Postingan

FEATURES

Berkunjung ke Sentra Produksi Senapan Angin

Gambar
Hari Minggu, 22 Maret 2015 lalu saya berkesempatan mengunjungi sentra produksi senapan angin di Pare. Lokasinya sebenarnya dekat dengan alun-alun. Ancar-ancarnya dekat alun-alun ada kantor pos. Di sampingnya ada jalan. Jalan itu namanya jalan Slamet. Di ujung jalan itulah sentra produksinya. Juga jalan yang dihubungkan jalan Slamet. Di ujung jalan itu ada nama Brama Asta. Yang pionir adalah Bramasta. Tapi keduanya konon masih saudara. Kalau saya mengunjungi Raka Sport. Lokasinya juga di hampir ujung jalan Slamet. Saya mencoba, sebenarnya hanya memegang-megang saja, beberapa senapan angin. Bentuknya keren-keren. Bahkan seperti menyerupai senjata sniper senapan angin. Berikut foto-foto saya saat berkunjung ke sentra produksi senapan angin Raka Sport. (ref: dok. pribadi) (ref: dok.pribadi)

Selamat Datang SMPIT Al Azhar Jaya Indonesia, Bekasi

Gambar
Mulai 14 Maret 20 siswa SMPIT Al Azhar Jaya Indonesia, Bekasi belajar bahasa Inggris di Pareku, Kampung Inggris. Mereka selama lebih dari 10 hari tinggal di daerah pedesaan yang asri dan alami sambil belajar cas cis cus. Tentu saja tak ketinggalan berwisata sekitar Pare. Untuk menikmati itu semua, tak membutuhkan banyak biaya. Memang belajar bahasa Inggris di Pareku, Kampung Inggris sangat menyenangkan. Anda tidak mencobanya juga?

Wireless Router 3G [3]: Game Bareng, Internet Bareng

Gambar
TP Link TL-WR340G, kecil dan murah tapi handal! Untungnya saya dapat rejeki sebuah laptop lagi. Karena itu adiknya Zidan, Zelda, bisa main game bareng. Selama ini dia merengek-rengek minta main game bareng. Kalau sudah merengek banget, biasanya saya mengalah. Tapi saya juga ingin main game sebenarnya. Dengan adanya laptop baru, sehingga kita bertiga dapat main game bareng. Tapi sebentar, ada masalah... kalau bertiga bagaimana bisa main game bareng? Oleh: Mochamad Yusuf* Saya suka main game. Tapi sekarang sudah tidak segila dulu waktu masih bujang atau belum punya anak. Hehehe. Dulu saat bujang, saya betah di kantor karena bisa main game bareng sama teman-teman kantor. Sepulang kantor kita pasti main game bareng. Game-game multiplayer seperti ‘Need for Speed’, ‘Quake’, ‘Counter Strike’ menjadi favorit kita. Terlebih di malam Minggu bisa sampai subuh. Hehehe. Di rumah juga. Saat masih belum punya anak atau sudah punya anak pertama tapi masih bayi, saya juga bisa main game sampai Subuh. ...

Asyik dengan Judika di Udara

Kemarin saya berangkat ke Jakarta lewat bandara Juanda Terminal 2. Ini pertama kalinya saya menggunakan terminal ini sejak dibangun kembali. Ternyata bila naik Garuda meski tujuan domestik, ya lewat terminal ini. Karena itu saya kemarin kecele, saya pikir terminal 2 yang baru ini hanya tujuan internasional. Makanya kemarin saya ke terminal 1. Untung masih keburu pesawatnya. Naik Garuda, saya jadi ingat saat awal-awal tahun 2000-an saat naik pesawat. Saat itu saya sering naik pesawat seperti Star Air, Kartika Air dan lainnya. Waktu itu rasanya belum ada Lion Air atau Air Asia. Saat masuk Garuda kemarin, ada koran yang bisa dipilih untuk dibaca. Lalu ada kotak snack yang isinya 2 kue dan air mineral. Lalu masih ditawari minuman oleh pramugari. Bia memilih kopi atau teh yang hangat. Atau susu dan jus lainnya bila tidak ingin minuman hangat. Tempatnya cukup lapang, sehingga agak nyaman. Yang membedakan dengan pesawat-pesawat jaman dulu ada multimedia di depan kita. Lewat monitor dan head...

Wireless Router 3G [2]: Egois Menggunakan Internet Sendiri

Gambar
(ref: infozguide.com) Dihitung-hitung kalau sebulan paket data sudah Rp 35.000, belum pulsa untuk telpon dan SMSnya. Anggap saja sebulan Rp 25.000, maka sebulan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 60.000. Bila di rumah ada 3 ponsel pintar maka pengeluaran sebesar Rp 180.000. Cukup besar juga! Oleh: Mochamad Yusuf * Saat ini hal yang jamak kalau seseorang memiliki ponsel pintar (smartphone). Kalau dulu adalah barang mewah, sehingga tidak semua orang memilikinya. Namun sejak adanya OS Android, harga ponsel pintar sama murahnya dengan ponsel biasa (feature phone). Dengan harga Rp 500.000 contohnya sudah dapat memiliki ponsel pintar dengan lebar layar 4 inch. Lalu apa bedanya kalau menggunakan ponsel pintar? Dengan ponsel pintar, kita bisa mengurang atau menambah aplikasi di ponsel kita. Apalagi dengan dukungan memori eksternal, sehingga batasannya hanya memori. Salah satu yang sering diinstall alias aplikasi wajib adalah Facebook, BBM dan WhatsApp. Facebook adalah aplikasi sosial media, b...

Wireless Router 3G [1]: Awal Mula Bertemunya

Gambar
Seperti inilah wireless router 3G yang pertama saya kenal. Ini saat mengerjakan proyek di sebuah klien. Suatu ketika kantor mendapatkan proyek aplikasi. Namun klien meminta dikerjakan di tempatnya. Aduh... Timbul kekhawatiran tidak ada jaringan dan koneksi internet di tempat klien. Padahal kita bekerja secara tim, sekitar 7 orang, dan memerlukan koneksi internet untuk mencari bahan referensi saat membuat aplikasi tersebut. Oleh: Mochamad Yusuf * Apa sebenarnya wireless router 3G itu? Wireless router 3G itu adalah router. Router adalah sebuah alat yang berfungsi membagi koneksi dari jaringan luar ke jaringan dalam dan sebaliknya. Seperti kata dasarnya route, maka router ini mengatur dan membagi jalan bagi pengguna dalam berbagi koneksi data. Tentu di sini bisa pula koneksi internet. Jadi dengan router ini, router mengambil koneksi internet dari luar, misal ISP atau operator seluler, dan membaginya ke komputer yang ada dalam jaringan itu. Dan sebaliknya. Lalu apa wireless itu? Wire ada...

Mana Kota Aman dan Tidak Aman? Mana Penerbangan Aman dan Tidak Aman?

Tadi pagi saya mendengar sebuah laporan pendengar di sebuah radio swasta di Surabaya. Pendengar ini tinggal di kota Paris, Perancis. Meski begitu masih loyal dengan radio ini, sehingga masih mau memberi kabar ke radio ini. Dia mengabarkan kota Paris saat ini dinyatakan oleh pemerintah setempat dalam status gawat yang paling tinggi. Dia mewanti kalau tidak ada keperluan penting agar tidak ke Paris khususnya daerah Ellyse (?). Situasi genting di sana sekarang. Jadi Paris aman ya? Saya teringat kabar beberapa waktu lalu, pemerintah AS memberi status kota Surabaya sebagai kota tidak aman, dan mewanti-wanti warganya untuk tidak ke kota Surabaya. Bu Risma tidak percaya dengan wanti-wanti ini. Dan Wapres Jusuf Kalla tidak peduli dengan peringatan pemerintah AS ini. Jadi Surabaya kota tidak aman ya? Tentu kita tidak bisa menjamin sebuah kota aman atau tidak aman. Tapi kita bisa mengantisipasi sebagai kota aman atau tidak. Seperti kota Surabaya saat ini menjadi sorotan utama warga Indonesia dan...

Memutus Kecanduan Anak pada Gadget

Gambar
Saya tahu keputusan ini tidak populer di mata Zidan, ini terlihat langsung saat dia bersungut-sungut saat saya mengatakan demikian. Entah, keputusan saya ini benar atau tidak... nanti mungkin bisa dievaluasi lagi.

Mengalami Perasaan Ganjil

Hari Sabtu kemarin mengalami sebuah perasaan aneh. Hari itu saya ke sekolahnya Zidan untuk mengambil raport. Di sekolah SMP 12 Surabaya, saya kebingungan dimana mengambil raportnya. Karena di kelasnya, kosong tidak ada pembagian raport. Saat bingung, saya lihat seorang guru. Ya Allah, dia guru saya. Tetap masih mengajar di sini. "Bu Etty," panggil saya. "Iya? Kelas berapa putranya? " tanyanya membantu saya. "8E," jawab saya. "Oh, saya nggak tahu, " jawabnya. "Di sana, Pak," jawab seorang Bapak yang sepertinya tahu kebingungan saya. Saya mengangguk pada Bapak itu. Dan bu Ety melanjutkan langkahnya. "Bu Etty, " panggil saya lagi. Dia berhenti dan menoleh ke saya. Dia tampak bingung, kok saya memanggil lagi. Sekarang saya mendekatinya. "Saya murid Ibu," saya menjelaskan. "Oh..., " dia mengerti panggilan saya. Mulailah kita bercakap-cakap. Saya jadi tiba-tiba merasa aneh. Dia guru saya waktu sekolah SMP, ...

Mengejar Target Tahun Ini Dengan Asus Fonepad

Kurang 10 hari lagi, maka hari sudah berganti tahun. Melakukan sedikit evaluasi terhadap resolusi apa yang belum saya dilakukan tahun ini. Ternyata sama dari tahun ke tahun! Ternyata sejak tahun 2010, saya tidak menelurkan buku baru. Praktis selama 4 tahun, saya mengulangi sebagai resolusi baru. Kalau dicari sebabnya, bisa ditemukan berbagai alasan yang logis. Tapi saya tidak perlu alasan, tapi bukti. Ya, tidak mungkin mengejar target resolusi tersebut dengan meluncurkan buku dalam waktu 10 hari. Tapi minimal saya harus menyelesaikan naskah buku yang final di tahun ini. Juga memulai penulisan novel. Untuk itu, saya berpikir untuk membeli tablet PC lagi. Setahun lalu saya memilikinya, dan jadi produktif dengan banyak menulis. Jadi terbukti memiliki tablet bisa produktif. Beruntung akhir tahun ini, saya mendapat rejeki. Maka mulai Jumat kemarin, Asus tablet Android sudah di tangan. Beberapa hari masih tuning dan setting, Insya Allah Senin besok sudah siap Asus Fonepad 7 FE370CG ini. Tern...