Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Saya pergi bersama-sama Bagus, Karianto dan Juli, pacarnya. Mereka juga teman seorganisasi. Jadi bukan teman sekelas, tapi masih sefakultas.
Berangkat dengan menggunakan kereta api pukul 07.32 WIB. Aneh ya, harga tiketnya Rp 1.250. Padahal kata adikku, harga tiketnya kurang dari Rp 1.000. Emang sih, ada juga keretanya yang harganya kurang dari Rp 1.000 yakni Rp 650,00. Kereta itu adalah kereta KRD. Mungkin ini yang dimaksud adikku.
Berangkatnya terlambat. Baru berangkat pk 08.00. Jadinya kereta ini akan lebih lambat tiba. Selain berangkatnya sudah terlambat, kemungkinan berhenti juga di stasiun-stasiun kecil.
Di lokasi acara bertemu dengan beberapa dosen. Tapi yang paling menggembirakan bisa bertemu dengan temen-teman kuliah. Maklum sudah lama tidak ketemu. Padahal biasanya sering bertemu. Yah sehabis lulus, teman-teman menyebar kemana-mana mencari rezeki.
Beberapa teman sudah dapat pekerjaan. Tetapi dari cerita mereka, mereka masih kurang puas. Jadi mereka masih mencari pekerjaan lain. Tetapi mana ada manusia yang puas terhadap apa yang dimilikinya. Hehehe.
Allah memisalkan hal ini dengan lembah emas untuk kenikmatan dunia. Firman-Nya bila manusia ingin satu lembah emas, dan Allah mengabulkan maka dia ingin 2 lembah emas. Bila terpenuhi juga, akan minta 3 lembah emas dan seterusnya. Hal ini akan berhenti bila sudah disumpal dengan tanah. Artinya mati.
Saya bersyukur Alhamdulillah karena mendapat keadaan seperti begini. Dan saya akan berusaha untuk meningkatkan rasa syukur ini. Selain tidak berusaha untuk selalu haus dengan kenikmatan duniawi, saya akan berusaha meningkatkan ibadah baik ibadah vertikal ataupun horizontal. Artinya saya juga meningkatkan kegiatan ke Allah, juga ke manusia. [BRAWET, 10/12/1995]
Update terakhir [17/4/2026]: Hehehe, harga tiket keretanya masih murah banget. 1.000 perak. Sekarang, Alhamdulillah, juga masih murah. Surabaya - Jombang Rp 12.000. Semoga tetap demikian. Hehehe.
BalasHapusTapi lebih nyaman daripada dulu. Bersih, sejuk ada AC, tak ada pengasong, pengamen, pengemis dll. KA Dhoho, nama kereta ini, masih sering saya naiki. Maklum ternyata saya harus sering ke sini.
Gak menyangka. Tahun 1995. Saya masih bujang. Barusan bekerja. Ternyata kelak jodoh saya dari Pare. Sehingga setelah kenal dengan istri sering lewat jalan mertuanya Karnaji di Diwek ini. Hehehe.