Postingan

FEATURES

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (8): Memberi Nama Untuk Benda Mati

Gambar
Karin Black, sedan Toyota Corona Absolute 2.0 saya. (dok.pribadi) Mungkin benar riset sapi di Inggris itu. Suatu waktu saya sekeluarga melakukan perjalanan dari Kediri ke Malang lewat Batu. Jalannya berliku dan naik turun di lereng gunung. Kanan kiri hutan/jurang. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari Minggu kemarin saya menonton film 'Toy Story'. Kali ini seri ketiga. Sepertinya ini seri penutup dari sequel Toy Story. Tapi entahlah... kalau nanti pertimbangan komersial harus memunculkan kembali lanjutan dari film ini. Film dengan dukungan Steve Jobs saat nganggur dari Apple ini memang box office. Banyak penggemarnya dan selalu ditunggu kehadirannya. Film 'Toy Story' ini bercerita tentang kehidupan, eh apa ya yang tepat, para mainannya si Andy. Andy adalah seorang anak kecil berumur sekitar 7 tahunan. Ya, dia seorang manusia, eh tentu saja, yang memiliki banyak mainan. Di antaranya si Woody, mainan koboi yang ada tarikannya di punggungnya. Kalau ditarik akan keluar suara rekaman...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (7): Makanan Terlezat dalam Hidup

Gambar
Secara perlahan saya sendok demi sendok. Hmm, memang nikmat sop sirip ikan Hiu ini. Saya tahu meski makanan ini sungguh lezat, saya akan berpikir ribuan kali sebelum membelinya dengan uang sendiri. Oleh: Mochamad Yusuf * Makan untuk hidup atau hidup untuk makan? Hehehe. Yang jelas orang hidup perlu makanan. Sejak lahir, bahkan sejak masih di kandungan seorang manusia perlu makanan. Dia baru berhenti makan setelah mati. Tentu selama hidup berbagai jenis makanan telah dilahapnya. Makanan yang dimakan biasanya terkait dengan kebudayaan, tempat tinggal dan agamanya. Misal: orang Indonesia akan banyak makan nasi, sedang orang Papua akan banyak makan sagu. Orang Amerika akan banyak makan roti atau terkait dengan gandum dan sebagainya. Kebiasaan makanan ini mempengaruhi selera makanan. Meski begitu, bagaimanapun makanan juga bersifat universal. Yang terasa lezat bagi orang Jawa, bisa terasa lezat juga bagi orang Amsterdam. Maka berbahagialah orang yang memiliki kesempatan melakukan perjalana...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (6): Buku Yang Selalu Tak Bosan Dibaca dan Dibaca Lagi

Gambar
Buku saya bukan persis seperti ini, meski juga 2 jilid. Yang ini edisi revisi dengan cover baru. Dari sekian buku yang saya miliki, ada 1 buku yang saya suka. Entah sudah berapa kali saya membacanya. Kalau ada kesempatan selalu saya baca kembali, seperti di bulan Ramadhan ini. Tapi ini bukan Al Qur'an lho. Oleh: Mochamad Yusuf * Entah sejak kapan saya suka membaca. Tapi yang jelas saya baru bisa membaca di kelas 2 SD. Hehehe. Saya ingat sewaktu kelas 2 distrap karena tak bisa membaca. Strap ini adalah hukuman berdiri di depan kelas sampai dipersilahkan duduk kembali oleh guru. Saya malu dan hampir menangis dihukum seperti ini. Untuk menutupi malu ini sampai wajah saya tutupi dengan buku, seperti petugas upacara yang membacakan Pembukaan UUD 45. Sejak itu mungkin saya terpacu belajar membaca lebih keras. Saya sadar memang agak terbelakang dalam membaca. Apalagi saya pindahan dari sekolah yang tak dipacu belajar membaca. Saat masuk SD saya masuk ke sebuah sekolah dekat rumah lama ...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (5): Post Lebaran Syndrome

Gambar
Saat mudik. Tak menghiraukan keselamatan. Yang penting terangkut kembali ke desa. Nasib... Belum lebaran, bahkan puasa belum datang, saya sudah mengalami 'post lebaran syndrome'. Post lebaran syndrome? Penyakit apakah itu? Parahkah itu? Gawatkah itu? Apakah saya juga bisa tertular? Oleh: Mochamad Yusuf * Kalau ditanyakan ke pengidapnya sih... ya lumayan parah. Hehehe. 'Post lebaran syndrome' ini memang bukan penyakit. Tapi penderitanya bisa sama-sama menderitanya saat mengidapnya. Post lebaran syndrome ini sering dialami oleh keluarga dimana sang suami dan istri sama-sama bekerja. Meski kadang salah satu tak bekerja, entah hanya suami atau istri yang bekerja, keluarga ini juga bisa mengalami. Memang paling banyak keluarga yang suami dan istri bekerja. Karenanya mereka butuh pembantu rumah tangga untuk membantu pekerjaan di rumah, seperti membersihkan rumah, mencuci, seterika, memasak dan lainnya. Biasanya pembantu ini tinggal di rumah majikan. Jadi selalu 'always o...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (4): Menakar Derajat Seseorang

Gambar
Bagaimana sebenarnya kita mengukur derajat orang lain? Kalau mengacu pada kitab suci, maka cara mengukurnya cukup mudah. Yakni dengan melihat kadar ketakwaannya. Tapi kita kan bukan Tuhan? Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam perjalanan dinas ke Lombok, saya mendapat sebuah pelajaran. Dalam perjalanan di ketinggian sekitar 800 meter di atas pulau Bali, saya melihat sebuah peristiwa unik. Saat itu saya dari Surabaya menuju Mataram. Waktunya seperti sekarang ini, beberapa waktu sebelum lebaran. Tapi saya lupa apakah sudah masuk bulan puasa atau tidak. Sepertinya belum. Jadi mungkin sebulan lebih sebelum lebaran. Waktu menunggu sebelum boarding belum ada sebuah 'masalah'. Masalah muncul setelah masuk pesawat. Ternyata sebagian besar penumpang adalah TKI. Mereka terlihat dari perawakan yang sepertinya bukan orang kaya. Kebanyakan hanya memakai pakaian asal. Seperti kaos lusuh, atau kalau memakai kemeja tak menggunakan kaos dalam. Entah bagaimana perjalanan mereka sebelum sampai Surabaya. A...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (3): Ukuran Lain Kesuksesan

Gambar
Anehnya dia malah menolak tangan saya. Dia berkata, ”Bukan. Saya bukan orang sukses. Kalau misalkan saya dianggap sukses, maka ucapkan sukses itu pada orang tuaku.” Saya tertegun dengan kriterianya ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Banyak orang berharap ingin sukses. Orang tua berdoa agar anaknya sukses. Para guru mendoakan murid-muridnya juga sukses. Karenanya buku-buku tentang sukses laris. Seminar-seminar tentang sukses selalu ramai. Tetapi sebenarnya apa sukses itu? Kalau ditanya pada sebagian besar orang, maka jawaban tentang sukses hampir seragam. Sukses itu kaya. Sehingga bisa memiliki rumah besar dan bagus di perumahan elit. Atau memiliki mobil baru dan bagus. Gadget yang dibawa, ponsel atau tablet, bermerk dan berharga mahal. Di hari libur bisa jalan-jalan ke mall sambil makan di restoran siap saji. Atau bila liburannya panjang, berlibur ke tempat wisata seperti Bali. Bahkan bisa juga ke luar negeri. Jawaban lain sukses itu memiliki kedudukan dan kekuasaan. Bila dia pegawai negeri m...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (2): Perlukah Disekolahkan di Sekolah Islam Terpadu?

Gambar
Menunggu teman lain untuk shalat Dhuha jamaah Sekolah ini sering dinamakan sebagai Sekolah Islam Terpadu (SIT). Lalu apa sebenarnya keunggulan SIT? Kira-kira apa kelemahan bersekolah di SIT? Perlukah kita memasukkan anak kita ke sekolah ini? Oleh: Mochamad Yusuf * Beberapa kali saya menulis yang menyinggung sekolah anak saya. Beberapa menanggapi dengan mengirim email, message Facebook dan SMS menanyakan di mana tempat sekolah tersebut. Memang sepertinya menyenangkan bersekolah di tempat tersebut. Tapi yang lebih menyenangkan lagi adalah bagi orang tuanya . Karena sekolah itu perpaduan pelajaran umum dan agama. Sekolah ini sering dinamakan sebagai Sekolah Islam Terpadu (SIT). Jadi kalau itu sekolah dasar maka sering disingkat menjadi SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu). Biasanya jam sekolah lebih panjang. Sehingga kerap dinamakan sebagai 'full day school'. Karena masa belajarnya seharian maka melewati jam makan siang, sehingga sekolah biasanya juga menyediakan makan siang. Karena...

Resolusi Ramadhan 1433H/2012 M

Gambar
Sesuatu niatan yang mungkin terlalu tinggi. ‘Kelancipin’ kata orang Surabaya. Tapi saya pikir, daripada tidak ada niatan dan tidak melakukan apa-apa, lebih baik berniat dan berusaha mewujudkannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Ya, waktu sebenarnya berjalan sama saja seperti saat saya dulu masih TK, SD, SMP, SMA dan kuliah dulu. Tak berubah. Namun rasanya demikian cepat. Rasanya baru kemarin saya bersilaturahmi ke teman-teman lama saat lebaran, teman-teman SD dan SMP, tapi sekarang sudah Ramadhan dan nantinya lebaran lagi. Padahal kunjungan itu tak saya 'follow up' lagi. Padahal kita berjanji untuk bertemu lagi. Entah apa yang menyebabkan beratnya menyambung silaturahmi di luar lebaran. Mungkin karena terbatasnya waktu, atau kesungkanan melakukan kunjungan di luar lebaran. Takut dianggap memiliki agenda terselubung. Hehehe. Apapun itu, Ramadhan sekarang sudah tiba. Itu berarti Ramadhan yang kesekian kali dalam hidup saya. Karena itu, saya ingin m...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (1): Obrolan Yang Menggema

Gambar
Namun saya ingin obrolan itu lebih ada faedah atau manfaatnya. Dan supaya obrolan itu tak hilang ditelan waktu, saya ingin menuliskan obrolan itu. Sehingga obrolan itu bisa bergema menembus waktu. Oleh: Mochamad Yusuf * Sejak SD sampai kuliah, saya menempuhnya di sekolah negeri. Semuanya favorit. Artinya sekolah yang saya ikuti menjadi dambaan para siswa. Atau lebih tepatnya orang tua. Karena kadang yang lebih ingin menempuh di sekolah tersebut adalah orang tuanya. Hehehe. Namun hanya SD saja yang bukan favorit. Mungkin pilihan SD itu karena dekat dari rumah saja. Sekitar 100 meter. Begitu dekatnya bunyi bel sekolah sampai terdengar dari rumah. Enaknya kalau istirahat selalu pulang ke rumah untuk makan dan minum gratis. Jadi tak pernah bawa uang saku. Ya, karena tak favorit maka kondisi sekolahnya tak bagus. Dinding sekolah hanya papan yang ditumpuk-tumpuk. Karena ada ukuran yang tak pas, jadi ada beberapa lubang yang tak tertutupi papan. Lubang ini biasanya digunakan mengintip siswa k...

Pertimbangan Membeli Ponsel Atau Tablet PC

Gambar
Kalau punya uang berlebih, rasanya ingin selalu mengikuti nafsu memiliki gadget terbaru. Tapi kalau dana terbatas perlu banyak pertimbangan. Apakah yang harus diperhatikan saat membeli ponsel/tablet? Oleh: Mochamad Yusuf * Begitu banyak promo tentang gadget khususnya ponsel dan tablet yang bersliweran. Iklannya begitu menggoda. Hampir tiap hari kita bisa melihat iklan-iklan seperti ini di media massa. Godaan begitu kuat, terlebih kalau ada iming-iming discount, cicilan 0%, dapat menggunakan kredit bahkan bonus. Godaan lain adalah menjadi pemilik awal sebuah gadget. Maka antri subuh-subuh, kalau perlu memasang tenda dan tidur di depan toko akan dilakukan. Hehehe. Sepertinya kalau punya uang berlebih, rasanya ingin selalu mengikuti nafsu memiliki gadget terbaru. (Saya pernah bertemu seseorang yang memiliki hobi (hobi?) gonta-ganti gadget. Kalau ditanya, katanya ingin selalu mencoba yang baru. Tiap bulan, maksimal 3 bulan, gadgetnya akan ganti. Wiih!). Namun kalau dana terbatas, maka perl...