Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

FEATURES

JALAN PINGGIRAN KOTA di Malaysia | Travel to Malaysia

Gambar
Malaysia, negeri jiran, yang hanya selemparan batu dari negeri kita. Memang mirip sekali dengan kita. Perawakan, budaya bahkan bahasa. Kita sudah merdeka jauh sebelum mereka merdeka. Maka melakukan kunjungan ke negeri seberang, bisa dijadikan referensi. Seperti infrastruturnya. Yakni jalan rayanya. Kami sempat tinggal di Malaysia di kota Putra Jaya tepatnya di desa Pinggiran Putra. Lokasinya antara bandara KLIA dengan kota Kuala Lumpur. Putra Jaya adalah ibukota pemerintahan. Sedangkan Kuala Lumpur ibukota bisnis. Untuk ke Kuala Lumpur kali ini kami mencoba naik kereta api. Untuk ke stasiun terdekat kita naik mobil sekitar 20 menit. Tidak tahu berapa persis km-ya, karena orang Malaysia kalau ditanya selalu dijawab waktu. Misal, oh rumah kami jauhnya sekitar sejam perjalanan. Yang menarik, jalan yang dilewati itu setara jalan tol kalau di Indonesia. Tapi tentu saja karena bukan jalan tol ya kami tak perlu bayar ongkos tol. Dan berarti sepeda motor juga bisa lewat sini. (Namun dalam perj...

SUASANA PERUMAHAN di Malaysia | Travel to Malaysia

Gambar
Kita diminta melakukan perjalanan ke seluruh muka bumi. Janganlah kita merasa puas dengan berdiam di tempat kita tinggal. Perhatikan tempat lain agar kita bersyukur dan bertakwa. "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (Al-Mulk: 15) Minimal sekali dalam hidup, kalau bisa, ke tanah suci. Di sana bagi kita, bangsa Indonesia, jadi bisa bersyukur. Di sini tanah kita subur. Ibaratnya menanamkan tongkat pohon saja bisa tumbuh. Sedangkan di sana hanya batu dan pasir. Maka kita baca Al Qur'an, surga diibaratkan seperti tanah subur yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Hal seperti itu banyak kita lihat di Indonesia. Tapi hal itu jadi dambaan orang sana. Tapi yang jelas surga lebih daripada demikian. Atau tak perlu jauh-jauh. Cukup ke negeri jiran. Malaysia. Orangnya serumpun, bahasa dan budayanya nyaris mirip. Maka ibaratnya di ...

KAU BUNUH AKU, Aku Takkan Bunuh Engkau - Kajian QS 5:27-32 | Ceramah Bagus Ustadz Prof KH ROEM ROWI

Gambar
Beberapa waktu terakhir kita dihebohkan oleh kasus akbar di negeri ini. Pembunuhan polisi oleh polisi. Tak tanggung-tanggung pembunuhnya Jendral bintang 2. Kisahnya dipenuhi intrik, misteri, bumbu cinta layaknya film Box Office. Pembunuhan itu adalah perbuatan dosa besar. Hukumannya hanya satu. Masuk neraka. Termasuk itu pembunuhan dengan korbannya dia sendiri. Bukan orang lain. Alias bunuh diri. Tetap masuk neraka. Ini sebenarnya pembunuhan yang kesekian dari jutaan mungkin milyaran kasus pembunuhan. Siapa yang paling bertanggung jawab hal ini? Tentu saja pembunuhnya. Tapi ada seseorang di dunia ini bila ada pembunuhan, dosa pembunuh juga ditanggung. Lho kok? Bukankah yang berdosa adalah pelakunya? Bukankah tak ada dosa waris? Bagaimana kalau seseorang memberikan contoh yang baik, terus diikuti yang lain? Maka selain pelakunya dapat pahala, maka yang memberi contoh juga dapat pahala. Maka demikian juga memberi contoh yang buruk. Maka yang memberi contoh buruk ini juga akan dapat dosan...