Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Kemarin silaturahmi ke teman yang bergerak dalam penerbitan. Ada sesuatu yang menggelitik di pikiran saya, yang akhirnya saya tanyakan padanya.
Saat ini kan pendapatan per kapita rakyat Indonesia meningkat dalam kata lain lebih makmur. Yang terlihat di kasat mata, kalau masa libur tempat wisata dan restoran selalu ramai. Mobil-mobil terbaru selalu bermunculan di jalan raya termasuk rumah dan apartemen mewah yang laris terjual.
Lha, apa ini juga berpengaruh pada penjualan buku? Harusnya volume penjualan buku meningkat dari tahun ke tahun, karena rakyat Indonesia sekarang lebih mampu beli buku.
Dulu karena uang belum banyak, maka rakyat Indonesia lebih membeli yang lain dari buku. Apalagi tingkat pendidikan rakyat Indonesia yang meningkat.
Jawabannya cukup mencengangkan bagi saya, karena penjualan buku dari tahun ke tahun justru menurun.
Lho kok ironis? Berarti kekayaan tidak mendorong rakyat Indonesia untuk membeli buku ya?
Jadi ini memang karena faktor lain misal minat baca rendah, atau jangan-jangan kayanya orang Indonesia hanyalah semu (saya baca tulisan lain tentang ini, kapan waktu saya akan share..)?
Pendapatannya banyak, tapi pengeluarannya juga banyak (buat bayar cicilan ini-itu), sehingga kelebihannya juga tidak banyak. Begitu ya?
Btw, Anda sendiri berapa kali dalam sebulan membeli buku? Berapa budget sebulan untuk membeli buku? Bagaimana menurut Anda?
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.