FEATURES

Salahkah Saya Beli PS2?


Lama sekali saya menimbang jadi tidaknya beli PS2. Saya takut dampak negatifnya kepada anak saya. Namun akhirnya saya mantap membelinya. Ada alasan kuat dan terbukti bisa berdampak positif. Apa itu?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Beberapa waktu lalu (22/8/2008) sepulang kantor, saya putuskan langsung membeli Sony Play Station 2 (PS2). Memang tidak langsung memutuskan begitu saja. Tapi beberapa hari sebelumnya saya sudah menimbang-nimbang untuk membelinya. Bahkan saya sempat melakukan survey harga, baik di toko online ataupun di toko tradisional.

Tentu saja ada yang tidak setuju ketika saya utarakan ide pembelian PS2 ini. Pertama, jelas dari istri tercinta. Tentu ini hubungannya dengan budget keluarga. Namun ketika saya utarakan saya beli dengan uang sendiri (uang laki he.. he..), ya istri setuju saja. Tapi dia juga khawatir dampak negatifnya.

Ya, dampak negatifnya ini jadi keberatan yang kedua, yang akhirnya membuat lama menimbangnya. Saya takut Zidan, anak laki saya, menjadi malas belajar. Menjadi tidak suka membaca. Tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Jadi penyendiri dan hal-hal negatif lainnya.

Saya memang maniak game. Sejak beli komputer, bahkan sejak kenal komputer, saya suka fungsinya sebagai game. Bahkan beberapa kali 'melekan' sampai subuh hanya ingin menuntaskan sebuah cerita game. Dan maniaknya ini seperti menular ke Zidan. (Dia kenal komputer juga mulai dari game tepatnya dari Education Game).

Sering kita bermain bareng, bertukar informasi dan mencoba sebuah game baru. Sering pula saya sampai rela meminjamkan HP saya yang N-Gage itu, HP game Nokia. Meski saya harus ke kantor tanpa HP. Namun selama itu dia hanya main game di PC atau HP saya.

Namun beberapa waktu lalu dia mulai tahu main game di PS2. Ini terjadi pas liburan ke desa, Pare. Dia diajak sepupu-sepupunya bermain PS2. Tapi tidak sering dan lama karena harus rental, perlu biaya. Tapi sejak salah satu sepupunya memiliki PS2, dia makin suka main PS2.

Saya sendiri akhirnya juga mencobanya. Ya, dari kepunyaan keponakan itu. Sejak itulah saya mulai kesengsem dengan PS2. Jadinya kita sering membicarakan permainan PS ini. Dan meski tidak merengek-rengek, dia ingin memiliki PS2 juga. Kita janjikan pas dia sunat (dapat dari uang sumbangan he.. he..). Dia mengerti dan setuju.

Tapi setelah melihat kondisi dunia gadget game, akhirnya saya mulai menimbang-nimbang untuk membeli PS2 sekarang. Alasannya:

1. PS2 sudah diujung masa produksi.

Saat ini Sony sudah mengeluarkan lanjutan dari PS2 yakni PS3. Seperti produk-produk lain, tentu saja produk yang digantikan ini akan berhenti produksinya. Sehingga saat ini harga PS2 sudah di ujung paling murah. Kalau menunggu lebih murah lagi, barang tidak akan dijual lagi.

2. Best value PS2 tinggi.

Saat ini nilai best value PS2 sangat tinggi. Best value adalah nilai yang didapat dari uang yang dikeluarkan. Saat ini PS2 sudah bisa didapatkan dengan harga sekitar 1,5 juta. Padahal nilai yang didapatkan banyak, seperti hiburan, perekat hubungan dan lainnya (akan saya uraikan di akhir tulisan ini).

3. Support PS2 yang banyak.

Game-gamenya masih banyak dan murah harganya. 5000 rupiah untuk 1 game. Belinya mudah, kadang ada di lapak depan Indomart. Aksesoris pendukung juga banyak dan harganya terjangkau. Bandingkan dengan PS3 yang gamenya susah dan mahal harganya, 500 ribu per game. Mana tahan., Ihik-ihik.

4. PS2 adalah game console.

PS2 adalah game console. Memang sejak awal dirancang untuk main game. Di komputer kita bisa main game, namun ada batasannya tergantung spesifikasi komputernya. Sedang PS2, game itu tertera untuk PS2 ya bisa langsung dijalankan. Beberapa game PS2 bisa buat main 2 orang atau lebih. Dan yang menarik, beberapa game mengaktifkan fungsi getarnya pada stik, sehingga memberi kesan realistik ketika memainkannya. Asyik gitu.

5. PS3 yang belum siap.

Ketika saya mau beli PS2 banyak yang menyayangkan, kenapa beli barang uzur begitu. Ya, kenapa saya tidak beli PS3? Kalau beli PS1 jelas tidak, karena memang sudah tidak dijual lagi. Selain itu kualitasnya yang jauh berbeda. Untuk PS3 saya tidak mau membeli karena harganya masih mahal, sekitar 5 juta. Gamenya sendiri harus beli sekitar 500 ribu. Dan untuk maksimal TV-nya harus pakai TV LCD atau TV Plasma. Ini harganya juga tidak murah. Jadi best value-nya rendah.

Karena itu akhirnya saya mantap beli PS2. Apalagi di toko yang saya beli itu bisa pakai kartu kredit tanpa surcharge 3% seperti biasanya. Dan saya tambah semangat beli, karena ada warna selain hitam yakni silver dan putih. Hebatnya harganya sama dengan hitam! Padahal biasanya lebih mahal. Wah sudah, tanpa kelamaan nimbang langsung saya bawa tuh PS2 yang putih.

Lalu alasan apa saya membeli PS2 di luar alasan teknis di atas ?

1. Untuk hiburan.

Hiburan adalah penyeimbang hidup. Kalau tak ada hburan bisa bikin stress. Kalau stress bisa timbul banyak penyakit. Baca saja tulisan-tulisan di website saya, https://enerlifeid.blogspot.com tentang stress penyebab banyak penyakit.

2. Untuk mengisi waktu luang.

Dengan main PS2 kita jadi asyik, sehingga kita lupa dengan waktu. Jadi kalau suntuk/jenuh nggak tahu harus ngapain ya bisa main PS2. Ini ternyata berguna bagi Zidan dalam berpuasa. Bayangkan Zidan sudah puasa Maghrib di kelas 2 ini. Dan kuatnya dia puasa Maghrib terbantu dengan main game PS2.

3. Untuk keakraban.

Ini yang penting. Saya main PS2 bukan untuk menang kalah. Tapi saya main PS2 untuk menambah keakraban antara saya dan anak saya. Karena PS2 bisa multiplayer. Komputer sih juga bisa, tapi harus 2 komputer kan? Itu pun harus ngeset jaringan dulu. Dengan main bareng ini, kita bisa makin akrab karena bisa saling ledek, tertawa bareng dan lainnya. Ini membuat hubungan antara orang tua dan anak makin akrab dan erat. [TSA, 24/9/2008 Bakda Subuh]

Related Posts

Komentar

  1. Update terbaru: Entah sekarang saya menyesal atau tidak. Karena Zidan memang kecanduan game. Meski kemudian sukses tembus sekolah ikatan dinas PPI (Politeknik Penerbangan Indonesia) Curug. Jadi lulus langsung jadi ASN. Sekarang dipindahkan ke pulau Bawean dari pulau Letung selama 3 tahun.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.