FEATURES

Rahasia Rezeki (1): Warung Nasi Bebek Yang Sepi


Dua kejadian ini membuat saya berpikir. Saya yakin pemilik kedua warung tadi tetap tak mengubah polanya. Bahkan warung Nasi Pecel tetap membawa gerobak terbukanya itu. Lauk dan rasa nikmatnya masih tetap. Tapi kenapa rezekinya berubah?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Enam bulan lalu dalam perjalanan pulang kantor, saya menyadari tutupnya sebuah warung Nasi Bebek. Warung ini sebenarnya pindahan dari jalan yang sama. Mungkin hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat aslinya.

Jalan ini menghubungkan antara jalan negara (menghubungkan antar propinsi) dengan perumahan saya. Di ujung jalan ini tak hanya perumahan saya, namun banyak perumahan lain termasuk perkampungan desa. Jadi jalan ini sangat ramai, khususnya pagi hari menjelang berangkat kerja dan sore saat pulang kerja.

Di tempat yang lama, warung Nasi Bebek itu sangat ramai. Untuk membelinya, orang sampai antri. Tapi entah karena kontrakannya habis, dia pindah. Namun masih di sisi jalan itu. Di kontrakan yang baru ini sebenarnya lebih baik. Tempatnya lebih bersih, parkirnya lebih enak dan tempatnya ramai.

Namun dibandingkan dengan tempat sebelumnya, jumlah pengunjungnya berkurang. Awalnya saya kira karena para pelanggan tak tahu kepindahannya ke sini. Saya perkirakan lambat laun akan normal. Ramai seperti dulu.

Tapi ternyata tak bisa seramai dulu. Bahkan lambat laun semakin sepi. Dan akhirnya tutup. Saya jadi teringat warung lain, Nasi Pecel Kediri. Masih di jalan yang sama.

Sejak kehadirannya pertama kali sudah ramai. Kemunculannya memang unik. Warungnya ada di bak mobil terbuka. Seperti bak mobil pick up. Jadi ada 4 roda di bawahnya yang bisa dipindah-pindah.

Keramaiannya luar biasa. Untuk bisa dilayani kita menunggu paling cepat setengah jam, bahkan bisa lebih lama lagi. Istri saya pernah jengkel dengan hal ini. Setelah menunggu antri lama ternyata penjual menolak untuk melayani. Gara-gara istri hanya ingin membeli Pecel saja. Tidak sekalian nasi. Karena istri beranggapan sudah ada nasi di rumah. Mungkin penjual menolak karena yang beli banyak. Penjual menolak menjual Pecel saja.

Mungkin karena kontrakannya habis, dia pindah. Tak jauh sebenarnya. Seberangnya. Jadi sebenarnya masih terlihat dari tempat lama. Jaraknya sekitar 50 meteran.

Namun sejak kepindahannya di tempat yang baru, pembelinya sepi. Bahkan sepertinya tak ada yang beli. Padahal tempatnya lebih oke. Ada tempat duduk untuk makan di situ (yang lama tidak ada). Tempatnya lebih luas, jadi kalau antri lebih enak. Terus ada warung lain yang menyediakan masakan lain, yang satu pemilik dengan nasi pecel itu. Jadi yang beli bisa punya alternatif lain selain Pecel.

Tapi yang terjadi malah sepi. Meski sekarang sudah tidak sesepi ketika kepindahannya pertama kali, tetap tidak seramai dulu. Sampai sekarang sih masih survive.

Dua kejadian ini membuat saya berpikir. Saya yakin pemilik kedua warung tadi tetap tak mengubah polanya. Bahkan warung Nasi Pecel tetap membawa gerobak terbukanya itu. Lauk dan rasa nikmatnya masih tetap. Tapi kenapa rezekinya berubah?

Kalau pelanggannya tidak tahu lokasi barunya, rasanya tidak. Terlebih Nasi Pecel yang hanya pindah sejauh selemparan batu itu. Tak ada yang berubah. Yang berubah hanya tempat. Itu pun tak jauh.

Karena itu bagi saya rezeki adalah sesuatu yang memang ada yang mengatur. Meski kita melakukan usaha yang sama, belum tentu hasilnya sama.

Jadi, janganlah bertepuk dada bahwa keberhasilan ini hanya semata-mata karena kerja keras kita semata. Bukan pula kesuksesan semata-mata karena keuletan dan kesungguhan kita. Banyak yang lain yang sama kerja kerasnya, juga sama uletnya tapi tetap tak sesukses kita. 

Masih ada misteri lain, yang mungkin kita tak tahu sumber keberhasilan kita. Bisa saja doa orang tua, bantuan dari karyawan yang tulus, doa dari orang-orang yang disantuni dan lainnya.

Jadi tetap berusaha sambil tetap berdoa! [TSA, 12/10/2010 bakda subuh]

Related Posts

Komentar

  1. Update terbaru (2/4/2026) warung Nasi Pecel itu akhirnya juga tutup. Tulisan itu saya tulis 16 tahun lalu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.