Postingan

FEATURES

Simpang Lima Gumul, the Real Paris of Java

Gambar
Monument of Simpang Lima Gumul, l’Arc de Triomphe de Java After his big victory in Austerlitz, Napoleon Bonaparte wanted to make a monument to honor his loyal army. He then asked the architect Jean Chalgrin to build a victory arch. After Chalgrin passed away, Jean-Nicolas Huyot finished his work. And later in modern day, L’Arc de Triomphe de Étoile has become a must-visited building in Paris. This monument stands at the Chaillot Hill right at the middle of the five-way intersection. About 16 kilometers away from the Arc de Triomphe, I met his “twin” in Indonesia. The building is also located at the five-way intersection, which lead us to Pare, Kediri (the city), Plosoklaten, Wates (Pesantren), and Menang. It’s called Simpang Lima Gumul , in Ngasem Subdistrict, just half an hour land trip from Kampung Inggris in Pare . Do you plan to hold a gig or event in Kediri area? Simpang Lima Gumul might be the right answer. Local government of Kediri alone used to organize some exhibitions of ar...

Kubah (16): Silaturahim Menyelamatkan Saya dari Drop Out Kuliah

Gambar
Zidan bersama kakek dan neneknya saat berkunjung ke rumah (ref: dok. pribadi) Keputusan ini bagaikan geledek di siang hari bolong. Meski saya tahu kondisi keluarga terakhir-terakhir, tapi tetap saja membuat saya kaget. Berita ini membuat saya seperti di ujung dunia. Gelap. Buntu. langit seakan runtuh. Oleh: Mochamad Yusuf* Suatu ketika saat saya menginjak di tahun pertama kuliah, orang tua memanggil saya. Mereka ingin berbicara dan membahas sebuah hal yang serius. Ini bisa saya rasakan, karena beberapa hari sebelumnya tampak mereka secara sembunyi-sembunyi membahas sesuatu yang serius. Lalu saya duduk bertiga dengan Bapak dan Ibu. Awalnya mereka berat memulai percakapan ini. Akhirnya saya tahu maksud perbincangan itu. Ayah dan Ibu sudah tidak sanggup membiayai kuliah saya. Jadi saya tidak akan dimarahi kalau saya tidak kuliah. Kalau tetap meneruskan kuliah, monggo saja. Tapi jangan berharap ada kucuran dana dari Bapak dan Ibu. Keputusan ini bagaikan geledek di siang hari bolong. Mesk...

Kubah (15): Silaturahim Menghindarkan Kunjungan Malaikat Maut

Gambar
Pulang kampung sekali setahun sudah jadi tradisi. Meski justru di waktu-waktu itu transportasi sulit. Sehingga asal keangkut sudah senang. Meski untuk itu nyawa taruhannya. (ref: dok.pribadi) Akhirnya habislah 40 hari itu. Dia lega karena orang terdekat dan dikenalnya sudah didatangi dan berkesempatan meminta maaf. Dia ikhlas dan bersiap menerima tamu malaikat Izrail. Dia bersiap menerima kematiannya. Oleh: Mochamad Yusuf* Saat lebaran lalu orang-orang berbondong-bondong melakukan perjalanan. Tidak peduli jauh, macet, capek bahkan kerapkali harus bertaruh nyawa, mereka ikhlas saja melakukannya. Tujuannya untuk melakukan silaturahim. Yakni bertemu dengan orang tua, kakek nenek, saudara, kerabat, teman, tetangga lama dan lainnya. Silaturahim ini bagi kebanyakan orang dikenal sebagai silaturahmi. Artinya hampir sama. Tapi secara arti kata per kata lebih baik menggunakan kata silaturahim. Memang tradisi ini cukup unik. Dan konon hanya dilakukan di negeri Indonesia. Lalu mengapa harus ber...

Pernik Ramadhan 2013 (16): Berharap Doa dari Orang Alim

Gambar
(ref: sxc.hu) "Aku merasa tidak pernah berdosa. Tapi saya pernah melakukan sesuatu yang tidak tahu apakah itu berdosa apa tidak. Kalau memang itu dianggap berdosa, aku akan meninggalkan tempat ini," kata si buta satu. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika daerah Israel dilanda kekeringan yang sangat. Sudah beberapa minggu bahkan beberapa bulan daerah ini tidak dilanda hujan. Persediaan makan semakin menipis, sedangkan pertanian gagal panen. Bila tidak ada hujan lagi, maka dipastikan akan ada bencana kelaparan. Akhirnya rakyat Israel menghadap nabi Musa. Mereka minta nabi Musa berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan. Nabi Musa bersedia, namun dia tidak mau hanya sendirian. Dia ingin seluruh rakyat Israel ikut juga berdoa. Mereka setuju. Pergilah mereka menuju sebuah bukit. Saat mulai mendaki, sepertinya nabi Musa teringat sesuatu. Dia berhenti. Lalu membalikkan badan menghadap rakyat Israel. Mulailah berseru, "Yang tidak pernah berdosa boleh mengikuti saya. Sedangkan yan...

Pernik Ramadhan 2013 (15): Jangan Gampang Menilai Niat Seseorang

Gambar
Melihat duel yang sengit ini banyak sahabat yang mengelilingi untuk mengawasi pertempuran ini. Akhirnya suatu ketika pedang si kafir terlempar keluar dan dia jatuh terduduk. Sekarang dia tidak bersenjata. Dia pasti dengan mudah dikalahkan. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika ada berita di TV tentang pembagian zakat yang diberikan oleh seorang kaya di sebuah daerah. Tampak yang ingin mendapat zakat harus antri dan berdesak-desakan. Sebagian ada yang tidak kuat sehingga pingsan. Banyak anak-anak terpisah dengan orang tuanya. Mereka menangis mencari Ibu atau Bapaknya. Ramai, semrawut dan membuat sengsara yang menerima zakat. Seorang teman yang melihat berita ini menyalahkan yang membagi zakat. "Ngapain sih dibagi-bagi langsung seperti itu? Kan enak diserahkan ke amil zakat atau lembaga ambil zakat yang sekarang banyak berdiri? Kalau begini kan kasihan yang menerima zakatnya," katanya dengan nada tinggi. "Kadang yang salah bukan pemberi zakat lho," kata saya. "Mere...

Pernik Ramadhan 2013 (14): Review Jujur Andromax C (2): Ponsel Bagus Dengan Harga Murah

Gambar
(ref: smartfren.com/ina/andromax-c) Alasan saya beli ponsel ini karena adanya fitur ini: dual mode. Ada CDMA, yakni hanya Smartfren dan GSM. Kalau tidak dual mode, saya tidak akan meliriknya. Karena pengalaman saya cakupan Smartfren tidak cukup luas. Kalau dibawa mudik, bisa-bisa hanya buat main game saja. Juga di rumah saya cakupan Smartfren hanya 2000 1x. Masih lemot. Oleh: Mochamad Yusuf * Setelah menggunakan beberapa hari, saya bisa sedikit menuliskan review. Ya, sedikit review karena harusnya lebih lama supaya lebih jujur mereviewnya. Hehehe. PERAWAKAN FISIK Warna yang ada hanya hitam. Saat saya tanyakan warna putih, CS Smartfren menjawab bahwa semua Andromax C warnanya putih. Impresi yang saya rasakan pertama melihat adalah keren. Meski tidak kelihatan mahal atau premium. Yang jelas tidak murahan. Bentuknya membulat dengan list chrom di tepi. Dan yang saya suka belakangnya kesat seperti karet. Jadi tidak licin kalau dipegang. Di atas ada port 3,5 inci speaker. Di sisi kanan, ka...

Pernik Ramadhan 2013 (13): Review Jujur Andromax C (1): Susahnya Mendapatkan Ponsel Ini

Gambar
(ref: smartfren.com/ina/andromax-c) Akhirnya hari Minggu kemarin, 28 Juli, saya berangkat ke Plaza Marina. Plaza Marina ini pusat penjualan kedua terbesar di Surabaya setelah WTC. Saya pilih plaza Marina karena dekat rumah. Akhirnya setelah sampai di sana, langsung memburu Andromax C ini. Dari stan ke stan, dari lantai ke lantai saya tanyakan. Namun tidak ada ponsel ini. Hanya 1 stan yang menjual. Tapi harganya Rp 750.000. Oleh: Mochamad Yusuf * Hehehe, judulnya bombastis. Betul, karena saya review ponsel saya sendiri. Biasanya reviewer yang ada di majalah/tabloid menggunakan ponsel pinjaman, sehingga hasilnya agak netral. Takut kalau mereview jujur berarti kadang harus negatif, takut tidak dipinjami ponsel lagi. Hehehe. Apalagi reviewer bukan menggunakan ponsel yang direview sebagai ponsel uatamanya. Saya yakin dia memiliki ponsel sendiri. Ponsel yang direview hanya dites saja. Padahal perlakuan tes bisa berbeda perlakukan sebenarnya. Maka review ini saya usahakan jujur. Wong ponsel ...

Pernik Ramadhan 2013 (12): Tidak Sabar Memburu Rezeki

Gambar
(ref: sxc.hu) Sayang sekali. Kalau memang ada masalah dengan pekerjaan, dia bisa bicara dengan kita. Mungkin kita bisa mencarikan solusi bersama. Kalau dia mau sabar sedikit, mungkin ada tambahan rezeki buat dia. Tapi bagaimana lagi. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika istri minta pendapat saya untuk menaikkan gaji orang yang membantu pekerjaan di rumah. Saya tanya kenapa? Istri menjawab karena pekerjaannya bagus. Ya, saya patut bertanya demikian karena masa kerjanya belum lama. Belum genap setahun. Persisnya sekitar 9-10 bulan. Saya iyakan usulan istri. Saya setuju pendapatnya karena memang pekerjaannya bagus. Rencananya kita katakan kenaikan gaji padanya secepatnya, karena kita tidak pernah ketemu. Jam kerjanya pada jam-jam tertentu di rumah. Dia datang saat semua sudah berangkat ke sekolah atau kantor, tepatnya sesaat sebelum kedatangan anak-anak dari sekolah. Dan pulang sebelum Maghrib. Jadi tidak pernah ketemu saban harinya. Namun hari itu saat kita tiba di rumah, rumah tampak ge...

Pernik Ramadhan 2013 (11): Rezeki Wajah Berseri

Gambar
(ref: sxc.hu) Yang pintar ini bisa dibilang cantik. Sedang yang pintarnya biasa, wajahnya juga biasa. Sebenarnya kalau dipikir-pikir, yang pintar ini pasti jadi keinginan semua wanita: cantik, putih, pintar dan perawakannya bagus. Apa lagi? Semua yang diingin, sudah dimiliki. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu waktu saya dan istri belanja keperluan rumah tangga. Karena ada sebuah pasar baru, kita sekalian mencoba pasar baru itu. Bagaimana sih dalamnya, kok diklaim sebagai pasar tradional yang modern. Bingung juga saya dengan istilah ini: tradisional yang modern itu. Eh, ternyata ya seperti pasar tradisional. Ada bidak-bidak yang menjual berbagai kebutuhan seperti sayur, daging, telur, ikan dan lain-lain termasuk baju. Namun pasarnya bersih. Lantainya keramik dengan langit-langit yang tinggi. Tampak di atas atap ada ventilator seperti kubah masjid yang terus berputar. Juga ada pemisahan lokasi berdasar kategori produk yang dijual. Misal: sayur di tempatkan di blok sendiri. Demikian juga ikan...

Pernik Ramadhan 2013 (10): Berani Mencoba Untuk Maju dan Sukses

Gambar
Monyet yang lain juga mencoba mengambil pisang. Dan lagi-lagi mereka diguyur air oleh periset. Akhirnya mereka kapok dan tak mau mencoba lagi mengambil pisang. Mereka pasrah, meski ada keinginan untuk naik tiang dan mengambil pisang. Oleh: Mochamad Yusuf* Saya suka membaca. Hampir semua genre bacaan saya suka. Koran, majalah, buku pengetahuan, novel, komik saya suka. Entah, saya tak tahu persisnya kapan suka membaca. Mungkin sebelum saya sekolah. Karena saya ingat saat masih balita, Ibu sering pinjam majalah Bobo dari tetangga. Dan saya selalu membacanya eh membuka-bukanya. Karena itu saya ingin anak-anak saya juga suka membaca. Meski tidak sesuka saya membaca, untunglah Zidan suka membaca. Makanya dia berkali-kali mendapat penghargaan sebagai peminjam buku terbanyak. Yang saya khawatirkan anak saya terakhir, Zelda. Agak susah memotivasi agar rajin membaca. Meski begitu, terakhir kali dia sempat seperti kakaknya. Meraih penghargaan peminjam buku terbanyak. Meski begitu, saya motivasi l...