Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Pagi itu cerah. Saya melewatkannya dengan berolah raga jogging mengeliling kompleks perumahan. Ada perasaan segar sekaligus bikin nyaman setelah beraktivitas pagi itu.
Namun ketika tiba di rumah, ada hawa negatif yang muncul. Saya tahu ada yang tidak beres. Ternyata asisten (pembantu rumah tangga) mau pulang mendadak. Tentu saja istri panik. Karena istri juga bekerja. Jadi perlu ada yang menjaga rumah karena Zelda, anak bungsu, masih TK.
Hmm... tenang, kata saya dalam hati. Sambil melepas sepatu, saya mendengarkan semua cerita. Baik dari istri atau dari asisten.
Setelah saya melepas semua perlengkapan olah raga saya - sepatu, topi, MP3 Player dan 'Wrist Band', saya bersiap menyelesaikan permasalahan baru ini.
Saya duduk di sofa, saya panggil asisten saya untuk duduk di depan saya. Dia tetap ngotot duduk di bawah saja, meski saya sudah mempersilahkan di atas. Oke, kalau tetap ngotot duduk demikian.
Ternyata permasalahannya, dia berhutang uang pada asisten lain di rumah tetangga. Dia melakukan hal itu karena ingin membelikan pacarnya HP (ponsel).
Hmm,... dampak negatif dari teknologi atau kecanduan gadget, pikir saya dalam hati. Dampak negatif dari promosi gaya hidup lewat TV dan social media. Jadinya meski tak mampu, namun memaksakan diri membeli HP dan pulsa. Ironisnya belanja pulsanya bisa lebih banyak daripada saya per bulannya.
Saya tanya berapa harga HP-nya? Nggak terlalu mahal, karena bekas. Tapi cukup mahal kalau dibandingkan gajinya.
Setelah cukup menimbang, saya katakan saya akan bayar. Asal asisten saya mau tetap bekerja di sini. Di rumah kita. Asisten saya sudah lama bekerja dengan saya. Sejak Zidan masih bayi 6 bulan sampai kelas 4 SD ini. jadi sudah hampir 10 tahun.
Meski saya lihat istri seperti keberatan dengan keputusan ini, tapi dia tak bisa apa-apa. Toh tak akan mempengaruhi anggaran rumah tangga. Itu saya ambilkan dari 'uang laki' saya. Uang 'budget kenakalan' suami. Hehehe.
Tapi sebenarnya bagi saya, hal itu juga berat. Karena saya sendiri tak pernah punya banyak tabungan. Saya nekat saja. Karena saya pikir keputusan ini baik untuk semua: asisten, istri dan anak-anak yang sudah dekat dengannya.
Lalu setelah itu prahara tenang. Saya bayar sesuai janji asisten pada penagihnya. Saya bilang pada yang meminjami, lain kali kalau asisten saya mau pinjam uang, untuk memberitahu saya. Minimal nanti tidak kaget kalau ditagih. Hehehe.
Namun seminggu kemudian... ajaib. Ada sebuah rezeki datang. Sangat mudah. Seakan-akan datang sendiri. Saya tahu hal itu hubungannya dengan kapabilitas saya. Tapi biasanya untuk mendapatkan hal ini cukup sulit dan berliku. Ini begitu mudah. Rezeki ini nilainya hampir sama dengan hutang asisten saya. Lebih sedikit malah.
Dan keajaiban ini, tak berhenti sampai di situ. Seminggu kemudian juga datang rezeki lain. Bentuk rezekinya juga sama. Nilainya hampir sama juga.
Saya menggelengkan kepala. Dengan memberi sedekah, ternyata saya dibalas lumayan cepat. Bahkan dibayar dua kali lipatnya. Bahkan kemudian asisten membayar hutang itu ke saya, meski mencicil. Padahal niat saya menjadikan sedekah. Hilang-hilangan.
Sepertinya jalan rahasia rezeki lain adalah rajin bersedekah. Tentunya dengan niat untuk membantu. Bukan berderma dengan harapan dibalas Tuhan berlipat-lipat. Kalau niatnya ikhlas, justru akan datang rezeki itu. Namun kalau ada pamrih, malah harapan rezeki tak datang.
Jadi bersedekahlah dengan ikhlas. Rezeki akan datang dengan deras pada anda. [TSA, 15/10/2010 bakda subuh]
Update terbaru (2/4/2026, tulisan itu saya tulis hampir 16 tahun lalu), asisten saya sudah tak ikut kami. Kemarin saat lebaran 20206, dia datang ke rumah bersama suami dan anaknya.
BalasHapus