FEATURES

Rahasia Rezeki (12): Antara Rezeki Ikal Dan Lintang


Meski keberhasilan Ikal bisa saja karena kerja keras dan kegigihannya, namun ada faktor rezeki yang menjadi faktor kesuksesannya. Yakni kesempatan bersekolah lebih tinggi. Sebaliknya dengan Lintang.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Dalam novel 'Laskar Pelangi' ada 2 tokoh yang menarik saya. Yang pertama Ikal. Dia adalah tokoh utama dari cerita ini. Yang kedua adalah Lintang. Lintang adalah teman Ikal. Bersama 8 teman lain, mereka membentuk persaudaraan yang diberi nama Laskar Pelangi.

Meski ini fiktif, namun novel ini didasarkan pada cerita nyata dari pengarangnya, Andrea Hirata. Jadi secara garis besar cerita itu benar. Bahkan nama-nama sebagian masih memakai nama aslinya.

Laskar Pelangi adalah sebuah angkatan dari sekolah dasar. Tepatnya SD Muhammadiyah di pulau Belitung. Sekolah ini sebenarnya kembang kempis mau tutup karena kekurangan murid. Bila kurang dari 10 untuk angkatan baru ini, maka sekolah itu akan ditutup oleh pemerintah.

Di angkatan Laskar Pelangi, pengelola sekolah sudah hampir bersedih karena murid yang mendaftar hanya 9 orang. Lalu datanglah anak kurus, hitam, berambut keriting dan bersandal ban luar bekas. 

Ternyata anak ini tak hanya menyelamatkan sekolah dari penutupan, tapi juga menutupi miskinnya prestasi sekolah tersebut. Kelak Lintang, nama anak itu, memimpin teman-temannya meraih dalam lomba cerdas cermat tingkat kabupaten. Bahkan mengalahkan sekolah PN Timah, sekolah favorit daerah situ.

Lintang diberi bakat luar biasa oleh Tuhan sebagai anak yang cerdas. Dia tak sempat banyak belajar, karena miskin dan harus membantu orang tuanya bekerja. Ayahnya hanyalah nelayan. Namun dia dapat menguasai semua pelajaran yang diajarkan. Bahkan masih bisa mempelajari ilmu-ilmu yang biasanya diajarkan jauh di atasnya.

Di lomba cerdas cermat bahkan dia memenangkan argumentasi dengan juri dan seorang guru SD PN Timah. Sesuatu pengetahuan yang rumit, teori Newton, bisa disederhanakan penjelasannya olehnya. Sungguh luar biasa.

Melihat hal itu, teman, guru dan orang tua murid sudah bisa melihat masa depannya Lintang. Namun ternyata orang tuanya meninggal saat berlayar mencari ikan. Karena masih menanggung adik-adiknya, dia berhenti sekolah untuk bekerja menggantikan ayahnya. Dia bahkan tak sempat menyelesaikan pendidikan dasarnya!

Kelak dia hanyalah sopir PN Timah. Meski begitu, ketika mengobrol dengannya terlihat kecerdasannya. Tapi apapun dia tetap hanyalah sopir. Bandingkan dengan Ikal. Meski tak bodoh tapi dia juga tak sepintar Lintang, nasibnya lebih baik. Karena mendapat dukungan dari orang tua dan mungkin nasib, sehingga dia bisa sekolah tinggi. Bahkan sampai kuliah di Perancis.

Kelak dia bekerja di PT Telkom. Dan masih sempat menulis novel yang larisnya memecahkan rekor penjualan buku Indonesia sepanjang masa. Royalty dari buku, film dan seminarnya mencapai milyaran. Dialah pengarang dari novel Laskar Pelangi ini.

Meski keberhasilan Ikal bisa saja karena kerja kerasnya, keuletan dan kegigihannya, namun ada faktor rezeki yang menjadi faktor kesuksesannya. Yakni kesempatan untuk bersekolah lebih tinggi lagi. Sebaliknya dengan Lintang, yang memiliki kesempatan bisa sukses namun tak dapat rezeki karena berhenti sekolah.

Karena itu bisa saja keberhasilan itu bukanlah semata-mata kerja keras, keuletan dan kegigihan tapi juga faktor rezeki. Jadi barang siapa yang sekarang mendapat kesuksesan/keberhasilan, seyogyanya untuk memberikan perhatian dan bantuan pada yang kurang sukses. Bisa saja kesuksesan itu hanyalah titipan dari Tuhan untuk yang tidak sukses. [TSA, 31/10/2010 bakda Isyak]

Related Posts

Komentar

  1. Tetap saya suka bukunya daripada filmnya. Kecuali Lord of the Rings. Kayaknya lebih keren filmnya. Hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.