Saya tidak habis pikir dengan argumentasi/perkataan dari seorang bupati di sebuah kabupaten di Jawa Barat. Dia telah menikahi secara siri seorang gadis berumur 18 tahun. Oleh: Mochamad Yusuf * Empat hari kemudian dia mencerainya dengan menalak menggunakan SMS. Ternyata dia juga pernah menikahi seorang wanita berumur 22 tahun, yang juga dicerai lewat SMS. Namun perkawinan ini lebih lama, sekitar 6 bulan. Ada beberapa argumentasi/perkataan dari bupati yang seharusnya tidak keluar. Pertama, setelah menalak istrinya yang berusis 18 tahun, dia meminta semua yang telah diberikan. Alasannya pernikahan itu seperti transaksi, kalau tidak puas salah satu pihak, dia bisa meminta kembali. Tidak puas ini karena dia merasa istrinya sudah tidak perawan lagi. Lho ini menikah atau transaksi seks komersial? (Saya tidak tahu kalau bertransaksi dengan PSK, terus tidak puas apakah kita bisa menarik uang kita?) Argumentasi ini menunjukkan bahwa dia menikah sekedar untuk seks. Dia menikah lagi sekedar mengak...