Postingan

FEATURES

Solution for Damaged Road Is Simple

Gambar
I believe the governments that have policy related road maintenance know this. But the question is, why not run? Is it because the cost of making sewers pave more expensive than maintenance road? Or maybe the part goverment which deals with the manufacture and filling gutters is different. I do not know ... Oleh: Mochamad Yusuf* Waktu ke Jakarta minggu kemarin, saya lewat sebuah jalan dekat gereja Katedral di Jakarta. Lokasinya depan stasiun Gambir. Saya tidak ingat nama jalannya. Yang jelas jalan itu satu jalur. Jadi seharusnya tidak jauh dari istana Presiden. Mungkin hanya beberapa kilometer. Jalannya rusak parah. Lubang-lubang banyak ditemukan di jalan tersebut. Mobil rendah seperti sedan harus ekstra hati-hati. Dan harus zig-zag menghindari lubang. Saya beruntung menaiki mobil besar, bis kota Damri, sehingga tidak terlalu parah merasakan rusaknya jalan tersebut. Saat saya tanyakan pada sopir, jalan itu rusak barusan saja. Yakni saat musim hujan dimulai. Sebelumnya tentu mulus. Saa...

Bandung Kini (4): Menjamurnya Wisata Kuliner di Bandung

Gambar
Batagor yang dijual pedagang kaki lima dekat Pasar Baru Bandung. Lumayan enak rasanya. Harganya tentu saja bersahabat bagi kantong. Hehehe, (dok. pribadi) Tapi, sebagai arek Suroboyo, saya merasa harga makanan di Bandung terasa mahal bila dibandingkan di Surabaya. Bahkan dibandingkan dengan restoran dengan kelas yang sama. Mungkin makan di rumah makan seperti ini tidak sekedar makan, tapi juga bersantai. Atau menikmati liburan. Oleh: Mochamad Yusuf * Yang terkesan saat liburan akhir tahun 2013 kemarin di Bandung adalah begitu banyaknya tempat makan di sana. Luar biasa. Rasanya semua restoran yang beroperasi di Indonesia, membuka cabang di sana. Dan saya lihat semua restoran tersebut penuh. Ini terlihat di parkirannya yang penuh dengan mobil. Kebanyakan restoran tersebut berada di lokasi kota Bandung 'lama'. Ini istilah saya di tempat yang sudah ada sejak jaman dulu. Mungkin sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Cirinya lokasinya di dekat pusat kota, samping jalannya ada tr...

Bandung Kini (3): Tak Mungkin Lagi Berkeliling Naik Sepeda

Gambar
Zelda dan bundanya makan Batagor di dekat Pasar Baru Bandung Tapi berbeda dengan liburan akhir tahun 2013 lalu saat saya ke Bandung. Karena berangkat bareng keluarga, saya tidak mau berpetualangan sendiri. Alias jalan-jalan sendiri. Maka saya, istri dan Zelda (anak saya yang terakhir) naik sepeda motor. Tujuan utamanya adalah ke pasar Baru. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada 1999 saya ke Bandung. Saya tinggal di sebuah perumahan. Tepatnya di jalan Batik Pekalongan. Ini adalah rumah yang dikontrak alumni SMAN 5 Surabaya yang kuliah di ITB. Saya minta ijin tinggal di sini pada salah satu penghuninya yang merupakan teman akrab. Saya memang harus ke Bandung, tapi tidak ada kerabat yang tinggal di Bandung. Maka menginap di rumah kontrakan teman-teman ITB adalah solusinya. Jelas saya tidak berpikir untuk tinggal di hotel. Tidak mampu meski kelas melati sekalipun. Hehehe. Tujuan saya ke Bandung itu adalah melepaskan dahaga saya tentang kerinduan berkuliah di ITB. Sejak kecil saya bercita-cita kulia...

Saya Tidak Tahu Ini Berkah Atau Tidak

Gambar
Motor Mio seperti punya saya (saya cari-cari foto Mio saya belum ketemu, hehehe) Sambil mulai memacu gas meninggalkan pos polisi, saya tidak tahu apakah ini berkah atau tidak. Sehingga saya tidak tahu harus mengucap apa, Alhamdulilah atau Innalillahi. Oleh: Mochamad Yusuf* Tadi saya berangkat ke kantor (untuk nglembur) kena 'cegat' polisi. Saya tidak tahu ini 'cegatan' resmi apa tidak. Saya hitung tadi ada 3 polisi: 1 polisi di pos dan 2 sisanya di jalan. Karena barusan keluar dari POM bensin (hanya sekitar 800 meter), saya lupa menyalakan kembali lampu. Memang saya biasa menyarter motor dengan mematikan lampu dulu, supaya langsung greng. Ketika dari jarak jauh, seorang polisi sudah bersiap menyetop saya, saya cek saklar ternyata belum on. Dengan cepat saya nyalakan lampu. Tapi polisi tetap memberhentikan saya. Meski masih ada beberapa jarak (sekitar 10 meter) saya sudah menyalakan lampu, saya mengaku salah. Jadi saya tidak banyak beragumentasi lagi. Saya digiring mas...

Bandung Kini (2): Kereta Ekonomi Yang Favorit

Gambar
Rangkaian kereta ekonomi Pasundan Surabaya - Bandung PP yang kita naiki. (ref: dok. pribadi) Dulu kalau naik kereta ekonomi rasanya sumpek. Sangat menderita. Karena berdesak-desakan. Dulu sepertinya konsep manajemen kereta api adalah bila ada penumpang ingin naik ya dilayani meski tidak ada tempat duduk. Manajemen kereta api tidak peduli bagaimana penumpang ini nantinya di atas kereta. Oleh: Mochamad Yusuf * Liburan ke Bandung kemarin kita berangkat naik kereta Pasundan. Ini kereta ekonomi. Sebenarnya awalnya ada beberapa alternatif transportasi yang mau kita pakai. Seperti naik pesawat terbang. Tapi pengalaman saya dan istri naik pesawat terbang dari Surabaya ke Bandung atau sebaliknya, tarifnya mahal dan jadwalnya banyak tidak tepat. Dulu untuk 'mengakali' tarif lebih murah, kita pakai rute Surabaya - Jakarta, terus ke Bandung naik darat atau sebaliknya. Lalu alternatif berikutnya naik kereta eksekutif atau bisnis. Untuk itu, saya mencoba mencari informasi jadwal dan tarif k...

Enerlife [18]: Meditasi Untuk Sukses

Gambar
Saya di tepian telaga warna, Dieng. Di dekat telaga ini ada goa tempat presiden Soeharto bermeditasi. (dok. pribadi) Saya awalnya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya yang penting membahas masalah penting di sebuah tempat yang cukup terpencil seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah merasa capek. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu saya ke Dieng saya melihat di tembok pendopo, tempat saya makan siang, ada foto pak Harto duduk bersama dengan PM Australia waktu itu, Gough Whitlam. Mereka sedang mendiskusikan masalah Timor Timur (sekarang Timor Leste). Pertemuan ini terjadi tahun 1974. Jadi tampak di situ pak Harto masih muda, hehehe. Saya awalnya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya yang penting membahas masalah penting di sebuah tempat yang cukup terpencil seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah merasa capek. Jalannya berkelok naik turun. Terus masih berlanjut dengan bis kecil sekitar 1 jam mendaki gunung Dieng. Jalannya lebi...

Bandung Kini (1): Impian Tinggal di Kota Bandung

Gambar
(ref: dok. pribadi) Saya tidak terima dengan hasil ini. Saya belajar lebih keras lagi mempersiapkan UMPTN tahun depannya. Lalu berkunjung ke kerabat minta doa restu. Lebih rajin datang ke masjid untuk berdoa. Akhirnya datang kesempatan kedua. Tapi saya tetap gagal diterima di ITB. Oleh: Mochamad Yusuf * Akhir tahun kemarin saya beserta istri, Zidan dan Zelda (anak-anak saya) berlibur ke Bandung. Kita di sana selama seminggu. Satu hari di antaranya kita gunakan ke Jakarta. Sebenarnya saya dan istri sudah sering ke Bandung. Juga Jakarta. Namun kebanyakan dalam rangka dinas. Jadi waktunya hanya sebentar. Paling sehari dua hari. Itu pun datang ke lokasi dinas, selesai langsung pulang. Praktis tidak ke mana-mana. Paling hanya jalan-jalan seputar hotel atau tempat dinas. Jadi ini pertama kali bagi saya dan istri, sejak menikah, liburan di Bandung. Dan pertama kali bagi Zidan dan Zelda di Bandung. Termasuk pertama kali bagi Zelda di Jakarta. Sedangkan Zidan pernah sekali ke Jakarta. Tentu pe...

Jangan Beri Makan Keluarga Kita Dengan Korupsi [2]: Ibadah Sosial Yang Disepelekan

Gambar
(ref: naurafariha.blogspot.com) Ketika John mendekatinya, dia santai saja. Tidak merasa salah. Bahkan kemudian saat ada polisi yang menilangnya, dia ngotot tidak bersalah. Dia menyalahkan tukang parkirnya yang membolehkan parkir di situ. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman yang ambil S3 di Australia berkomentar di status Facebook saya. Katanya, para guru sekolah dasar di sana sangat mengkhawatirkan murid-muridnya bila tidak mau antri. Mereka tidak khawatir bila mereka tidak bisa matematika. Kata mereka pembentukan karakter yang mau antri dan tidak main 'selonong' sangat lama. Bisa 16 tahun. Sedangkan untuk dapat menguasai materi Matematika hanya diperlukan waktu 6 bulan. Cerita ini sebenarnya sudah saya ketahui sebelumnya. Bahkan dari berbagai sumber yang hampir sama terjadi di negara-negara di Amerika, Jerman dan lain-lain. Pendidikan dasar mereka lebih menitikberatkan pada moral, etika dan hubungan dengan sosial daripada nilai-nilai pelajaran sekolah. Akibatnya hasil pendi...

Ada Sesuatu Yang Akan Mengkhawatirkan Bagi Bangsa Ini

Gambar
(ref: sxc.hu) Berita ini luput dari media massa, meski di sebuah koran daerah Surabaya diangkat menadi headline. Sebelumnya saya tidak pernah mengetahui hal ini. Dan saya belum pernah membaca masalah ini dibahas solusinya. Dan setelah itu juga tidak ada kelanjutan beritanya. Oleh: Mochamad Yusuf* Sesuatu yang memprihatinkan. Sesuatu yang menyedihkan. Sekaligus mengkhawatirkan. Entah ini apakah ini 'Blessing in Disguise'. Beberapa waktu lalu, pemerintah Arab Saudi mempulangkan para TKI/TKW yang overstay. Yaitu mereka yang masa izinnya bekerja di sana habis. Bersamaan dengan itu dikirim pula ribuan balita (sekitar 5.000) orang ke Indonesia. Mereka tidak diketahui ayah ibunya. Mereka yatim piatu. Yang jelas mereka anaknya para TKI/TKW. Mereka bisa karena 3 hal. Pertama, ibunya TKW yang bersuami TK asing seperti Banglasdesh dan memilki anak yang entah sah/tidak. Secara hukum anak itu ikut kewarganegaraan Indonesia. Setelah lahir, anaknya diberikan ke pemerintah Arab Saudi karena ...

Couldn't We Work Hard?

Gambar
(ref: kompas.com) Working hard does not mean wrong. In fact we should be encouraged to work hard. The simplest example, God asks us wake up at night to pray. Imagine when people sleep well, we wake up and 'work'. Because it, I keep working hard once. Oleh: Mochamad Yusuf* Sekarang ini media internet Indonesia diramaikan dengan berita meninggalnya seorang karyawan. Dia seorang 'copywriter' di sebuah perusahaan periklanan. Kenapa ramai? Bukankah hal yang jamak kalau ada karyawan yang meninggal? Betul. Tapi yang jadi ramai dibicarakan, dia meninggal karena diduga kecapekan. Yakni setelah bekerja non-stop selama 3 hari. Yang menarik dia sempat men-tweet (menulis status di twitter.com), bahwa dia sudah bekerja selama 30 jam dan masih merasa kuat. Sebenarnya tidak masalah dengan bekerja keras. Saya sendiri waktu kerja di SCTV selalu baru pulang dari kantor di atas pk 21.00. Bahkan kerapkali baru pulang setelah pukul 00.00. Esok paginya, pk 08.30, saya sudah bekerja seperti ...