Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Saya pikir setiap manusia pasti mengetahui hal itu. Namun yang terjadi jauh dari hal itu. Itu semua karena manusia mempunyai gengsi.
Gengsi pada dasarnya sama dengan malu. Sabda Rasul, malu wajib dimiliki oleh setiap manusia. Bahkan malu sebagian dari iman. Ini artinya 'bermalu' adalah ibadah juga. Jadi melakukan malu atau lebih tepat dikatakan mempunyai rasa malu adalah hal yang harus kita lakukan.
Tapi malu di sini mempunyai pengertian yang positif. Malu di sini berarti segan, malas atau lebih tepat dikatakan takut untuk melakukan perbuatan dosa.
Bila mempunyai kesempatan untuk berbuat dosa, malulah pada Allah, yang memiliki dunia beserta isinya. Atau lebih ringan, malu pada diri. Bila tidak, malulah pada orang lain (bila ketahuan).
Namun malu bagi sebagian orang mempunyai batasan yang abstrak. Malu ini adalah gengsi. Gengsi berarti segan atau takut untuk melakukan sesuatu yang kiranya tidak pantas ia lakukan sesuai dengan status menurut ukuran masyarakat. Bisa jadi hal itu sangat baik, tapi bisa juga malahan melanggar aturan agama.
Jadi yang batasan adalah ukuran masyarakat, bukan dari Allah. Mereka lebih malu pada masyarakat daripada Allah. Sehingga, bila kita kembali pada awal tulisan ini, ya gengsi itu. [BRAWET, 18/12/1995]
Malu dan Gengsi tipis bedanya. Tapi besar dampak dan jaraknya..
BalasHapus