Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Beberapa waktu terakhir saya beli beberapa barang lewat online. Barang yang cukup murah. Tak sampai Rp 15.000. Bahkan ada yang kurang Rp 10.000.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Saya manfaatkan promo gratis ongkos kirim. Tidak lucu kan, kalau barangnya Rp 10.000, ongkos kirimnya Rp 20.000. Memang semua barang yang saya beli bebas ongkos kirim.
Selama ini tak masalah. Kecuali 2 produk terakhir. Pertama, beli pupuk NPK 1 kg. Tapi saat saya timbang hanya 870 gr.
Barang kedua bibit Durian. Menurut penjual yang langsung saya konfirmasi via chat, bibit yang dijual kaki 3. Ternyata yang saya terima kaki 1.
Saat saya complain, penjual enak saja bilang, "Kalau tak suka, bisa dikembalikan..".
Sebenarnya kecurangan itu tak hanya terjadi pada online. Seperti timbangan tidak beres, penjual offline banyak juga melakukan.
Maka kecurangan penjual online ini bisa merugikan image penjualan online lain. Karena pembeli bisa jadi trauma saat beli online.
Di sini ada tantangan bagi pembeli untuk cermat memilih penjual yang baik. Sebaliknya bagi penjual, meski online konsep bisnis haruslah tetap sama dengan offline. Yakni tak boleh menipu atau curang.
Dan bagi marketplace, perlu dipikirkan sebuah fitur yang bisa 'menghukum' penjual nakal. Tak sekedar dengan rating yang rendah. Agar penjual nakal tak merusak image pembekuan online.
Bagaimana menurut Anda? (TSA, 13/9/2021).
~~~ *Mochamad Yusuf dapat ditemui di http://enerlife.id
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.