Postingan

Menampilkan postingan dengan label macet

FEATURES

Buka Terop Mendzolimi Orang, Apalagi Garasi di Jalan?

Gambar
Kemarin mendengarkan radio Suara Muslim. Saat acara Fiqih yang diasuh oleh Ustadz Agung Cahyadi dikatakan kalau buka terop di jalan, meski depan rumah kita sendiri, itu berarti mendzolimi orang. Karena orang menjadi repot. Apalagi kalau setelah ditutup, jalan alternatifnya susah dan macet karena tidak layak, seperti sempit dan berlubang. Saat pengendara susah berkendara karena ini, bisa jadi mereka mengutuk yang buka terop. Inginnya yang punya hajat dapat restu, diam-diam malah mendapat laknat dari orang-orang. Ihik-ihik. Lalu apa solusinya? Kata Ustadz Agung Cahyadi ada 2. Pertama, menempatkan orang di jalan untuk memohon maaf pada pengendara satu per satu. Kedua, memberi ganti rugi pada pengendara yang dirugikan, misal diberi uang. Solusi yang saya pikir sama beratnya. Ihik-ihik. Mungkin boleh menutup jalan kalau itu jalan kampung dan jalan alternatifnya tidak susah. Jalan kampung yang bukan jalan umum. Jalan umum dimana banyak orang lewat sana. Sedang jalan kampung, hanya orang kamp...

Berdoalah Selalu Meski Itu Terlihat Remeh

Gambar
Sore ini saya baru paham yang diucapkan 'pak ogah' relawan pengatur lalu lintas tadi pagi. Yakni saat saya dapat foto truk yang kecelakaan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Tadi pagi saat berangkat ke kampus, saat menyeberang ke jalan raya, saya dengar 'pak ogah' bilang ke pengendara lain, bahwa ada truk kecelakaan. Kecelakaannya di Geluran jalur menuju Surabaya dari arah Mojokerto. Peti kemasnya jatuh menutup jalan. Maka tadi saya rasakan keanehan, yakni sampai pertigaan dekat markas Brimob di dekat pabrik Ispatindo, sepi. Biasanya belum sampai ke sini sudah macet panjang. Ini mungkin imbas truk, yang mengakibatkan pengendara dari arah Mojokerto tertahan. Maka berdoa itu memang penting. Seperti doa semoga lancar sampai tujuan. Saya lancar, bahkan datang lebih awal di kampus. Meski biasanya hari Senin macetnya luar biasa. Karena tadi pagi tak ada kemacetan. Sedang pengendara dari Mojokerto mungkin sebaliknya. Mari kita biasakan berdoa apa saja. Meski kelihatan remeh. Tak perlu...

Tidak Berarti Yang Miskin Tidak Bersedekah - Malah Sebaliknya

Gambar
Setiap hari saya ke kantor melewati sebuah perempatan jalan kampung. Meski jalan kampung, tapi cukup padat. Karena merupakan jalan tembus ke jalan raya. Juga adanya mobil-mobil angkutan umum yang dibelokkan polisi ke jalan kampung ini dari jalan raya. Mungkin supaya bisa mengurangi kepadatan jalan raya. Di perempatan itu karena ramai dari segala penjuru, sering 'stuck'. Terkunci. Macet. Memang kadang ada polisi. Tapi sering tidak ada. Untung sekitar 3-4 bulan ini ada sukarelawan (polisi cepek/pak ogah) yang mau mengaturnya. Setiap berhasil melewati perempatan itu, maka pengguna jalan khususnya mobil akan memberikan sedikit terima kasih (uang receh) ke 'pak ogah' itu. Tapi sering saya melihat fenomena menarik. Mobil-mobil pribadi yang mewah malah jarang memberi. Tapi setiap mobil angkutan umum, bahkan sepeda motor, malah memberi. Seperti pagi tadi. Saya persis di belakang bemo, dan di depannya Honda All New CRV putih yang baru. Keren mobilnya. Saat CRV telah melewati per...

Rahasia Rejeki (21): Rejeki Remeh, Tapi Tetap Rejeki Kan?

Gambar
Akhirnya saya sampai tujuan. Tepat waktu bahkan bisa dikatakan lebih awal dari jadwal semestinya. Saya geleng-geleng saja. Bagaimana ini bisa terjadi? Oleh: Mochamad Yusuf * Sebuah telpon masuk ke sebuah radio. "Halo! Assalammuailakum," sebuah suara menyahut dari seberang sana. "Wallaikumsalam, siapa ini?" penyiarnya menjawab. Sebuah nama disebut dari ujung telpon. "Saya melaporkan dari bundaran Waru ke kota, lancar. Saya tak tahu mengapa kok bisa lancar. Biasanya jam-jam segini padat merambat. Mungkin rejeki saya. Hahaha." kata suara di seberang sana melaporkan keadaan lalu lintas. "Masak Pak? Wah, kalau begitu memang itu rejeki Bapak," penyiarnya menimpali sambil ikut tertawa. Saya yang mendengarkan radio sambil lalu juga ikut tersenyum mendengarkan percakapan ini. Tiba-tiba saya tertarik dengan percakapan ini. Rejeki. Benarkah itu rejeki? Dalam film-film spionase sering untuk melancarkan sebuah misi, ada anggota tim yang bertugas ‘menghack’ ja...