Postingan

Menampilkan postingan dengan label toko laris

FEATURES

Rahasia Rezeki (101): Jujur Penjaga Rezeki Kita

Gambar
Kalau sudah begini, kita tak mungkin mengeluh (complain) ke pedagang untuk meminta pertanggungjawaban. Kalaupun kita tetap ‘complain’, kadang hasilnya tetap mengecewakan. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman memiliki kebiasaan unik dalam berbelanja khususnya kalau membeli dengan model tawar menawar. Ya, model ini kerap kita temui di pasar-pasar tradisional. Kalau pasar-pasar modern seperti AlfaMart atau IndoMart, konsepnya harga sudah dilabel. Kalau setuju dengan harga ini, tinggal dibayar. Kalau tak setuju, ya cari barang lain atau cari toko lain! Sedang di pasar tradisional, kita akan menanyakan dulu harganya. Karena harganya tak dilabeli. Biasanya harganya dinaikkan dari harga pasar. Harga lebih tinggi ini digunakan jarak dengan harga sebenarnya. Atau harga yang disepakati. Karena biasanya pembeli melakukan penawaran yang lebih murah daripada harga yang diberikan pedagang. Setelah melakukan tawar menawar, akhirnya tercapai harga kesepakatan. Bila tak setuju dengan harga terakhir yan...

Rahasia Rezeki (96): Berpagi-Pagi Mencari Rezeki

Gambar
Aneh. Sekarang saya sadar, begitu banyak kios/toko yang menjual pulsa. Saking banyaknya, antara penjual satu dengan lainnya hanya berselisih 10 meteran. Tapi pagi ini tak ada yang buka sama sekali. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi saat bangun tidur ada sebuah SMS penting yang harus dibalas. Saat saya kirim SMS untuk menjawab SMS itu, baru sadar pulsa saya habis, karena gagal terus dikirim. Bingung beli dimana pulsa sepagi ini, saya tinggal dulu shalat Subuh. Setelah shalat Subuh dengan sepeda motor saya mencari pulsa. Saya lihat jam menunjukkan pk 05.00. Pertama saya hampiri kios pulsa depan perumahan. Tutup. Lalu bergerak ke perumahan sebelah. Saya tahu di sana ada 3 kios pulsa. Ternyata semuanya tutup. Saya bergerak ke kampung dekat perumahan tersebut. Seingat saya ada 4 kios pulsa. Ternyata juga sama tutup. Mau tidak mau saya harus ke perumahan agak jauh, tapi perumahan ini cukup besar dan elit. Di sini banyak toko. Saya tahu di sini banyak juga kios pulsa. Ternyata sama saja. Akhi...

Rahasia Rezeki (89): Mencukupi Kebutuhan Orang Lain, Tercukupi Kebutuhan Kita

Gambar
Ada satu hal kalau saya renungkan sekarang, mengapa paman selalu seperti dalam keadaan bercukup. Bahkan saat persis di sebelahnya dibuka toko bahan bangunan yang lebih besar, toko paman tetap eksis. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya punya paman. Dia adalah kakak dari ayah saya. Waktu mudanya dia ikut berperang melawan Jepang dan Belanda. Ayah dulu selalu bercerita, betapa gagahnya paman waktu itu saat dia berkuda. Kalau saya pikir sekarang, berarti paman masuk pasukan kavaleri. Saya tak tahu apakah di Indonesia ada pasukan berkuda atau tidak. Setelah ikut perjuangan kemerdekaan dia ikut tentara. Namun dia tak melanjutkan karir militernya ini. Dia berhenti dengan pangkat sersan. Setelah itu dia berbisnis bahan bangunan dan membantu bisnis orang lain. Tapi yang jadi miliknya sendiri dan yang utama memang toko bahan bangunan itu. Dia juga aktif di berbagai organisasi termasuk pernah sebagai pengurus Persebaya, klub sepakbola kebanggaan warga Surabaya. Karena lokasinya di daerah baru di mana ban...

Rahasia Rejeki (88): Wajah Ramah dan Wajah Ditekuk

Gambar
Saya sendiri juga merasakannya demikian. Namun karena saya lebih banyak disuruh kalau berbelanja ke sana, maka saya tak ada pilihan untuk pindah ke toko lain. Takut salah membelikannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu waktu saya kecil ada sebuah toko kelontong di pasar yang cukup dekat dari rumah. Tokonya cukup besar dan barangnya cukup lengkap. Kalau sekarang setara dengan toko swalayan ‘franchise’ seperti Alfamart atau Indomart. Karenanya kita, saya dan keluarga, sering berbelanja ke sana. Jaman dulu belum banyak toko yang mengenal konsep swalayan. Yakni pembeli bisa memilih, mengambil, melihat kemasannya dan membandingkan dengan yang lainnya. Ada sih, tapi biasanya ada di supermarket besar di kota seperti Gelael atau toko Nam & Siola, yang sekarang sudah bangkrut. Biasanya kita akan menanyakan pada penjaga tokonya tentang barang yang akan kita beli. Lalu penjaga tokonya akan mengambilkan barang yang kita minta. Kita akan memegang dan melihatnya. Kalau kurang cocok maka meminta yang ...

Rahasia Rejeki (56): Rejeki Kekurangan dan Berlebih

Gambar
Rasanya aneh, ya kalau kita mendengar seseorang sudah merasa cukup dengan rejeki yang dia peroleh. Padahal kesempatan untuk mendapat lebih ada di depan mata. Kenapa tak diusahakan? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu saat seorang turis Amerika, seorang kapitalis sejati, berwisata ke suatu pantai di Indonesia. Pantainya sungguh indah dengan pasir putih dan nyiur yang melambai-lambai tertiup angin. Tiba-tiba pandangannya tertumbuk pada seseorang yang tertidur di bawah rindangnya pohon. Di sampingnya ada alat pancing. Geram melihat sesuatu yang ‘merusak’ pandangan, dia membangunkan pemancing itu. “Bangun, bangun.” Katanya. Sang pemancing bangun dengan malas-malasan. Memang suasana begitu mendukung; pasir putih yang empuk, cuaca yang sejuk dan angin-angin sepoi, rasanya sayang dilewatkan untuk tidur. “Ada apa?” tanya pemancing. “Daripada kamu tidur begini, lebih baik memancing.” “Kenapa memancing? Saya sudah memancing tadi pagi.” Kamu bisa memancing lagi untuk mendapatkan ikan lebih banyak. Denga...