Postingan

FEATURES

Tidak Berarti Yang Miskin Tidak Bersedekah - Malah Sebaliknya

Gambar
Setiap hari saya ke kantor melewati sebuah perempatan jalan kampung. Meski jalan kampung, tapi cukup padat. Karena merupakan jalan tembus ke jalan raya. Juga adanya mobil-mobil angkutan umum yang dibelokkan polisi ke jalan kampung ini dari jalan raya. Mungkin supaya bisa mengurangi kepadatan jalan raya. Di perempatan itu karena ramai dari segala penjuru, sering 'stuck'. Terkunci. Macet. Memang kadang ada polisi. Tapi sering tidak ada. Untung sekitar 3-4 bulan ini ada sukarelawan (polisi cepek/pak ogah) yang mau mengaturnya. Setiap berhasil melewati perempatan itu, maka pengguna jalan khususnya mobil akan memberikan sedikit terima kasih (uang receh) ke 'pak ogah' itu. Tapi sering saya melihat fenomena menarik. Mobil-mobil pribadi yang mewah malah jarang memberi. Tapi setiap mobil angkutan umum, bahkan sepeda motor, malah memberi. Seperti pagi tadi. Saya persis di belakang bemo, dan di depannya Honda All New CRV putih yang baru. Keren mobilnya. Saat CRV telah melewati per...

Pengalaman Unik Naik Pesawat

Gambar
(ref: sxc.hu) Kemarin saat ke Jakarta, ada 2 peristiwa unik saat naik pesawat terbang. Pertama, untuk pertama kalinya saat terbang di ketinggian, saya lihat pesawat lain beriringan. Pesawat terbang berdekatan, sehingga seperti berlomba. Sudah berapa kali saya naik pesawat, dan seringkali dekat jendela, namun saya tidak pernah melihat pesawat lain saat terbang tinggi. Kalau masih atau dekat bandara sih, ya sering yakni saat melihat pesawat lain mau take-off atau landing. Seringkali saya berpikir, meski terbang di ketinggian yang luas, pastinya pesawat juga punya jalur. Punya jalan seperti kendaraan di darat. Pastinya pernah bersalipan atau beriringan. Apalagi sekarang pesawat terbang begitu banyak dari berbagai ragam penerbangan. Namun saya tidak pernah menyaksikannya. Mungkin saya ketiduran, atau saat ada pesawat lain dekat pesawat saya, mungkin saya tidak lihat keluar. Namun kemarin saat ke Jakarta, mungkin di atas kota Kudus atau sudah masuk angkasa Jawa Tengah, saya saksikan berir...

Buat Apa Belajar Calculus Ya?

Gambar
Kadang saya merenung, dulu kita belajar susah-susah khususnya Matematika dan IPA itu buat apa ya dalam hidup kita? Tentu itu berguna bila memang kita bekerja sebagai ilmuwan, peneliti atau dosen di bidang itu. Tapi berapa banyak yang menjadi seperti itu. Kebanyakan tidak. Padahal belajar itu juga susah dan makan waktu serta energi kita. Dan mempengaruhi nilai-nilai kita, sehingga berupaya keras untuk memahaminya (yang hanya nyantol sampai ulangan/ujian saja, setelah itu hiang). Kita belajar Calculus, Sinus, Cosinus, Tangen, Tabel Kimia, Rumus Fisika & Matematika, Hukum Fisika dan lainnya. Kenapa tidak belajar ilmu yang diperlukan untuk hidup? Seperti bagaimana bisa jujur, tangguh, selalu berusaha terbaik, disiplin dan lainnya. Juga belajar membaca lafaz Al Qur'an dengan baik (mengaji), menghafal Al Qur'an dan hadits, membaca buku-buku pedoman beragama seperti Riadhus Shalihin, Bulughul Maram, Tafsir Ibnu Katsir dan lainnya. Ilmu ini tidak hanya berguna di dunia, tapi juga m...

Waktu Tersia-sia

Gambar
Sabtu lalu menjenguk seorang teman SMP yang sakit. Tapi kemarin mendapat kabar bahwa dia telah meninggal dunia. Jadi hanya berselang 6 hari. Cukup terkejut. Karena ada indikasi harapan dia untuk sembuh. Tapi takdir mengatakan lain. Kalau begini biasanya saya jadi melankolis atau sentimentil. Jadi sedih dan merenung. Apa yang terjadi dengan hidup saya. Lha, kok kebetulan kemarin itu saya dapat kiriman kata-katanya Steve Jobs, CEO Apple. Entah benar atau tidak dari Steve Jobs. Saya belum mengeceknya. Atau ada teman yang mau mengkonfirmasi? Yang jelas setelah itu, saya dapat banyak kiriman dengan tulisan sama. Berikut kata-kata Steve Jobs itu: Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan. Seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tidak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku. Kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan na...

Mengantar Anak Ke Sekolah

Gambar
Hal yang selalu saya suka di pagi hari sebelum berangkat kerja adalah: MENGANTAR ANAK KE SEKOLAH. Bahkan makin menikmatinya, seringkali saya tunggu-tunggu sejak malam sebelumnya. Saat mengantar mereka adalah waktu yang paling luar biasa untuk bercengkerama, berdekatan (naik motor), memberi nasehat, memarahi atau hal lainnya. Dan saya lihat mereka juga menyukainya. Sehingga sesaat setelah berangkat saya diam saja, anak-anak sudah protes, "Ayo Yah, bicara..." Karena itu dalam kondisi seperti ini, saya tidak mau pakai helm dan menutup muka. Karena selain dekat dan hanya lewat perkampungan, ini akan mengganggu komunikasi dengan mereka. Pagi ini saya akan merindukan hal ini... Karena meski hari ini kalender tidak merah, mereka sejak kemarin sampai Minggu akan libur. Ya, libur 4 hari, baru masuk Senin. Sedangkan saya tetap masuk seperti biasa. Btw, bagaimana dengan anak Anda? Libur atau masuk sekolah?

Memberi Contoh Dengan Membaca

Gambar
Saya barusan dari perpustakaan daerah saat jam istirahat tadi. Yakni untuk mengembalikan buku yang terlambat 5 hari dan meminjam lagi. Jujur sebenarnya banyak alasan bagi saya untuk tidak membaca. Mulai dari tidak ada waktu, sudah capek, tidak ada hubungan dengan pekerjaan dan lain-lain. Tapi saya ingin anak-anak tidak merasa hanya disuruh, tapi kita tidak melakukan. Meski aneh karena kita kan sudah bekerja, menyuruh anak-anak belajar tanpa kita sendiri belajar. Mudah untuk menyuruh atau ngomong saja tanpa memberi contoh. Maka saat saya menyuruh anak-anak belajar, maka saya membaca (nggak belajar lagi, lha wong sudah lulus, hehehe). Dengan begini anak-anak bersemangat belajar. Berbuat baik biasanya berat. Hanya ringan saat mengatakan dan menyuruh-nyuruh. Maka saya membaca saat anak-anak belajar, membuat mereka tidak merasa kita sebagai orang tua hanya mentang-mentang berkuasa dan menyuruh-nyuruh dan ngomong doang. Anda juga membaca kan? Bagaimana menurut Anda?

Rezeki atau Ujian Dari Arah Tak Disangka?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya dapat WA yang mengatakan dapat voucher belanja mini market. Awalnya saya abaikan karena takut penipuan. Tapi kok linknya valid. Oleh: Mochamad Yusuf* Ya, voucher itu dari sebuah bank BUMN. Dan websitenya yang direferensi memang website resmi dari bank tersebut. Berarti ini memang bukan penipuan. Sebenarnya masa kedaluwarsa voucher masih lama. Yakni sampai Februari 2022. Tapi daripada kelupaan atau takut kehapus kode vouchernya, saya pakai sekarang. Dan ternyata memang dapat dibelanjakan, meski cukup lama prosesnya di mini market itu. Karena petugasnya sepertinya barusan tahu program itu. Sehingga manager tokonya sampai bilang, "Ini buat belajar kita semua, Pak" sambil terus otak-atik komputernya. Karena kelamaan, saya nunggu sambil duduk-duduk di depan mini market itu. Hehehe. Untung pembelinya tidak banyak. Sepi. Karena jalan depan mini market-nya ditutup karena sedang dicor jalannya. Hal seperti ini seringkali terjadi pada saya. Beberapa waktu lalu,...

Kisah Mengharukan: BAPAK MATI SURI 15 TAHUN BISA SADAR KEMBALI | Dahsyatnya Doa

Gambar
Dalam hidup seseorang bisa saja mengalami hal yang tidak mengenakkan. Kalau bisa dihindarinya. Tapi apa daya sepertinya sudah melekat. Ada yang sudah bekerja matian-matian, tapi masih miskin juga. Ada yang bisnis bertahun-tahun, tak kunjung sukses bahkan tertimpa hutang yang banyak. Ada yang puluhan tahun berharap punya anak. Ada yang sakit sampai bertahun-tahun. Dan masih banyak kesedihan lain. Saat seperti ini timbul putus asa. Kapan Allah membalikkan keadaan ke yang lebih baik ya? Jangan putus asa. Mungkin cara berdoa kita selama ini yang masih salah. Mari kita ikuti kisah singkat yang mengharukan (sekitar 14 menitan), seorang suami dan Bapak yang mati suri karena kecelakaan. Bagaimana istrinya tak putus asa berdoa. Bahkan keajaiban itu datang lewat anaknya yang saat kecelakaan baru berumur 4 tahun. Mungkin kisah ini bisa menimbulkan harapan terhadap kesedihan, kesialan, kemurungan yang dialami sekarang. Melihat bagaimana mereka berdoa sehingga secara ajaib bisa menyadarkan orang ya...

Pengajian Tak Bikin Kenyang?

Gambar
Seorang Islamofobia mengejek Ustadz Hilmi Firdaus (UHF) dengan komentar, "Pengajian nggak bikin kenyang". UHF ini ustadz muda NU yang tetap amar ma'tuf nahi mungkar. Jadi ya banyak yang tak suka, khususnya pada kegiatan nahi mungkarnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Ejekan Islamofobia ini mengulang ejekan seorang anggota DPRD Jakarta pada Gubernurnya, "Formula E tak bikin kenyang rakyat." Dia harusnya juga mengejek pemerintah pusat, PON tak bikin kenyang, tuan rumah Asian Games tak bikin kenyang, ikut Olimpiade Tokyo tak bikin kenyang dll. Kembali ke ejekan, 'pengajian tak bikin kenyang'. Sepertinya yang memberi komentar ini bukan muslim. Karena hampir sebagian besar pengajian pasti bikin kenyang perut. Hehehe. Minimal ada snack. Bahkan ada yang sampai nasi. Ini yang membuat kenangan saya kembali ke masa kecil. Yakni saat hari Ahad. Ibu saya setiap 2 pekan selalu datang ke pengajian. Pulang selalu bawa snack yang harusnya dimakan di sana. Tapi dibawa pulang untu...

Menonton Film Bersama Zidan

Gambar
Kata Princess Merida di film animasi "Brave", takdir itu sudah ditentukan. Takdir itu terikat dengan orang-orang lain, seperti benang-benang yang tertenun menjadi kain. Kebanyakan orang pasrah dengan takdirnya. Kebanyakan orang tidak mau tahu takdirnya. Sedikit yang berani mengubah takdirnya, seperti Merida yang mau dijodohkan dengan orang tuanya ini. Tapi tidak sekedar berani mengubah takdir kalau disiapkan pengetahuan dan ketrampilan. Dan nyali tentu saja! Ini mungkin hikmah yang saya tonton dari film garapan Pixar dan Disney tadi malam. Saya tonton bareng sama Zidan di ruang tunggu dokter gigi. Saya tahu pasti akan menunggu lama dan baru ditangani dokter gigi setelah sangat larut malam. Daripada nunggu sambil ngantuk-ngantuk, lebih baik ditunggu sambil nonton film. Hehehe. Ternyata tidak sampai selesai menontonnya, sudah dipanggil masuk. Jadi dilanjutkan nonton barengnya di rumah. Ternyata setelah selesai, masih belum mengantuk. Mengantisipasi nonton seri James Bond terbar...