FEATURES

Tetris & Kekuasaan Allah


Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, yang memiliki dunia beserta isinya. Allah-lah penentu segala ketentuan. Allah yang berkuasa terhadap kehidupan.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Hari ini saya harus bersujud dan memohon ampun atas kelancanganku yang menisbikan kekuasaan-Nya. Padahal Allah jelas sekali eksak. Jelas ada. 

Saya sering mengalami kejadian seperti ini. Dan saya selalu menjadi ingat akan kekuasaan-Nya. Namun selalu setelah itu saya selalu melupakan. Saya geram akan diriku.

Sering dalam banyak kejadian, saya sering meremehkan kekuasaan Allah. Saya berpikir bahwa saya pasti dapat, meski saya tak berdoa. Hal ini banyak terjadi terlebih bila kegiatan itu sangat remeh. 

Kejadian yang paling sering dan kuingat adalah ketika saya bermain tetris. Permainan ini berusaha menata balok-balok yang tak beraturan yang jatuh untuk disusun sedemikian rupa sehinggga dalam satu barisnya utuh. Satu baris yang utuh akan mendapat poin. 

Dalam permainan ini saya merasa jago. Bahkan saya suka bermain dalam level 10. Level permainan yang bisa dibilang sulit.

Sering dalam permainan itu, saya bisa mendapat poin yang sangat tinggi. Bahkan dalam level 10 saya bisa menghabiskan hambatan dalam nilai sekecil mungkin. 

Karena kehebatan inilah, saya sering bila memulai permainan merasa yakin bisa, bahkan tanpa berdoa. Malahan saya kira, saya bisa (dan menantang Allah).

Tetapi apa yang terjadi. Selalu bila saya sombong dulu. Saya selalu kalah. Saya coba hibur diri dengan permainan berikutnya pasti saya dapat. Dan nyatanya sama saja. Dan bila kuulang, kekalahan terjadi lagi. Bila mulai putus asa, baru saya menyerah akan tantangan Allah. Ajaib saya menang.

Di sini saya termenung dan merasa bahwa berkuasa terhadap segala sesuatu, meski itu remeh dan mudah. 

Hari ini saya mengalami kejadian seperti ini. Tapi bukan permainan tetris.  

Hari masih pagi, sebelum berangkat kerja. Saya mempersiapkan diri sebelum berangkat kerja. Semua sudah siap, kecuali satu hal. Saya tidak menemukan kartu karyawan SCTV. Sudah kucari di segala tempat. Tetap tak ketemu.

Ketika saya mulai putus asa, saya berpikir bahwa hal itu jatuh di bemo. Tapi itu tidak mungkin. Karena saya ingat betul - bahkan saya ingat detil kejadian itu - saya telah memasukkan pada saku baju. 

Saya ingat karena saya kesulitan memasukkan pada saku saya, karena adanya kancing baju yang sulit dilepaskan. 

Setelah keputus-asaan timbul, saya sekali lagi kalah akan tantangan-Nya. Saya merasa Allah berkuasa atas segala nasib umat-Nya, meski itu sangat remeh nasib (Tapi bisa juga berdampak yang besar, setidak-tidaknya sangat menjengkelkan).

Sebelumnya, saya merasa akan menemukan kartu itu di saku saya. [BRAWET, 28/12/1995] 

Related Posts

Komentar

  1. Dulu punya alatnya. Sampai rusak tombolnya. Sekarang jaran main game. Sibuk..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah hadir di website kami, Enerlife Solusi Indonesia. Kami akan merespon komentar Anda secepatnya.