunyai ingatan baik tentang apakah masih berwudu atau sudah batal wudunya. Maksud berwudu ini adalah wudunya yang dipakai syarat bersalat sebelumnya, belum batal sampai saat itu meski sudah dipakai salat. Jadi kalau waktunya masuk salat, dia dapat langsung salat. Selain itu dalam kesempatan-kesempatan tertentu, dia akan mempertahankan sucinya wudu, misal tidak bersentuhan dengan bukan muhrimnya. Yang lain dia akan wudu dulu sebelum tidur. Ini pelajaran yang diikutinya dari kakek, orang tuanya ibu. Malah kakek selalu berusaha untuk dirinya selalu suci. Selalu dalam keadaan berwudu. Bahkan tak hanya wudu, kalau memungkinkan mandi dulu sebelum shalat. Jadi mandinya tak hanya pagi dan sore, tapi juga saat mau shalat Dhuhur dan Ashar. Kalau saya tanya alasan me...

Rahasia Rezeki (86): Menyempatkan Diri Beribadah Sebisa Mungkin

Gambar
Namun sebuah peristiwa terjadi. Sederhana. Dan saya merasa hal ini aneh. Dan kemudian saya ingat, dia juga melakukan hal ini waktu SMA dulu. Apakah ini rahasia rezekinya? Oleh: Mochamad Yusuf * Andre, seorang teman yang saya kenal dalam kegiatan jurnalistik sewaktu duduk di bangku SMA. Anaknya pendiam dan tak terlalu aktif. Jadi kalau mengadakan kegiatan bersama, kehadirannya seakan tak terasa. Hadir atau tidak seakan tak ada bedanya. Hehehe. Namun dari sekian teman yang ada, saya melihat dia memiliki kelebihan. Yakni saya merasa dia selalu beruntung. Misal: saat ada pembagian door prize dia hampir selalu dapat. Bahkan dia sering merebut hadiah utama. Lalu yang lain, ini yang penting karena sebagai jurnalis, tulisannya sering dimuat di media massa. Kita yang selalu belajar bagaimana menulis tulisan jurnalistik yang baik, tentu saja pencapaian dimuat di media massa adalah puncak dan prestasi. Bahkan dia pernah meraih beberapa penghargaan atas karya-karya tulisnya. Dia juga bukan dari an...

Ganti Judul Dari Rejeki Menjadi Rezeki

Gambar
Namun sepertinya memang itu kesalahan jamak yang sering dilakukan. Jadi sepertinya bukan saya saja yang melakukan kesalahan konyol seperti ini. Hehehe (alasan saja). Oleh: Mochamad Yusuf * Sudah hampir setengah tahun setengah, saya menulis artikel tentang rezeki. Dulu saya mulai menulis ini gara-gara melihat keanehan warung nasi pecel dan nasi bebek. Kedua warung ini aslinya ramai minta ampun. Namun setelah pindah ke lain tempat menjadi sepi sunyi senyap. Padahal pindahnya masih di jalan yang sama dan tak jauh. Paling sekitar 50 meteran. Kebingungan melihat fenomena ini akhirnya saya tulis menjadi artikel pertama itu. Sejak itu saya mengumpulkan semua pengalaman saya tentang rezeki. Rencananya saya kumpulkan sampai 99 artikel, lalu saya bukukan. Artikel tentang rahasia rejeki itu, bisa Anda ikuti di sini: http://enerlife.web.id/category/rejeki/ . Namun setelah hampir menulis 84 artikel, saya baru sadar bahwa saya melakukan kesalahan eja yang mendasar. Karena selama itu saya menulis de...

Rahasia Rezeki (85): Misteri Rezeki KRI Arung Samudera

Gambar
Jarang yang mengatakan bahwa rezeki itu datangnya dari yang Maha memiliki rezeki. Rezeki itu bisa datang, seakan-akan dari langit. Jatuh ke tangan kita. Begitu mudah. Seperti kisah KRI Arung Samudera. Oleh: Mochamad Yusuf * Rezeki adalah kekuasaan Tuhan. Dialah yang menurunkan dan menahan sebuah rezeki pada seseorang. Termasuk mendatangkan banyak rezeki atau mengurangi jumlah rezeki. Banyak atau sedikitnya rezeki ini akan mempengaruhi nasibnya, karena bisa menjadi miskin, kaya atau sangat kaya. Beberapa orang mengatakan rezeki itu datang karena persiapan dan datangnya kesempatan. Jadi ada 2 faktor, yakni: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal adalah kesempatan yang kita tak bisa mengendalikan. Ini adalah anugerah dari Tuhan. Sedang faktor internal adalah usaha/ikhtiar dari kita. Namun mungkin karena terlalu percaya diri dengan kemampuannya, sering orang yang sudah banyak rezeki mengaku bahwa banyaknya rezeki yang dimiliki karena usahanya sendiri saja. Mereka mengatakan...

Rahasia Rejeki (84): Karunia untuk Indonesiaku Tercinta

Gambar
Pro dan kontra ini juga ramai di internet. Perang kata dan makian saling bertebaran. Melihat situasi seperti ini, seorang teman yang ada di luar negeri, secara guyon akan pindah warga negara saja. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari-hari terakhir bangsa Indonesia disibukkan dengan isu kenaikan harga BBM. Pemerintah ingin mengurangi subsidi untuk BBM bahkan menghentikan. Karenanya harganya harus dinaikkan, disesuaikan dengan harga pasar dunia yang sudah mahal. Namun rakyat Indonesia tak hanya berpikir nominal kenaikannya, tapi dampak berantainya. Karena ketika harga BBM naik, semua harga juga merangsek naik termasuk sembako. Ini yang ditakutkan rakyat Indonesia. Terjadi pro-kontra. Yang pro, berpikir subsidi lebih baik untuk pembangunan infrastruktur daripada dibakar habis jadi asap. Dan yang kontra, berdalih rakyat tambah susah. Maka yang terjadi adalah demo rencana kenaikan BBM ini. Ya, ada beberapa demo yang damai. Namun ada juga yang rusuh. Saat demo seperti itu, yang kontra akan memblejeti...

Rahasia Rejeki (84): Karunia untuk Indonesiaku Tercinta

Gambar
Pro dan kontra ini juga ramai di internet. Perang kata dan makian saling bertebaran. Melihat situasi seperti ini, seorang teman yang ada di luar negeri, secara guyon akan pindah warga negara saja. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari-hari terakhir bangsa Indonesia disibukkan dengan isu kenaikan harga BBM. Pemerintah ingin mengurangi subsidi untuk BBM bahkan menghentikan. Karenanya harganya harus dinaikkan, disesuaikan dengan harga pasar dunia yang sudah mahal. Namun rakyat Indonesia tak hanya berpikir nominal kenaikannya, tapi dampak berantainya. Karena ketika harga BBM naik, semua harga juga merangsek naik termasuk sembako. Ini yang ditakutkan rakyat Indonesia. Terjadi pro-kontra. Yang pro, berpikir subsidi lebih baik untuk pembangunan infrastruktur daripada dibakar habis jadi asap. Dan yang kontra, berdalih rakyat tambah susah. Maka yang terjadi adalah demo rencana kenaikan BBM ini. Ya, ada beberapa demo yang damai. Namun ada juga yang rusuh. Saat demo seperti itu, yang kontra akan memblejeti...