Postingan

FEATURES

Bersobat Kental Dengan Al Qur'an

Gambar
Dalam sebuah kesempatan pengajian sang ustadz bertanya ke hadirin. Apakah mereka pernah menyelesaikan membaca terjemahan Al Qur'an? Meski pertanyaan ini diulang-ulang, tak ada satu pun yang mengaku. Entah karena sungkan dianggap riya atau memang tak ada yang melakukan, tak seorang pun yang menjawab pertanyaan Ustadz tersebut. Oleh: Mochamad Yusuf* Dalam kesempatan lain ada Ustadz lain juga menanyakan hal ini. Kali ini ditanyakan pada audience yang lebih khusus. Yakni mereka dulu yang sekolahnya aktif di kegiatan ekstra kerohanian Islam. Dulu namanya SKI (Sie Kerohanian Islam). Kini mungkin namanya Rohis. Ternyata responnya sama. Tak seorang pun yang pernah. Padahal pertanyaan ini lebih dilakukan secara personal. Ini tentu mengagetkan ya. Bagaimana Al Qur'an adalah pedoman umat Islam, tapi tak pernah dibaca terjemahannya. Bukan mereka tak pernah membaca Al Qur'an. Mereka membaca, bahkan mereka mengkhatamkan berkali-kali. Tapi yang dibaca adalah bacaan Arabnya. Harusnya merek...

Hanya Khatam 1 Kali

Gambar
Ternyata meleset rencana menyelesaikan (mengkhatamkan) Al Qur'an beserta terjemahannya sebanyak 2 kali di bulan Ramadhan ini. Malam ini, malam ke-27, ternyata baru khatam sekali. Mungkin yang bikin terlambat karena harus baca terjemahannya. Apalagi saat membaca sebuah ayat, terus mengexplore ayat-ayat sebelumnya yang sudah dibaca. Tambah lama. Tapi jadi asyik. Karena seakan bisa membentuk kepingan puzzle petunjuk yang berserakan di Qur'an untuk keperluan kita tertentu. Ada godaan untuk khatam hanya dengan membaca Al Qur'an tanpa terjemahannya. Karena bisa lebih cepat. Tapi tanpa membaca terjemahan, maka fungsi Al Qur'an sebagai petunjuk, pemberi kabar peringatan, obat dll tak dirasakan. Memang harusnya bisa lanjut lagi dengan membaca tafsir. Sementara belum bisa, karena belum punya. Apapun meski sekali khatam disyukuri dengan makan martabak. Inginnya tahu campur. Tapi sudah habis. Dan martabak Holland pun juga sudah habis. Tak apa. Tetap disyukuri dengan apa yang ada. H...

7 Manusia Yang Selamat dari Masuk Neraka | Ceramah Bagus Ustadz AHMAD JUFRI UBAID

Gambar
Saat pengadilan akhir tiba, semua manusia berpikir akan nasibnya. Diberi kenikmatan di surga atau disiksa di neraka. Berharap ada yang memberi pertolongan (syafaat).

Beratnya Perjuangan Masuk Gontor Putra

Gambar
Mulai Selasa 13 April Pondok Modern Darussalam Gontor membuka pendaftaran sebagai santrinya. Berarti dimulailah proses seleksi yang cukup lama dibandingkan sistem pendidikan umum. Karena sekarang ada pandemi maka ada perbedaan, namun pada dasarnya hampir sama. Maka disinilah kita melihat perjuangan para pemuda dan pemudi seluruh Indonesia masuk Pondok Modern Gontor Putra. Mereka kebanyakan siswa lulusan SD. Meski ada juga yang lulusan SMP. Dan ada juga yang lulusan di atas level itu. Mari kita lihat mereka, para pemuda, berjuang masuk Gontor. Sebagian dari mereka sudah mempersiapkan beberapa waktu sebelum pendaftaran. Siang malam belajar di kota kampung halaman. Inilah permulaan perjuangan mereka menuntut ilmu. Dan bila mereka lolos masuk Pondok Gontor perjuangan ini berlanjut 4-7 tahun lagi. Selamat berjuang! Semoga sukses dan diterima Allah. https://youtu.be/KS25PrAYfOk

Apa Yang Kita Inginkan Belum Tentu Baik Bagi Kita

Senin kemarin (22/3/2021) telah diumumkan hasil seleksi SNMPTN (jalur undangan masuk PTN tanpa tes). Banyak yang senang, karena bisa jadi itu sebagian langkah menuju cita-citanya sejak kecil. Tapi lebih banyak yang sedih. Sebab bagaimanapun yang tidak lolos lebih banyak. Oleh: Mochamad Yusuf* Bagi yang sedih, itu bukanlah akhir segala-galanya menggapai cita. Masih ada jalur tulis (SBMPTN). Juga dapat masuk sekolah kedinasan (sekolah negeri diluar milik Kemendikbud dan Kemenag). Dan kadang takdir ditetapkan Allah bisa lebih baik. Seperti kisah yang dialami 2 sobat kental ini. Dua sahabat ini bertemu di sebuah SMP negeri favorit. Seringkali pulang sekolah bareng karena sejalur jalannya. Dan SMA-nya mereka diterima di SMA negeri favorit di kota itu. Sekolah yang sepertinya wajib dimasuki anak-anak pintar. Alhasil konon separuh mahasiswa fakultas kedokteran sebuah PTN favorit dari SMA itu. Kayak bedhol (pindah) sekolah saja. Mereka memiliki cita-cita yang sama. Insinyur teknik penerbangan....

Ingin Hidup Sukses & Bahagia? Rajinlah Istighfar! | Ceramah Bagus Ustadz SELAMET JUNAIDI

Gambar
Kadang manusia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Saat muda mengejar materi mengabaikan sehat. Saat tua sudah punya materi namun habis bayar sehat. Ingin bahagia namun kegiatan yang dilakukan malah bikin menderita. Ingin enak tapi ikhtiar yang dilakukan justru bikin cemas dan gelisah. Padahal Allah sudah memberi resepnya. Mudah. Cukup beristighfar. "dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat)." QS 11:3 Sayangnya untuk mau beristighfar itu yang berat. Karena agar mudah beristighfar ini butuh kondisi tertentu. Apakah itu? Kapan saja kita bisa beristighfar? Mari kita ikuti uraian Ustadz SELAMET JUNAIDI, Deputi Dakwah Ikadi Jatim dan Konselor Keluarga. Yang juga wajahnya sering kit...

Hidup adalah Perjalanan Tidak Terduga

Gambar
Tadi malam melihat film 'The Hobbit: An Unexpected Journey'. Saat melihat film ini rasanya melihat kehidupan kita. Pernahkah Anda menyadari saat malam-malam yang hening, bagaimana Anda bisa bekerja di kantor Anda saat ini? Tinggal di sebuah daerah yang jauh dari kampung halaman? Apakah Anda pernah merencanakannya bekerja dan tinggal di sana? Oleh: Mochamad Yusuf* Itu mungkin karena sebuah keputusan. Entah ikutan teman, melamar sebuah pekerjaan atau bertemu seseorang. Dan akhirnya Anda mungkin bekerja di sebuah tempat yang tidak pernah Anda bayangkan. Bahkan tinggal di tempat yang juga belum Anda bayangkan dulu. Sebuah tempat yang jaraknya mungkin cukup jauh dari rumah Ibu,kampung kelahiran Anda. Yang bisa saja itu adalah tempat akhir Anda kelak. Beberapa waktu lalu diberitakan ada seorang anak bertemu kembali dengan ibunya setelah berpisah selama 35 tahun. Dia berpisah saat masih kanak-kanak. Dan menariknya anak ini, sekarang ya sudah tua, ditemukan di pulau terpencil di kepula...

Sadar Pentingnya Berkelompok Dalam Beribadah

Gambar
Beberapa waktu terakhir saya mengikuti gerakan ODOJ (One Day One Juz). Gerakan dilakukan kelompok yang saya ikuti. Satu kelompok ditarget menyelesaikan 1 juz seharinya. Lalu 1 juz ini dibagi dalam kelompok, anggap saja 1 orang 1 lembar (2 halaman). Karena berkelompok kita saling mengingatkan dan memotivasi untuk terus membaca sesuai jatahnya. Di hari-hari normal, membaca Al Qur'an 2 halaman sehari (24 jam) bukanlah sesuatu yang berat. Namun kadang-kadang ada hari yang membuat kita sibuk. Seperti kemarin saya harus rapat kerja. Untuk lebih fokus kita sampai dikarantina di tempat tertentu. Kita bekerja non stop sampai malam. Tengah malam ketika sudah selesai, badan saya sudah terasa lelah. Saya tahu kalau di hari biasa sebelum mengikuti gerakan ODOJ, saya pasti melewatkan hari itu tanpa membaca Al Qur'an. Alasannya masuk akal: capek! Dan itu bisa diterima. Tapi saat mengikuti gerapan ODOJ, ada perasaan terus untuk menyelesaikan jatahnya hari ini. Maka dengan semangat dari teman-t...

Film 'Changeling' Seakan Membawa Amerika Dulu ke Indonesia Sekarang

Gambar
Film 'Changeling' sebenarnya adalah sebuah kisah sederhana. Bercerita tentang seorang ibu tunggal (mama single parent itu diperankan si cantik nan seksi, Angelina Jolie) yang berputra tunggal. Suatu ketika dia disuruh nglembur padahal sebenarnya libur, dia tinggalkan anaknya di rumah. Ini jadi pertemuan terakhir. Karena kemudian anaknya hilang. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat dia melaporkan ke polisi, polisinya mempersulit. Dikatakan tidak ada personil yang bisa datang. Atau menunggu 1 x 24 jam dulu sebelum polisi bergerak. Intinya polisi membuat sulit. Seperti mengikuti pepatah, kalau bisa dibuat sulit mengapa harus dipermudah. Ternyata ini karena kondisi dunia polisi di sana yang buruk. Korupsi, kolusi, mafia dan permainan kasus. Bahkan polisi memainkan permainan kasar. Bayangkan sampai ada anak yang disuruh mengaku sebagai anak yang hilang. Mana mungkin Ibu tidak mengenali anaknya? Eh, Ibunya malah disalahkan polisinya. Karena setelah 6 bulan, bisa jadi anaknya berubah dan kondi...

Lebih Baik Mondok di Pondok Pesantren Daripada Sekolah Umum?

Gambar
Sebulan lagi Insya Allah kami bertemu kembali dengan putri kami yang sedang belajar di Gontor Putri 1. Bila pulang nanti berarti kami baru berjumpa selama 1 tahun ajaran penuh. Oleh: Mochamad Yusuf* Memang pandemi ini mengubah kebiasaan kami. Dulu saat normal setiap bulan kami berkunjung ke kampusnya di Mantingan, Ngawi. Selain membayar SPP, mengirim perbekalan (makanan kecil) juga melepas rindu. Namun di masa pandemi ini, kami dilarang mengunjungi ananda. Kami maklumi demi kebaikan bersama. Kami tetap bersyukur karena dia dan teman-temannya tetap sekolah dan berkegiatan layaknya saat normal. Wajar karena mereka sudah me-lockdown sendiri. Maka betapa besar kerinduan kami pada ananda. Sehingga terakhir-terakhir kami punya kebiasaan baru. Yakni merekam pembicaraan saat ananda telpon kami. Ini tidak pernah kami lakukan saat normal dulu. Sehingga saat kami terbit rindu, kami dengarkan rekaman itu. Kami nikmati suaranya yang penuh semangat (berarti dia menikmati sekolah di sana). Kami senan...