Postingan

Menampilkan postingan dengan label tafsir al azhar

FEATURES

Antara Keinginan Allah dan Keinginan Manusia

Gambar
Syahdan pada akhir tahun 50-an, Hamka gundah. Setiap pagi habis Subuh selama 45 menit memberikan kajian tafsir Al Qur'an di masjid Al Azhar. Dari situ diterbitkan di majalah masjid. Oleh: Mochamad Yusuf* Namun meski sudah bertahun-tahun, tafsir itu hanya beringsut beberapa juz. Dia mengkhawatirkan umurnya tak sampai untuk menyelesaikan 30 juz. Padahal beliau ingin tinggalkan warisan. Kitab. Badan bisa kembali debu, tapi ilmu akan abadi. Selama ini beliau sudah nulis ratusan buku, tapi belum selesai juga kitab Tafsir Al Qur'annya. Suatu siang pada 1963 datang 4 polisi preman. Mereka menjebloskan Hamka dengan fitnah mau melakukan kudeta. Dipenjara tanpa ada pengadilan. Diancam, digertak, disiksa agar mengaku. Beliau tetap tegar menolak. Tak percaya dengan situasi ini. Aneh tapi nyata. Meski begitu beliau menyadari bahwa ini takdir Allah. Maka digunakan waktu selama itu digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah. Siang hari untuk menulis tafsir. Juga membaca berbagai kitab. Malam...