Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Terakhir-terakhir ini saya berpikir, perlukah saya mencabut langganan telpon rumah punyanya Telkom? Telpon ini saya miliki sejak punya rumah. Bahkan sudah ada sebelum saya tinggal, alias masih direnovasi.
Nggak besar sih tagihannya. Ya, sekitar 40.000-an. Hanya sekedar bayar abonemen.
Justru itu, saya berpikir apa nggak mubazir? Sudah bayar, tapi tidak dipakai. Terima telpon pun juga jarang. Karena biasa terima telpon di HP. Bahkan sekarang komunikasi suarapun lewat WhatsApp.
Mungkin karena itu banyak orang memutuskan langganan telpon Telkomnya. Saya ingat dulu saat Zidan ada program Hello Kring di sekolah, daftar telponnya kebanyakan telpon rumah. Program Hello Kring ini adalah antar siswa telpon untuk mengingatkan shalat.
Sekarang saat Zelda, di sekolah yang sama, dari daftar telpon hanya 2 yang pakai telpon rumah. Semuanya pakai HP. Itu berarti 30 dari 32! Berarti orang-orang suda memutuskan telpon rumahnya.
Jadi menghitung-hitung untung ruginya mempertahankan telpon rumah. Bagaimana menurut Anda?
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.