Postingan

Menampilkan postingan dengan label penjualan ramai

FEATURES

Rahasia Rejeki (88): Wajah Ramah dan Wajah Ditekuk

Gambar
Saya sendiri juga merasakannya demikian. Namun karena saya lebih banyak disuruh kalau berbelanja ke sana, maka saya tak ada pilihan untuk pindah ke toko lain. Takut salah membelikannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu waktu saya kecil ada sebuah toko kelontong di pasar yang cukup dekat dari rumah. Tokonya cukup besar dan barangnya cukup lengkap. Kalau sekarang setara dengan toko swalayan ‘franchise’ seperti Alfamart atau Indomart. Karenanya kita, saya dan keluarga, sering berbelanja ke sana. Jaman dulu belum banyak toko yang mengenal konsep swalayan. Yakni pembeli bisa memilih, mengambil, melihat kemasannya dan membandingkan dengan yang lainnya. Ada sih, tapi biasanya ada di supermarket besar di kota seperti Gelael atau toko Nam & Siola, yang sekarang sudah bangkrut. Biasanya kita akan menanyakan pada penjaga tokonya tentang barang yang akan kita beli. Lalu penjaga tokonya akan mengambilkan barang yang kita minta. Kita akan memegang dan melihatnya. Kalau kurang cocok maka meminta yang ...

Rahasia Rejeki (71): Dhuha, Rahasia Rejeki Yang Susah Dilakukan

Gambar
“Saya penasaran, bagaimana dia selalu mendapat bonus yang selalu lebih besar,” kata istri. “Saya memang tak pernah menanyakan rahasia bagaimana mendapat rejeki bonus yang relatif besar itu.” Oleh: Mochamad Yusuf * Saya lihat arloji. Pk 18.45. “Hmm,.. Ada apa ya? Kok tak seperti biasanya,” kata saya dalam hati. Ya, saya ada di sebuah tempat dekat terminal Bungurasih Surabaya. Tadi saya janjian dengan istri ketemu di sini. Memang saya dan istri berangkat kerja bareng. Demikian juga pulangnya. Tapi untuk efisiennya, waktu pulang saya tak menjemputnya di kantor. Tapi saya tunggu di sebuah tempat. Ini tempat pertemuan paling tepat saat dia naik bis dengan tujuan Bungurasih dan rute saya untuk perjalanan ke rumah. Akhirnya setelah lama menunggu, akhirnya dia datang. “Maaf,” katanya, “Tadi tak ada bis. Jadi lama menunggu bis.” Ternyata dia terlambat datang di halte tersebut. Sehingga dia harus menunggu bis lagi yang datang. Namun biasanya lama datang. Di jalan dia bercerita bahwa dia terlamba...