Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Setelah ujian tesis, teman-teman secara guyon sudah saling memberi gelar. Bukan gelar M.Si atau M.Ikom yang itu. (M.Ikom sebenarnya gelar yang akan kita terima, namun sepertinya usul dari kampus ke pemerintah belum diajukan atau belum disetujui, sehingga masih memakai gelar lama, M.Si).
Gelar-gelar yang dijulukan ke teman itu sesuai dengan tema yang diteliti di tesisnya. Misal ada teman yang meneliti tentang pidato-pidato yang dilakukan oleh Gus Dur. Hasilnya dia dapat gelar Master of Gus Dur.
Atau ada yang dapat gelar Master of Blok Cepu karena meneliti konflik yang terjadi di daerah pengeboran minyak di daerah Bojonegoro. Daerah ini kerap dikenal sebagai Blok Cepu.
Ada yang menarik. Seorang teman meneliti tentang konflik yang terjadi di Persebaya. Umum tahu Persebaya pecah menjadi 2: Persebaya dan Persebaya 1927. Untuk ini, dia dapat gelar Master of Bonek. Hehehe. Dan banyak lagi yang lain.
Sedang saya, dapat gelar Master of Facebook. Bukan. Bukan karena saya suka Facebook mereka memberi gelar ini, tapi karena saya meneliti tentang Facebook.
Penelitian saya berangkat dari ketertarikan pada kasus Prita beberapa tahun lalu. Prita ada seorang pasien rumah sakit Omni International. Karena pelayanan yang kurang baik, maka Prita mengirim email keluhan ke 6 sahabat karibnya. Namun email ini kelak menyebar kemana-mana.
Sehingga pihak RS Omni merasa tercemar namanya. Sebagai perusahaan penyedia jasa - nama yang buruk tentu saja akan mempengaruhi citranya - sebagai pelayan kesehatan. Maka pihak RS Omni melakukan tuntutan ke Prita. Karena tuntutan inilah, maka Prita masuk penjara.
Kabar masuknya Prita ke penjara, membuat simpati publik. Timbul gerakan-gerakan di dunia online khususnya di Facebook. Aksi-aksi yang bermula dari dunia maya ini berlanjut ke dunia nyata, seperti gerakan uang receh buat Prita.
Uang receh ini dikumpulkan guna membebaskan Prita dari ancaman penjara. Aksi-aksi ini sampai menarik para pejabat pemerintah dan anggota DPR untuk datang ke penjara menjenguk Prita. Tercatat nama-nama seperti Jusuf Kalla sebagai wakil Presiden dan Megawati Soekarno Putri yang mantan Presiden.
Saya meneliti bagaimana hal itu bisa terjadi. Terlebih ada kasus yang mirip baik di dalam negeri ataupun di luar negeri seperti kasus Tunisia, kasus Mesir, kasus Cicak-Buaya, kasus Arga Tirta Kencana bahkan kasus London.
Saya tertarik meneliti ini, karena saya yakin kasus-kasus seperti ini ke depan akan semakin banyak. Ini sejalan dengan semakin ppulernya media sosial di masyarakat. Tentu saja ini bisa berdampak positif, tapi bisa juga negatif. Harapan saya, tentu saja penelitian saya membuat masukan-masukan untuk mengurangi dampak-dampak negatif tersebut.
Saya bersyukur, karena tema yang saya teliti ini adalah apa yang saya sukai dan kuasai. Saya sendiri mulai berkenalan dengan Facebook sejak 17 Nopember 2008. Jadi sudah lebih dari 3 tahun saya menekuni Facebook ini.
Seharinya saya meluangkan waktu sekitar 2-3 jam untuk bermain Facebook. Minimal satu status saya tulis di wall saya. Ini biasanya saya tulis di pagi hari, yakni setelah menunaikan shalat Shubuh.
Banyak manfaat dari Facebook ini. Salah satunya saya bisa menyambung silaturahmi dengan seorang teman karib yang telah kehilangan jejak, karena rumahnya sudah pindah keluar kota bahkan keluar pulau atau keluar negeri. Lalu mendapat banyak kenalan baru, yang sebagian mendatangkan juga rezeki bagi saya. Hehehe.
Meski begitu saya membatasi pemakaian Facebook ini. Saya berusaha jangan sampai kecanduan. Dan selalu berusaha untuk efisien menggunakan Facebook dengan cara mencari teknik-teknik baru seperti dengan menggunakan 'Facebook text' atau 'Social Media Aggregator'. Anda dapat membaca artikel-artikel saya tentang ini di blog saya yang lain, TechKnowNote.
Jadinya setelah ujian itu, saya tersenyum. Ternyata hobi bermedia sosial juga berguna untuk masa depan saya. Minimal sebagai bahan penelitian tesis saya. Hehehe.
Kini saya bertanya-tanya, jangan-jangan gelar saya yang lebih tepat adalah Master of Facebook (M.Fb) daripada Magister Sains (M.Si)? Hehehe. [PURI, 12/3/2012 bakda Dhuhur]
[BERSAMBUNG]
~~~
Tulisan iseng ini hanya memperingati, ternyata saya bisa melewati juga keprihatinan babak II ini. Tujuan tulisan ini untuk memberi semangat anak-anak saya untuk selalu belajar. Semoga kelak Zidan dan Zelda membaca tulisan ini. Tulisan-tulisan tentang ini bisa anda ikuti di serial ‘Master of Facebook’.
~~~
Foto-foto wisudanya dapat dilihat di album foto ini: Wisuda M.Si Ilmu Komunikasi, S2 Pasca Sarjana, Universitas Dr Soetomo Surabaya - 10/3/2012 | Hotel Elmi, Darmo, Surabaya.
Tapi sekarang Facebook cenderung berkurang penggunanya. Khususnya pada anak muda. Generasi tua yang masih makai.. Hehehe
BalasHapus