Postingan

Menampilkan postingan dengan label laris

FEATURES

Rahasia Rezeki (102): Tak Semua Orang Pintar Cari Rezeki

Gambar
Tak patah arang, dia mencoba bisnis lain. Kali ini dicoba lebih sungguh-sungguh, namun hasilnya tetap sama. Bangkrut! Dicoba lagi bisnis lain, dan lain, tetapi hasilnya sama. Hanya kerugian. Oleh: Mochamad Yusuf * Ini sebuah cerita yang dituturkan seorang teman. Kisah yang dekat dengannya. Karena pelakunya adalah kedua orang tuanya. Kisah ini diawali saat huru-hara politik di tahun 1965-an saat ada pemberontakan G30S/PKI. Tak disangka kekacauan politik ini telah menghentikan rezeki kedua orang tua teman saya ini. Mereka adalah guru sebuah sekolah Tionghoa. Zaman dulu masih ada sekolah-sekolah khusus seperti sekolah Tionghoa ini. Akibat pemberontakan ini pemerintah menututp sekolah-sekolah Tionghoa di seluruh negeri termasuk sekolah tempat di mana kedua orang tua itu bekerja. Mereka jadi pengangguran. Sebuah tambahan kesulitan layaknya peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dampak kekisruhan politik itu telah menurunkan kesejahteraan, keamanan dan meningkatkan kemiskinan dan ketid...

Rahasia Rezeki (96): Berpagi-Pagi Mencari Rezeki

Gambar
Aneh. Sekarang saya sadar, begitu banyak kios/toko yang menjual pulsa. Saking banyaknya, antara penjual satu dengan lainnya hanya berselisih 10 meteran. Tapi pagi ini tak ada yang buka sama sekali. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi saat bangun tidur ada sebuah SMS penting yang harus dibalas. Saat saya kirim SMS untuk menjawab SMS itu, baru sadar pulsa saya habis, karena gagal terus dikirim. Bingung beli dimana pulsa sepagi ini, saya tinggal dulu shalat Subuh. Setelah shalat Subuh dengan sepeda motor saya mencari pulsa. Saya lihat jam menunjukkan pk 05.00. Pertama saya hampiri kios pulsa depan perumahan. Tutup. Lalu bergerak ke perumahan sebelah. Saya tahu di sana ada 3 kios pulsa. Ternyata semuanya tutup. Saya bergerak ke kampung dekat perumahan tersebut. Seingat saya ada 4 kios pulsa. Ternyata juga sama tutup. Mau tidak mau saya harus ke perumahan agak jauh, tapi perumahan ini cukup besar dan elit. Di sini banyak toko. Saya tahu di sini banyak juga kios pulsa. Ternyata sama saja. Akhi...

Rahasia Rezeki (89): Mencukupi Kebutuhan Orang Lain, Tercukupi Kebutuhan Kita

Gambar
Ada satu hal kalau saya renungkan sekarang, mengapa paman selalu seperti dalam keadaan bercukup. Bahkan saat persis di sebelahnya dibuka toko bahan bangunan yang lebih besar, toko paman tetap eksis. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya punya paman. Dia adalah kakak dari ayah saya. Waktu mudanya dia ikut berperang melawan Jepang dan Belanda. Ayah dulu selalu bercerita, betapa gagahnya paman waktu itu saat dia berkuda. Kalau saya pikir sekarang, berarti paman masuk pasukan kavaleri. Saya tak tahu apakah di Indonesia ada pasukan berkuda atau tidak. Setelah ikut perjuangan kemerdekaan dia ikut tentara. Namun dia tak melanjutkan karir militernya ini. Dia berhenti dengan pangkat sersan. Setelah itu dia berbisnis bahan bangunan dan membantu bisnis orang lain. Tapi yang jadi miliknya sendiri dan yang utama memang toko bahan bangunan itu. Dia juga aktif di berbagai organisasi termasuk pernah sebagai pengurus Persebaya, klub sepakbola kebanggaan warga Surabaya. Karena lokasinya di daerah baru di mana ban...

Rahasia Rejeki (71): Dhuha, Rahasia Rejeki Yang Susah Dilakukan

Gambar
“Saya penasaran, bagaimana dia selalu mendapat bonus yang selalu lebih besar,” kata istri. “Saya memang tak pernah menanyakan rahasia bagaimana mendapat rejeki bonus yang relatif besar itu.” Oleh: Mochamad Yusuf * Saya lihat arloji. Pk 18.45. “Hmm,.. Ada apa ya? Kok tak seperti biasanya,” kata saya dalam hati. Ya, saya ada di sebuah tempat dekat terminal Bungurasih Surabaya. Tadi saya janjian dengan istri ketemu di sini. Memang saya dan istri berangkat kerja bareng. Demikian juga pulangnya. Tapi untuk efisiennya, waktu pulang saya tak menjemputnya di kantor. Tapi saya tunggu di sebuah tempat. Ini tempat pertemuan paling tepat saat dia naik bis dengan tujuan Bungurasih dan rute saya untuk perjalanan ke rumah. Akhirnya setelah lama menunggu, akhirnya dia datang. “Maaf,” katanya, “Tadi tak ada bis. Jadi lama menunggu bis.” Ternyata dia terlambat datang di halte tersebut. Sehingga dia harus menunggu bis lagi yang datang. Namun biasanya lama datang. Di jalan dia bercerita bahwa dia terlamba...

Rahasia Rejeki (59): Rejeki Alpa

Gambar
Tentu saja ibunya marah pada sang anak, karena uang sisanya cukup banyak. Tapi yang diberikan sedikit. Selisihnya ada Rp 90.000,00. Jumlah yang sangat besar. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam kunjungan ke rumah seorang teman ada sebuah peristiwa kecil yang biasa kita temukan. Remeh. Namun sangat berkesan di hati saya. Sebuah peristiwa yang setelah saya renungkan adalah sebuah rahasia rejeki lain. Waktu itu karena ada keperluan penting dan mendadak, saya paksakan berkunjung ke rumah seorang teman di pagi hari. Pagi-pagi sekali seusai shalat Subuh, saya berangkat ke rumahnya. Ya, saya paksakan pagi karena keperluannya untuk siang nanti. Dan pagi sekali, karena kita semua belum berangkat kantor. Setiba di sana, kita langsung membicarakan keperluan itu. Karena malamnya saya sudah mengontaknya, maka urusan ini sebenarnya singkat saja. Karena dia sudah menyiapkannya. Setelah selesai dengan urusan itu, kita berbicang ringan-ringan sebelum saya pamit pulang. Karena kalau tidak, saya bisa terlambat ...

Rahasia Rejeki (40): Rahasia Rejeki Yang Terlupakan

Gambar
Saya tercenung dengan hal ini. Sebuah rahasia rejeki yang mudah. Namun terlalu sederhananya sering kita mengabaikannya. Malah sering kali kita menolaknya. Jangan sampai kita seperti Malin Kundang. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu waktu saya berkunjung ke seorang teman yang baru saya kenal. Dia seorang pengusaha percetakan. Namun juga memiliki beberapa bisnis kecil-kecilan, seperti warung bakso, dan kedai-kedai franchise di depan toko serba ada modern yang sekarang ramai bertebaran. Saya lihat ada 2 mobil yang bertengger di garasinya. Satu mini MPV baru yang banyak dipakai banyak orang. Lalu ada sedan yang agak lama. Rumahnya bagus bertingkat. Melihat perabot di dalamnya, saya tebak memang dia sudah sukses. Dia dulu sebenarnya bukan pengusaha. Karyawan juga, ikut orang. Sejak lulus kuliah, dia bekerja berganti-ganti perusahaan. Tapi dari itu semua ada kesamaan: dia menjadi sales. Bahkan di beberapa perusahaan dia bekerja sebagai sales canvasser. Sales yang membawa mobil mengangkut produk. B...

Rahasia Rejeki (38): Lokasi Menentukan Prestasi?

Gambar
Ironisnya di lokasi lama yang terbakar itu dibangun restoran pangsit lagi, tetap sepi. Memang yang membuka bukan pemilik lama. Tapi jargon lokasi menentukan prestasi, ternyata tak terbukti di sini. Oleh: Mochamad Yusuf * Orang menganggap bila ingin berdagang sukses maka lokasi akan menentukan. Posisi strategis sangat penting untuk mendapatkan pelanggan khususnya untuk toko dan warung. Karena itu banyak orang yang mau membeli sebuah posisi strategis dengan harga mahal. Semakin strategis, semakin mahal. Misal dalam sebuah kompleks ruko, maka toko yang posisinya di depan, relatif lebih mahal dibanding yang di belakang. Logikanya pembeli akan lebih banyak membeli di toko yang depan. Mereka malas kalau harus pergi lebih jauh, apalagi kalau harus jalan kaki. Lainnya adalah di tepi jalan. Semakin ramai jalannya, semakin mahal pula lokasi tersebut. Karena jalan yang ramai tentu saja semakin banyak orang yang lalu lalang. Berarti ini semakin besar peluang orang membeli di toko itu. Di Jakarta a...

Rahasia Rejeki (37): Rahasia Rejeki Di Balik Bocor 9 Lubang

Gambar
Jadi tambah jengkel, setelah ditambal diperiksa ada lubang lain. Mungkin ketika paku yang menancap setelah dituntun lama, paku ini melubangi lokasi yang lain. Total ada 9 lubang. Dongkol sekali. Oleh: Mochamad Yusuf * Kadang Tuhan membuat sebuah rencana baik untuk kita melalui sebuah jalan yang tak terduga. Bahkan jalan itu sering malah menyusahkan kita dulu. Atau kadang Tuhan memberi petunjuk kita melalui orang lain yang bertemunya tak kita sangka dan inginkan. Suatu malam yang larut dalam perjalanan pulang dari rumah teman, ban sepeda motor saya bocor. Saya hentikan sepeda motornya, dan mencari-cari dimana kira-kira ada tukang tambal ban. Aduh, lokasinya jauh dari pemukiman. Berhenti di jalan yang masih banyak tanah kosong. Saya menuntun sampai ke jalan besar. Berhenti. Bingung harus ke kanan atau ke kiri. Dan tak ada orang yang saya bisa tanyai. Di depan ada sungai, namun ada jembatan darurat yang biasa dipakai melintas pejalan kaki. Saya lihat sepintas, jalan di seberang suangai le...

Rahasia Rejeki (30): Warung Yang Dulunya Ramai

Gambar
ref. http://mimimama.blogspot.com Sebenarnya resepnya juga sama. Apa yang dilakukan orang tuanya, juga mereka lakukan. Tapi tetap lambat laun menyurut sepi. Mereka heran. Padahal tempatnya tetap. Dan lokasinya sangat strategis. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu sekolah SMA dulu, saya memiliki bakso favorit. Yakni rombong depan sekolah. Yang jual namanya Pak Di. Tapi teman-teman memanggil sebagai memble. Entah kenapa dipanggil memble, padahal tak terlalu memble. Yang saya suka adalah gorengannya. Kebanyakan bakso, gorengannya adalah tepung (seperti pangsit goreng) yang berisi kanji dan sayuran. Kalau dimakan kres-kres, seperti makan snack. Namun gorengannya pak Di ini beda. Gorengannya terbuat dari tepung yang berisi sayur dan digoreng dalam bentuk bulatan. Seperti ote-ote, tapi tepungnya lebih sedikit. Sehingga sangat terasa sayurannya. Sayangnya meski ini jadi favorit, saya tak bisa menikmati saban hari. Karena nggak punya uang. Sebagai anak orang miskin, saya tak dapat uang saku. Untungn...

Rahasia Rejeki (23): Rahasia Rejeki Warung Laris 2

Gambar
Saya bersyukur warung-warung yang dituju tutup. Kalau tidak, saya tidak menemukan warung itu. Saya tahu, hal itu bukanlah kebetulan. Pasti ada yang mengatur. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan tepat. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya ingin melanjutkan serial ‘Rahasia Rejeki’ nomor 22 tentang rahasia sebuah warung yang laris. Kalau di artikel itu, saya bercerita tentang sebuah keluarga menyesal yang kenapa datang ke sebuah warung yang tak tepat. Di artikel itu, sebenarnya sebuah keluarga ingin datang ke warung langganan, namun ternyata tutup. Bahkan ketika ingin ke warung langganan lain juga tutup. Akhirnya karena putus asa, mampir ke sebuah warung dan ternyata tak enak. Sehingga menyesal. Saya juga pernah punya pengalaman seperti ini. Hampir mirip. Namun hasilnya beda. Suatu ketika setelah lebaran beberapa tahun lalu. Waktu itu saya masih di sekolah menengah. Ada kerabat yang datang dari luar kota. Saudara desa dari ayah. Karena waktu itu ibu tidak ada di rumah, maka tidak ada masakan. Untuk...

Rahasia Rejeki (15): Misteri Rejeki Tukang Tambal

Gambar
Saya sampai sekarang tak bisa menjelaskan bagaimana itu terjadi. Kalo misalnya tukang tambalnya lupa mencabut paku, seharusnya sudah bocor jauh sebelumnya. Karena jarak rumah – kantor adalah 16 km. Oleh: Mochamad Yusuf * Tiga bulan lalu saya mengalami kejadian yang aneh. Begitu anehnya, saya sampai menuliskan sebagai status facebook. Ingin tahu apa komentar teman-teman dari peristiwa itu. Sebenarnya kejadiannya biasa. Hanya ban bocor. Tapi ban ini bocornya baru ketahuan pagi sebelum dipakai. Jadi malamnya tak bocor. Bahkan masih bisa mengantarkan saya dari kantor ke rumah. Namun pagi ketika mau dipakai, ketahuan ban bocor. Oke, bisa saja banyak hal yang menyebabkan hal itu. Namun kejadian ini berlangsung 3 hari berturut-turut. Bahkan sepeda anginnya (pancal) Zidan juga ikutan. Jadi yang itu bisa sehari 2 kali bocor. Sehingga total 4 kali bocor, 3 kali sepeda motor saya dan sekali sepada anginnya Zidan. Terus terang saya merasa aneh. Karena ban luar dan ban dalamnya masih baru. Untuk ba...

Rahasia Rejeki (15): Misteri Rejeki Tukang Tambal

Gambar
Saya sampai sekarang tak bisa menjelaskan bagaimana itu terjadi. Kalo misalnya tukang tambalnya lupa mencabut paku, seharusnya sudah bocor jauh sebelumnya. Karena jarak rumah – kantor adalah 16 km. Oleh: Mochamad Yusuf * Tiga bulan lalu saya mengalami kejadian yang aneh. Begitu anehnya, saya sampai menuliskan sebagai status facebook. Ingin tahu apa komentar teman-teman dari peristiwa itu. Sebenarnya kejadiannya biasa. Hanya ban bocor. Tapi ban ini bocornya baru ketahuan pagi sebelum dipakai. Jadi malamnya tak bocor. Bahkan masih bisa mengantarkan saya dari kantor ke rumah. Namun pagi ketika mau dipakai, ketahuan ban bocor. Oke, bisa saja banyak hal yang menyebabkan hal itu. Namun kejadian ini berlangsung 3 hari berturut-turut. Bahkan sepeda anginnya (pancal) Zidan juga ikutan. Jadi yang itu bisa sehari 2 kali bocor. Sehingga total 4 kali bocor, 3 kali sepeda motor saya dan sekali sepada anginnya Zidan. Terus terang saya merasa aneh. Karena ban luar dan ban dalamnya masih baru. Untuk ba...

Rahasia Rejeki (13): Rejeki Karena Bersatu

Gambar
Mereka mempertahan semua hal pada aslinya. Namun lambat laun pengunjungnya berkurang. Padahal menunya tetap, rasanya sama bahkan restorannya tetap. Semua itu tak menahan laju penurunan pengunjung. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu kerja di SCTV dulu, ada ruang favorit bagi saya. Yakni kantin. Di tempat ini saya biasanya mencari ide dengan berdiskusi dengan teman-teman. Tentu sambil ngopi atau minum minuman lain. Selain itu tentu saja juga karena sebagai tempat makan. Tapi meski makan di situ, saya bawa makanan dari rumah. Paling-paling hanya beli krupuk dan minuman tehnya. Namun kadang di sore hari saat perut sudah lapar, saya pesan makanan juga. Biasanya mie instan. Ini sebenarnya aneh. Karena kantin ini sebenarnya dikelola oleh restoran terkenal: Mbok Berek. Restoran ini dikenal sebagai penyedia makanan jawa tengah seperti gudeg, ayam bakar, ayam kremes dan lainnya. Tapi justru yang laku adalah mie instannya. [TSA, 31/10/2010 malam] ~~~ Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan u...

Rahasia Rejeki (13): Rejeki Karena Bersatu

Gambar
Mereka mempertahan semua hal pada aslinya. Namun lambat laun pengunjungnya berkurang. Padahal menunya tetap, rasanya sama bahkan restorannya tetap. Semua itu tak menahan laju penurunan pengunjung. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu kerja di SCTV dulu, ada ruang favorit bagi saya. Yakni kantin. Di tempat ini saya biasanya mencari ide dengan berdiskusi dengan teman-teman. Tentu sambil ngopi atau minum minuman lain. Selain itu tentu saja juga karena sebagai tempat makan. Tapi meski makan di situ, saya bawa makanan dari rumah. Paling-paling hanya beli krupuk dan minuman tehnya. Namun kadang di sore hari saat perut sudah lapar, saya pesan makanan juga. Biasanya mie instan. Ini sebenarnya aneh. Karena kantin ini sebenarnya dikelola oleh restoran terkenal: Mbok Berek. Restoran ini dikenal sebagai penyedia makanan jawa tengah seperti gudeg, ayam bakar, ayam kremes dan lainnya. Tapi justru yang laku adalah mie instannya. [TSA, 31/10/2010 malam] ~~~ Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan u...