Postingan

FEATURES

Rahasia Rezeki (100): Misteri Perolehan Pekerjaan

Gambar
Sepulang dari rumah teman ini, saya merenung bagaimana seseorang berliku-liku mendapat rezekinya. Yakni pekerjaan. Dan juga jodoh. (Dia dapat jodoh dari teman dosen saat mengajar di PTS dulu). Oleh: Mochamad Yusuf * Saya mungkin termasuk generasi yang beruntung. Atau unik ya? Secara resmi di sekolah saya tak pernah diajarkan komputer. Ya, saya memang mengenal komputer mungkin di bangku SMP. Tapi itu lebih hanya bermain game di PC seorang teman. Lebih daripada itu tak pernah mengenal komputer lebih jauh dari hanya sekedar game. Baru semester akhir sebelum lulus kuliah belajar secara resmi tentang komputer, yakni DOS, word star dan DBASE. Tapi tetap tak berpengaruh dalam studi, karena skripsi tetap saya ketik manual dengan mesin tik. Jadi generasi saya belum hidup dalam zaman komputer di masa sekolahnya. Saya sendiri baru ‘touch’ dengan komputer saat mulai bekerja. Saat itu mulai mengenal Windows 3.11. Saat bekerja inilah saya mulai belajar komputer secara sungguh-sungguh dan mulai mengg...

Rahasia Rejeki (99): Bersedekah Bagi Keluarga Yang Kemalangan

Gambar
Namun setelah diberikan, dia bingung bagaimana dengan angsurannya. Kebingungan dan keresahan bila sewaktu-waktu ditelpon ditagih leasing mengganggu ketenangannya. Dia tak fokus dengan pekerjaannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap orang berharap selalu mendapat keberuntungan dan dijauhi dari segala kemalangan. Mereka selalu berharap dipenuhi dengan segala kemudahan, kesenangan, materi yang cukup, keluarga yang membanggakan dan kehidupan yang membahagiakan. Kalaupun belum tercapai, mereka berharap akhir dari hidup mereka adalah kebahagiaan. Seperti akhir dari setiap cerita, ‘happily ever after’. Akhirnya berbahagia selama-lamanya. Tapi tentu saja ini tak mungkin. Karena Tuhan sudah menggariskan bahwa manusia selalu diliputi dengan kesusahan demi kesusahan. Selalu ada kesedihan, demikian juga selalu ada kegembiraan. Karena itu bukan masalah kesusahan itu, namun bagaimana kita menghadapinya. Bagaimana kita berikhtiar untuk selalu mencari solusi pemecahan terhadap permasalahan itu. Ikhtiar it...

Rahasia Rezeki (98): Bersabar Mencari Rezeki (2)

Gambar
Dalam perjalanan ke Solo lancar. Namun dari Solo ke Jogja, ada pawai sehingga jalan bis merambat. Saya khawatir tiba di Jogja sudah larut malam. Dan lebih saya khawatirkan saya belum booking hotel. Oleh: Mochamad Yusuf * Ini cerita lain tentang bersabar mencari rezeki. Memang bersabar mengais rezeki itu tak jelas kapan berakhirnya. Kalau puasa, kita tahu kapan bersabarnya, karena kita sudah tahu saat berbukanya. Sehingga kita tahu berapa lama lagi harus bersabar, sebelum akhirnya kita bisa menggasak makanan favorit yang sudah disiapkan. Tapi rezeki? Ini seperti kisah seorang tukang becak di ujung gang dekat rumah lama. Pak Bambang, katakanlah begitu, seorang tukang becak yang suka mangkal di ujung gang. Lokasinya memang strategis, karena di sini banyak orang turun dari bemo dan lalu ke rumah. Biasanya yang malas untuk jalan atau rumahnya agak jauh, menggunakan becak. Karenanya di ujung gang ini biasanya mangkal 2-3 becak. Suatu waktu terasa sepi penumpang di pangkalan ujung gang itu. A...

Rahasia Rezeki (97): Bersabar Mencari Rezeki (1)

Gambar
Bapak sedih. Hari ini harus pulang dengan tangan hampa. Tak ada uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Saat sedih dan bingung harus ngomong bagaimana ke Ibu, tiba-tiba ada seseorang datang. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika Bapak pulang ke rumah dengan wajah berbinar-binar. Ibu yang tak biasa melihat wajah Bapak seperti ini saat pulang bekerja, menduga pasti dapat rezeki nomplok. Tentu rezeki nomplok bagi sopir Angguna, jenis angkutan umum di Surabaya, ya tak sebesar dibayangkan orang. Benar. Ternyata Bapak barusan dapat order carteran. Ada seorang pedagang luar Jawa yang datang ke Surabaya dan sedang melakukan pembelian grosir untuk modal dagangannya di sana (kulakan). Di Surabaya ini dia melakukan perjalanan ke pasar-pasar grosir seperti pasar Turi dan mengirimkannya ke pelabuhan rakyat di pelabuhan Kali Mas. Maka Bapak selama 2 hari ini tak bingung mencari penumpang. Cukup mengantar pedagang ini ke tempat-tempat yang diinginkan. Dan yang menggembirakan, upahnya sudah jelas dan b...

Rahasia Rezeki (96): Berpagi-Pagi Mencari Rezeki

Gambar
Aneh. Sekarang saya sadar, begitu banyak kios/toko yang menjual pulsa. Saking banyaknya, antara penjual satu dengan lainnya hanya berselisih 10 meteran. Tapi pagi ini tak ada yang buka sama sekali. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi saat bangun tidur ada sebuah SMS penting yang harus dibalas. Saat saya kirim SMS untuk menjawab SMS itu, baru sadar pulsa saya habis, karena gagal terus dikirim. Bingung beli dimana pulsa sepagi ini, saya tinggal dulu shalat Subuh. Setelah shalat Subuh dengan sepeda motor saya mencari pulsa. Saya lihat jam menunjukkan pk 05.00. Pertama saya hampiri kios pulsa depan perumahan. Tutup. Lalu bergerak ke perumahan sebelah. Saya tahu di sana ada 3 kios pulsa. Ternyata semuanya tutup. Saya bergerak ke kampung dekat perumahan tersebut. Seingat saya ada 4 kios pulsa. Ternyata juga sama tutup. Mau tidak mau saya harus ke perumahan agak jauh, tapi perumahan ini cukup besar dan elit. Di sini banyak toko. Saya tahu di sini banyak juga kios pulsa. Ternyata sama saja. Akhi...

Rahasia Rezeki (95): Ibu Adalah Kunci Rezeki Kita

Gambar
Tanpa diminta Ibu akan memperhatikan segala hal yang terkait anaknya, termasuk mendoakan kebaikan bagi anaknya. Memuliakan mereka berdua akan mendekatkan rezeki pada kita. Juga kebahagiaan. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat mendengar kuliah subuh di radio, Zidan protes. Zidan, anak saya yang duduk di kelas 5 SD saat ini, bertanya bagaimana Ibu harus dihormati (dimuliakan) lebih dulu daripada Bapaknya. Bahkan harus 3 kali tahapan, baru ke Bapaknya. Bukankah kedudukan Bapak dan Ibu sama dalam berkeluarga? Begitu argumentasi Zidan. Istri saya yang mendengar protes ini berseloroh, “Makanya harus patuh sama Bunda. Tak boleh protes dan ngambek kalau disuruh-suruh Bunda.” Hahaha, bundanya Zidan sepertinya memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari pengaruh. Zidan yang masih bingung jadi cemberut dengan perkataan bundanya ini. Jawabannya sebenarnya sudah ada dalam kuliah subuh itu. Bahwa Ibu lebih dimuliakan karena Ibu tiga kali lebih susah payah daripada Ayah saat menghadirkan kita di bumi ini. Yakn...

Rahasia Rezeki (94): Rahasia Melakukan Kebiasaan Unik

Gambar
Mengapa mereka melakukan tindakan-tindakan unik dan tak biasa seperti itu? Saya mungkin tak berkesempatan menanyakan ke Ibu yang menyapu jalan atau Bapak yang menyediakan air minum di depan rumah. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman memiliki kebiasaan yang cukup unik di akhir pekan, khususnya saat hari Sabtu libur. Memang di kantornya memiliki kebijakan hari Sabtu libur hanya tiap 2 minggu sekali. Jadi bila minggu ini hari Sabtu masuk, maka minggu depannya hari Sabtu libur. Di akhir pekan itu dia akan mengambil semua sajadah dan mukena musholla kantor untuk dibawa pulang. Bukan! Bukan dicuri atau dijual. Tapi untuk dicuci dan disterika di rumah dan dibawa kembali ke musholla kantor. Sehingga esoknya pemakai sajadah dan mukena akan membaui bau segar. Jadi beribadah menjadi lebih khusyuk. Ya, bagi saya cukup unik karena bukan tanggung jawabnya untuk mencuci sajadah dan mukena musholla kantor. Terlebih cukup banyak sajadah dan mukenanya yang harus dicuci. Ada lagi kebiasaan seorang teman...

Rahasia Rezeki (93): Rezeki Rumah Kontrakan

Gambar
Sampai lama pencarian rumah ini tak berbuah hasil. Saya mulai putus asa. Sudah puluhan rumah yang sudah didatangi, namun tak ada yang sreg di hati kita. Apa terlalu tinggi persyaratan yang kita minta? Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu jauh sebelum menikah, saya dan calon istri mencari rumah kontrakan. Rencananya setelah menikah kita langsung pindah ke rumah kita sendiri, meski masih kontrak. Jadi setelah menikah kita ingin langsung mandiri. Tak menumpang di rumah orang tua lagi. Namun meski begitu, saya ingin tak jauh dari orang tua. Mulailah saya mencari rumah yang mau dikontrakkan. Kita dibantu orang tua dan tetangga untuk mencari rumah kontrakan tersebut. Saya juga mencari informasi lewat media. Setiap ada informasi rumah dikontrakkan, kita langsung melihatnya. Namun selalu saja ada kekurangannya. Misal: rumah kontrakan itu di belakang rumah pemiliknya, jadi harus lewat gang sempit untuk sampai ke rumah tersebut. Atau kamar mandinya di luar bareng dengan penghuni rumah lain. Atau di kesem...

Rahasia Rezeki (92): Rezeki Dari Keluarga Yang Lemah

Gambar
Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur. Dan ini bertahun-tahun. Oleh: Mochamad Yusuf * Leni adalah seorang kepala laboratorium sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Saya mengenalnya sebagai orang tua dari murid les privat saya. Sewaktu kuliah saya memang mengajar privat untuk membiayai kuliah saya. Rumahnya berada di perumahan menengah atas di Surabaya Timur. Rumahnya adalah dua rumah yang berdempetan yang dijadikan satu. Jadi cukup luas. Yang dijadikan sebagai rumah utama adalah rumah yang sebelah kanan dilihat dari depan. Jadi kalau mau bertamu, ketuk pintu gerbang yang sebelah kanan. Bagaimana kalau salah masuk ke rumah yang ada di sebelah kiri? Kalau misal berhasil masuk ke rumah yang sebelah kiri, maka akan memasuki kamar tamu yang cukup aneh. Bukan kamar tamu kebanyakan. Tapi seperti suasana rumah sakit. Tampak ranjang pasien seperti kita lihat ...

Rahasia Rezeki (92): Rezeki Dari Keluarga Yang Lemah

Gambar
Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur. Dan ini bertahun-tahun. Oleh: Mochamad Yusuf * Leni adalah seorang kepala laboratorium sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Saya mengenalnya sebagai orang tua dari murid les privat saya. Sewaktu kuliah saya memang mengajar privat untuk membiayai kuliah saya. Rumahnya berada di perumahan menengah atas di Surabaya Timur. Rumahnya adalah dua rumah yang berdempetan yang dijadikan satu. Jadi cukup luas. Yang dijadikan sebagai rumah utama adalah rumah yang sebelah kanan dilihat dari depan. Jadi kalau mau bertamu, ketuk pintu gerbang yang sebelah kanan. Bagaimana kalau salah masuk ke rumah yang ada di sebelah kiri? Kalau misal berhasil masuk ke rumah yang sebelah kiri, maka akan memasuki kamar tamu yang cukup aneh. Bukan kamar tamu kebanyakan. Tapi seperti suasana rumah sakit. Tampak ranjang pasien seperti kita lihat ...