Postingan

FEATURES

Menikmati Shalat Tarawih Sesungguhnya | Uniknya Ramadhan 2020 #7

Gambar
Uniknya Ramadhan Tahun 2020 Ini #7 Menikmati Shalat Tarawih Sesungguhnya Salah satu ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan adalah shalat Tarawih. Shalat Tarawih dilakukan setelah shalat Isyak di tempat ibadah, seperti mushollah, surau, masjid dan lainnya. Biasanya dilakukan berjamaah. Juga kadang diselipkan tauziyah untuk menguatkan iman. Bisa setelah shalat Isyak atau sebelum Witir. Namun Ramadhan tahun ini kita di minta shalat Tarawih di rumah. Tujuannya untuk ikhtiar memutus rantai penyebaran Covid-19 dan pencegahan tertular. Ini sesuatu yang tidak biasa. Sejak kecil kita terbiasa shalat tarawih di tempat ibadah kan? Demikian juga saya. Melakukan shalat Tarawih di rumah saja. Di rumah, saya berjamaah Isyak bersama keluarga. Setelah itu kita Tarawih sendiri-sendiri. Istri ingin melakukan sebagai Tahajjud sebelum Sahur. Saat itulah saya merasakan Tarawih sesungguhnya yang seperti dilakukan Rasulullah di rumah. Karena apa? Dengan melakukan sendirian, saya bebas melakukan berlama-lama ...

No Takjil With Jajan | Uniknya Ramadhan 2020 #6

Gambar
Uniknya Ramadhan Tahun 2020 Ini #6 No Takjil With Jajan Bulan Ramadhan adalah bulan mulia. Setiap muslim pasti berharap bertemu. Maka mereka mengistimewakannya. Salah satunya dengan menyediakan makanan pembuka pembatal puasa (takjil) yang istimewa. Biasanya adalah makanan ringan yang digoreng yang dikenal sebagai gorengan. Misal: pisang goreng, tahu isi, ote-ote, singkong goreng dll. Untuk itu biasanya kami sudah membeli sebelum adzan Maghrib. Saat membeli seperti ini jadi menyenangkan karena banyak orang berjualan. Sehingga dijadikan waktu penunggu Maghrib atau Ngabuburit. Namun karena adanya pandemi ini, kami mengurangi interaksi fisik. Maka Ramadhan tahun ini takjil tidak kami beli. Kami sediakan sendiri. Yakni menggoreng Frozen Food seperti Sempol, Lumpia, Tempura, Olahan Ikan, Donat, Kebab dll. Kami beli sebelum Ramadhan lalu disimpan di kulkas. Tiap hari digoreng secukupnya. Sebenarnya ini sudah kami lakukan sebelum Ramadhan sebagai sesuatu untuk mengistimewakan anak-anak yang se...

Kontak

Enerlife Solusi Indonesia Perum. Taman Suko Asri BB-9 Sidoarjo 61258 Telp. 031-787 6978 HP. 089 774455 70 WA. 089 774455 70 BBM. D3A2D519 Email: elife@enerlife.id www.enerlife.id Atau kirimkan komentar/pesan di sini: [contact-form-7 id="7435" title="Kontak"]

Kontak

Enerlife Solusi Indonesia Perum. Taman Suko Asri BB-9 Sidoarjo 61258 Telp. 031-787 6978 HP. 089 774455 70 WA. 089 774455 70 BBM. D3A2D519 Email: elife@enerlife.id www.enerlife.id Atau kirimkan komentar/pesan di sini: [contact-form-7 id="7435" title="Kontak"]

Berilah Kami Petunjuk! Sudah Datangkah Petunjuk itu? | Ceramah Ustadz Aris Gunawan

Gambar
Setiap saat kita mohon kepada Allah SWT petunjuk jalan yang lurus. Sudah sewajarnya, karena sebagai manusia yang sudah diberi misi oleh Allah sebagai khalifah di bumi perlu bimbingan langsung dari pemberi tugas. Tentunya ini sebagai upaya agar tugas terlaksana dengan baik. Sehingga saat menghadap kembali 'Sang Boss', berani menengadahkan kepala dan bilang, "Mission accomplished, Sir!" Sebenarnya secara resmi kita meminta petunjuk ini minimal 17 kali sehari. Yakni di ayat ke-6 Al Fatihah yang kita sebut dalam setiap rakaat shalat. Jadi sesungguhnya sudah ribuan mungkin jutaan kali kita meminta hal ini pada Allah SWT sejak kita mulai shalat di waktu kecil. Namun kenyataannya kita seringkali bingung dalam hidup. Seperti tersesat tidak tahu arah. Tidak tahu arah yang benar. Sehingga seringkali bimbang dan 'down'. - Sebenarnya apa yang dimaksud dengan jalan yang lurus itu? - Apakah Allah sudah memberi petunjuk jalan yang lurus itu pada kita? - Dimanakah petunjuk ja...

Komplit Pakai Telur | Uniknya Ramadhan 2020 #5

Gambar
Uniknya Ramadhan Tahun 2020 Ini #5 Komplit Pakai Telur Sudah sekitar 6 bulan terakhir kami di rumah hanya berdua. Sebenarnya kami berempat. Zidan anak Sulung dan Zelda anak bungsu. Lalu 1,5 tahun lalu Zelda mondok di Gontor Putri 1 di Mantingan, Ngawi. Berarti kami bertiga. Setahun kemudian Zidan kakaknya kuliah di Politeknik Penerbangan Indonesia di Curug. Sejak itu kami berdua saja di rumah. Yang biasanya ramai jadi sepi. Kadang timbul rasa rindu. Kadang saat-saat sholat menitikkan air mata, saking rindunya. Ihik-ihik. Namun saya pegang ucapan Kyainya Zelda, KH Hasan Abdullah Sahal. "Menuntut ilmu itu adalah jihad. Lebih baik kita berkalang air mata karena berpisah, daripada nanti berkalang air mata karena penyesalan tidak menyiapkan pendidikan terbaik bagi anak kita," kata beliau. Ya, pendidikan Islam secara pondok yang terbaik menurut saya ya Gontor. Sedangkan terbaik di penerbangan ya di Curug. Maka mau tidak mau mereka harus meninggalkan rumah di Sidoarjo. Saat ini kar...

Berharap Menuntut Ilmu Di Negeri Orang

Gambar
Tadi malam sampai larut saya tonton Youtube live bertajuk 'Tajammuk Pendidikan: From Pesantren To The World'. Sebuah kegiatan daring yang dihelat para alumni Gontor dari seluruh dunia. Mereka menceritakan perjalanannya bagaimana sampai ke negeri seberang untuk menuntut ilmu. Ada yang di Australia, Perancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Cina, yang dekat Malaysia, Arab Saudi. Dan lainnya. Beberapa Ustadz Gontor tampil seperti Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Dr Hamid Fahmy Zarkasyi. Lalu ada tokoh-tokoh nasional seperti Prof Din Syamsuddin. Dan tentu saja para alumni Gontor yang sedang menuntut ilmu di berbagai negara. Tujuan kegiatan ini disamping reuni dan silaturahim di hari yang Fitri adalah memberi motivasi dan inspirasi. Juga tips dan kiat menembus berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Termasuk cara mendapatkan beasiswa. Begitu menariknya acara ini yang nonton secara live sudah tembus 3.000. Di beberapa pondok pesantren sampai diadakan nonton bareng. ...

Istiqamah Membaca Al Qur’an Beserta Terjemahannya - Hikmah Uniknya Ramadhan 1441/2020 #1

Gambar
Hari ini 1 Syawal. Berarti berakhirlah bulan Ramadhan. Sebuah bulan suci yang punya banyak keistimewaan. Salah satunya dilipatgandakan pahala untuk sebuah amal kebajikan. Namun bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya (lihat serial tulisan 'Uniknya Ramadhan Tahun 2020 Ini'). Bagi kebanyakan orang, Ramadhan tahun ini tidak berkesan. Datar. Berlalu seperti bulan-bulan lainnya. Bisa jadi. Karena di bulan Ramadhan ini banyak hal yang jadi kebiasaan tapi tidak terjadi di tahun ini. Misal ramainya tempat ibadah setelah shalat Isyak untuk melakukan shalat tarawih. Atau ramainya orang membaca Al Qur’an secara bersama-sama. Atau buka puasa bersama baik di tempat ibadah atau restoran. Dan masih banyak lagi. Namun bagi saya pribadi ada beberapa hikmah yang bisa saya petik (saya tulis sebagai serial, maka bisa diikuti di http://enerlife.id). Yakni tidak mustahil untuk membaca Al Qur'an beserta terjemahannya tuntas dalam sebulan. Ramadhan tahun ini terbukti bisa. Kunci...

Aktualisasi Nilai Puasa Ramadhan pada Kehidupan Sehari-hari - Ceramah Lucu Ustadz Drs. Sam'un, MAg

Gambar
Serial Ayat Hari Ini: Bencana/Rahmat #16 Aktualisasi Nilai Puasa Ramadhan pada Kehidupan Sehari-hari - Ceramah Lucu Ustadz Drs. Sam'un, MAg Bulan Ramadhan sudah usai. Hari ini sudah hari kedua bulan Syawal. Selama sebulan penuh kita berpuasa. Banyak hal yang sudah kita tingkatkan saat Ramadhan lalu. Seperti shalat malam, membaca Al Qur'an, bersedekah dan lainnya. Dari bulan Ramadhan lalu banyak nilai-nilai yang ditanam dan dibangun oleh kita. Bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut setelah bulan Ramadhan usai? Bagaimana agar kadar iman kita yang sudah dibangun di Ramadhan lalu tetap bertahan seterusnya sampai Ramadhan lagi? Mari simak kajian yang penuh humor oleh Ustadz Drs. Sam'un, MAg di sini. https://youtu.be/Q0y8bj5OY_U Selamat memulai aktivitas di pekan ini. Selamat berbahagia merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta. Semoga Allah tetap mencurahkan kesehatan pada kita dan mencegah marabahaya yang mengancam. Jaga kesehatan ya! Semoga amalan dan puasa kit...

Tidak Ramainya Pantauan Arus Mudik | | Uniknya Ramadhan 2020 #4

Gambar
Uniknya Ramadhan Tahun 2020 Ini #4 Tidak Ramainya Pantauan Arus Mudik Hari ini Insya Allah terakhir kita berpuasa. Tapi bagi saya tidak terasa. Karena biasanya di akhir Ramadhan, kami mulai monitor media massa untuk memantau arus mudik. Sebenarnya kalau saya pribadi saya tidak perlu memantau arus mudik. Lha seringkali mudik. Karena orang tua di Surabaya, saya di Sidoarjo. Hehehe. Maka sejak dulu kami mudik H+1, setelah lebaran. Yakni ke Pare, Kediri. Kampung halaman istri. Meski kedua mertua sudah meninggal dunia. Namun kakak dan kerabat banyak di sana. Terus biasanya saya balik duluan karena mudik ke Probolinggo bersama keluarga Surabaya. Terus jemput balik keluarga di Pare untuk kembali ke rumah. Kita monitor pantauan arus mudik karena ikut bahagia dengan para pemudik yang akan berkumpul bersama kerabat di kampung halaman. Dan pagi ini saya coba monitor radio. Ternyata tidak ada program pantauan arus mudik. Maka tahun ini di radio tidak ada laporan pandangan mata dari berbagai kota ...