Postingan

FEATURES

Wireless Router 3G [2]: Egois Menggunakan Internet Sendiri

Gambar
(ref: infozguide.com) Dihitung-hitung kalau sebulan paket data sudah Rp 35.000, belum pulsa untuk telpon dan SMSnya. Anggap saja sebulan Rp 25.000, maka sebulan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 60.000. Bila di rumah ada 3 ponsel pintar maka pengeluaran sebesar Rp 180.000. Cukup besar juga! Oleh: Mochamad Yusuf * Saat ini hal yang jamak kalau seseorang memiliki ponsel pintar (smartphone). Kalau dulu adalah barang mewah, sehingga tidak semua orang memilikinya. Namun sejak adanya OS Android, harga ponsel pintar sama murahnya dengan ponsel biasa (feature phone). Dengan harga Rp 500.000 contohnya sudah dapat memiliki ponsel pintar dengan lebar layar 4 inch. Lalu apa bedanya kalau menggunakan ponsel pintar? Dengan ponsel pintar, kita bisa mengurang atau menambah aplikasi di ponsel kita. Apalagi dengan dukungan memori eksternal, sehingga batasannya hanya memori. Salah satu yang sering diinstall alias aplikasi wajib adalah Facebook, BBM dan WhatsApp. Facebook adalah aplikasi sosial media, b...

Wireless Router 3G [1]: Awal Mula Bertemunya

Gambar
Seperti inilah wireless router 3G yang pertama saya kenal. Ini saat mengerjakan proyek di sebuah klien. Suatu ketika kantor mendapatkan proyek aplikasi. Namun klien meminta dikerjakan di tempatnya. Aduh... Timbul kekhawatiran tidak ada jaringan dan koneksi internet di tempat klien. Padahal kita bekerja secara tim, sekitar 7 orang, dan memerlukan koneksi internet untuk mencari bahan referensi saat membuat aplikasi tersebut. Oleh: Mochamad Yusuf * Apa sebenarnya wireless router 3G itu? Wireless router 3G itu adalah router. Router adalah sebuah alat yang berfungsi membagi koneksi dari jaringan luar ke jaringan dalam dan sebaliknya. Seperti kata dasarnya route, maka router ini mengatur dan membagi jalan bagi pengguna dalam berbagi koneksi data. Tentu di sini bisa pula koneksi internet. Jadi dengan router ini, router mengambil koneksi internet dari luar, misal ISP atau operator seluler, dan membaginya ke komputer yang ada dalam jaringan itu. Dan sebaliknya. Lalu apa wireless itu? Wire ada...

Mana Kota Aman dan Tidak Aman? Mana Penerbangan Aman dan Tidak Aman?

Tadi pagi saya mendengar sebuah laporan pendengar di sebuah radio swasta di Surabaya. Pendengar ini tinggal di kota Paris, Perancis. Meski begitu masih loyal dengan radio ini, sehingga masih mau memberi kabar ke radio ini. Dia mengabarkan kota Paris saat ini dinyatakan oleh pemerintah setempat dalam status gawat yang paling tinggi. Dia mewanti kalau tidak ada keperluan penting agar tidak ke Paris khususnya daerah Ellyse (?). Situasi genting di sana sekarang. Jadi Paris aman ya? Saya teringat kabar beberapa waktu lalu, pemerintah AS memberi status kota Surabaya sebagai kota tidak aman, dan mewanti-wanti warganya untuk tidak ke kota Surabaya. Bu Risma tidak percaya dengan wanti-wanti ini. Dan Wapres Jusuf Kalla tidak peduli dengan peringatan pemerintah AS ini. Jadi Surabaya kota tidak aman ya? Tentu kita tidak bisa menjamin sebuah kota aman atau tidak aman. Tapi kita bisa mengantisipasi sebagai kota aman atau tidak. Seperti kota Surabaya saat ini menjadi sorotan utama warga Indonesia dan...

Memutus Kecanduan Anak pada Gadget

Gambar
Saya tahu keputusan ini tidak populer di mata Zidan, ini terlihat langsung saat dia bersungut-sungut saat saya mengatakan demikian. Entah, keputusan saya ini benar atau tidak... nanti mungkin bisa dievaluasi lagi.

Mengalami Perasaan Ganjil

Hari Sabtu kemarin mengalami sebuah perasaan aneh. Hari itu saya ke sekolahnya Zidan untuk mengambil raport. Di sekolah SMP 12 Surabaya, saya kebingungan dimana mengambil raportnya. Karena di kelasnya, kosong tidak ada pembagian raport. Saat bingung, saya lihat seorang guru. Ya Allah, dia guru saya. Tetap masih mengajar di sini. "Bu Etty," panggil saya. "Iya? Kelas berapa putranya? " tanyanya membantu saya. "8E," jawab saya. "Oh, saya nggak tahu, " jawabnya. "Di sana, Pak," jawab seorang Bapak yang sepertinya tahu kebingungan saya. Saya mengangguk pada Bapak itu. Dan bu Ety melanjutkan langkahnya. "Bu Etty, " panggil saya lagi. Dia berhenti dan menoleh ke saya. Dia tampak bingung, kok saya memanggil lagi. Sekarang saya mendekatinya. "Saya murid Ibu," saya menjelaskan. "Oh..., " dia mengerti panggilan saya. Mulailah kita bercakap-cakap. Saya jadi tiba-tiba merasa aneh. Dia guru saya waktu sekolah SMP, ...

Mengejar Target Tahun Ini Dengan Asus Fonepad

Kurang 10 hari lagi, maka hari sudah berganti tahun. Melakukan sedikit evaluasi terhadap resolusi apa yang belum saya dilakukan tahun ini. Ternyata sama dari tahun ke tahun! Ternyata sejak tahun 2010, saya tidak menelurkan buku baru. Praktis selama 4 tahun, saya mengulangi sebagai resolusi baru. Kalau dicari sebabnya, bisa ditemukan berbagai alasan yang logis. Tapi saya tidak perlu alasan, tapi bukti. Ya, tidak mungkin mengejar target resolusi tersebut dengan meluncurkan buku dalam waktu 10 hari. Tapi minimal saya harus menyelesaikan naskah buku yang final di tahun ini. Juga memulai penulisan novel. Untuk itu, saya berpikir untuk membeli tablet PC lagi. Setahun lalu saya memilikinya, dan jadi produktif dengan banyak menulis. Jadi terbukti memiliki tablet bisa produktif. Beruntung akhir tahun ini, saya mendapat rejeki. Maka mulai Jumat kemarin, Asus tablet Android sudah di tangan. Beberapa hari masih tuning dan setting, Insya Allah Senin besok sudah siap Asus Fonepad 7 FE370CG ini. Tern...

Mengejar Target Tahun Ini Dengan Asus Fonepad

Kurang 10 hari lagi, maka hari sudah berganti tahun. Melakukan sedikit evaluasi terhadap resolusi apa yang belum saya dilakukan tahun ini. Ternyata sama dari tahun ke tahun! Ternyata sejak tahun 2010, saya tidak menelurkan buku baru. Praktis selama 4 tahun, saya mengulangi sebagai resolusi baru. Kalau dicari sebabnya, bisa ditemukan berbagai alasan yang logis. Tapi saya tidak perlu alasan, tapi bukti. Ya, tidak mungkin mengejar target resolusi tersebut dengan meluncurkan buku dalam waktu 10 hari. Tapi minimal saya harus menyelesaikan naskah buku yang final di tahun ini. Juga memulai penulisan novel. Untuk itu, saya berpikir untuk membeli tablet PC lagi. Setahun lalu saya memilikinya, dan jadi produktif dengan banyak menulis. Jadi terbukti memiliki tablet bisa produktif. Beruntung akhir tahun ini, saya mendapat rejeki. Maka mulai Jumat kemarin, Asus tablet Android sudah di tangan. Beberapa hari masih tuning dan setting, Insya Allah Senin besok sudah siap Asus Fonepad 7 FE370CG ini. Tern...

Zelda Dapat Penghargaan

Kemarin adalah hari terakhir Zelda masuk sekolah. Mulai hari ini sampai tahun depan dia libur kenaikan kelas. Dua minggu liburnya. Asyiiik. Sepertinya kemarin tidak ada pelajaran. Hanya upacara atau sebangsanya. Karena saat saya pulang, saya lihat ada map plus PIN di bufet dekat TV. Zelda sudah tidur. Malamnya setelah tenang, saya buka map. Ternyata di dalamnya ada piagam. Piagam itu untuk Zelda menyatakan meraih penghargaan sebagai “Student Profile of Though”. Dan PINnya ada tulisan yang sama. Gambarnya orang mengangkat barbel. Ya, sekolah anak saya mengembangkan 10 sikap yang harus dimiliki oleh siswanya. Harapannya saat lulus mereka memiliki 10 sikap ini dengan kuat. Sikap tersebut adalah: Taqwa, Thinker, Responsbility, Though, Independent, Discipline, Creative-Innovative, Communicator, Pro active dan Patriotic. Dan Zelda meraih penghargaan sebagai siswa terbaik di kelasnya dalam sikap ‘Though’ ini. Though ini menurut sekolah anak saya berarti mempunyai kemampuan untuk berdaya tahan...

Rejeki Makan Gado-Gado dan Saridele

Tadi waktu mau Jumatan, di depan masjid ada rombong Gado-gado. Di depannya tertulis “Paket Special: Rp 5.000 dapat Gado-gado plus minum Saridele. Persediaan terbatas. Beli kupon di Remas” Saya ragu beneran nggak sih? Karena biasanya tidak ada. Selesai Jumatan, saya lihat tidak ada yang beli. Ragu, saya dekati rombong Gado-gado ternyata memang betul. Saya beli kupon lewat seorang remas kecil (ya, mungkin masih duduk di bangku SD atau maksimal SMP). Saya lihat penjualnya baru menjual 1 piring. Ternyata memang orang-orang masih ragu seperti saya, betul apa nggak. Saat makan, saya lihat antrian semakin banyak. Syukur, saya tadi langsung bertindak. Mungkin orang-orang yang tadinya ragu, karena banyak yang beli akhirnya ikutan beli. Ya, siapa yang nggak tergiur...? Uang Rp 5.000 dapat sepiring Gado-gado (porsinya malah lebih banyak kalau dijual normal) plus sekantong susu Saridele berbagai rasa. Mantab...! Tapi, saya jadi malu. Saya tidak menyumbang masjid, malah masjid menyubsidi makan sian...

Lupa dengan Kampung Halaman

Masa kecil Ibu saya di Probolinggo. Dulu waktu saya kecil, kalau ada kesempatan, misal: saat liburan sekolah, saya diajak ke rumah orang tuanya (kakek nenek). Meski kadang lama tinggal di sana karena liburan panjang sekolah itu, saat mau pulang Ibu tetap sedih dan terharu. Saat menunggu bis di halte yang diantar seluruh keluarga, saat itulah berat untuk meninggalkan kampung halaman. Saya lihat kadang mata Ibu berkaca-kaca. Kini saat saya dewasa justru kita lebih sering ke Probolinggo. Kalau waktu kecil paling liburan sekolah dan lebaran, sekarang bila ada hajatan kita juga kerap datang. Apalagi tidak repot naik kendaraan umum. Terakhir saat mengantarkan Ibu, berdua di mobil saat pulang, saya bertanya apakah berat meninggalkan kota Probolinggo? Saya tahu dulu waktu saya kecil merasakan perasaan Ibu demikian. “Tidak,” kata Ibu. “Sudah tidak ada perasaan itu lagi. Saya sudah lebih lama tinggal di Surabaya daripada di Probolinggo. Surabaya sudah kampung halaman saya. Bukan Probolinggo.” Be...