Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Dari sedikit yang saya ketahui dari percakapan teman-teman karyawan SCTV lainnya, baik dari satu departemen atau departemen lainnya, saya ketahui mereka sebenarnya sudah bekerja sebelumnya di perusahaan lain sebelum di SCTV. Sehingga bisa dikatakan mereka 'sudah berpengalaman'.
Pengalaman ini bisa dalam bentuk ketrampilan kerja, ketrampilan menggunakan peralatan kantor, kebiasaan di kantor, hubungan antar manusia, etos kerja, atau 'trick-trick' lain.
Sedang saya bisa dikatakan 'nol pengalaman'. Saya masih 'hijau' dalam dunia kerja ini. Maklum saya baru lulus 1,5 bulan langsung kerja. Sehingga praktis tidak punya pengalaman.
Contohnya hari ini. Saya menerima telepon, dan dari 'seberang' terdengar suara, "Sambungkan dengan 545". Lalu saya sambungkan. Ketika saya kelihatan ragu-ragu menerima telepon, Karianto mengambil alih dan sedikit bercakap-cakap dengannya, tapi kemudian putus. Sebenarnya yang di 'seberang' itu ingin ngomong dengan Bintang.
Setelah kejadian itu, saya 'ditraining' oleh teman-teman cara memakai fasilitas telepon. Seperti mengambil telepon lain, yakni dengan menekan tombol 6 (enam) lalu nomor yang ingin diambil itu. Juga diajari cara menyambungkan orang di 'seberang' pada telepon kita dengan telepon lain, yakni dengan menekan 'HOLD.'
Lalu bila kita ingin bicara dengan 'seberang' tapi tanpa mengangkat gagang telepon, kita bisa menggunakan fasilitas 'SP-PHONE'.
Lalu yang saya pelajari hal-hal lainnya dalam bertelepon ini seperti tata krama dalam bertelepon. Seperti selalu menanyakan siapa yang menelepon itu. Dan tentunya harus sopan. Kalau tidak sopan pasti tidak akan dilayani.
Masalah kesopanan kemarin saya sempat harus 'mempelajari.' Ini ketika saya mau mengabsen, saya 'cuek' saja pada para satpam yang ada di situ. Mereka memang tidak menegur, tapi saya tahu saya ditegur secara halus, yakni ditanya nama saya dan sedikit komentar.
Yang jelas saya masih harus banyak belajar. [BRAWET, 13/12/1995]
Ini telepon ada operatornya dan didukung teknologi PABX. Biasanya di perusahaan besar, dimana banyak sekali interkom antar ruang, meja dan departemen. Kalau perusahan kecil tidak ada atau tak terlalu kompleks.
BalasHapus