Postingan

FEATURES

Rahasia Rejeki (61): Rejeki Lupa

Gambar
Membaca berita itu seorang teman menyelutuk, “Wah kalau Nunun ternyata tak jadi sakit lupa, maka Si Miranda tak dapat rejeki dong.” Saya terkejut dengan perkataan ini. Apa hubungan lupa dengan rejeki? Oleh: Mochamad Yusuf * Saat ini perhatian kita terarah pada tertangkapnya Nunun Nurbaeti. Seorang yang disangka melakukan penyuapan terhadap anggota-anggota DPR saat pemilihan deputi Gubernur BI (Bank Indonesia). Dia melarikan diri ke luar negeri saat dinyatakan KPK sebagai tersangka penyuapan. Menariknya pada waktu penyidikan, Nunun sering menjawab dengan lupa saat ditanyai tentang berbagai hal tentang penyuapan itu. Dan sakit lupanya itu dinyatakan dengan resmi oleh surat keterangan dokter. Tapi di internet ada beberapa foto yang disangkakan sebagai Nunun yang sedang berjalan-jalan di mall. Bagaimana mungkin, orang yang dikategorikan sebagai orang yang menderita berat sakit lupa dengan tenangnya berjalan-jalan di mall sendiri di negeri asing. Foto-foto ini meski belum dapat dikonfirmasi...

Rahasia Rejeki (60): Rejeki Kemalangan

Gambar
Siapa bilang kemalangan adalah bukan rejeki? Kemalangan bukan rejeki karena kita tak tahu masa depan. Berikut adalah cerita kemalangan yang mirip dengan ambruknya jembatan Kukar beberapa waktu lalu. Oleh: Mochamad Yusuf * Beberapa waktu lalu ada 2 peristiwa tragis. Pertama terjadi di Kutai Kartanegara. Jembatan gantung yang menghubungkan 2 bagian kota itu, tiba-tiba ambruk bersama dengan penyeberang di atasnya. Padahal saat itu banyak kendaraan yang menggunakan jembatan, maklum jam pulang kantor. Akibatnya belasan orang tewas dan beberapa orang lainnya hilang. Lalu di Tuban beberapa bulan lalu, ada truk nyelonong dan menabrak acara hajatan. Saat itu ada acara perkawinan dan menyuguhkan acara dangdutan, karenanya menyedot banyak pengunjung. Acaranya berlangsung di pinggir jalan nasional, jalur pantura penghubung Jakarta – Surabaya. Sehingga banyak kendaraan berat yang lewat; trailer, dump truck, bis antar kota dan lainnya. Terlebih di malam hari saat acara itu berlangsung. Lokasi hajata...

Rahasia Rejeki (59): Rejeki Alpa

Gambar
Tentu saja ibunya marah pada sang anak, karena uang sisanya cukup banyak. Tapi yang diberikan sedikit. Selisihnya ada Rp 90.000,00. Jumlah yang sangat besar. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam kunjungan ke rumah seorang teman ada sebuah peristiwa kecil yang biasa kita temukan. Remeh. Namun sangat berkesan di hati saya. Sebuah peristiwa yang setelah saya renungkan adalah sebuah rahasia rejeki lain. Waktu itu karena ada keperluan penting dan mendadak, saya paksakan berkunjung ke rumah seorang teman di pagi hari. Pagi-pagi sekali seusai shalat Subuh, saya berangkat ke rumahnya. Ya, saya paksakan pagi karena keperluannya untuk siang nanti. Dan pagi sekali, karena kita semua belum berangkat kantor. Setiba di sana, kita langsung membicarakan keperluan itu. Karena malamnya saya sudah mengontaknya, maka urusan ini sebenarnya singkat saja. Karena dia sudah menyiapkannya. Setelah selesai dengan urusan itu, kita berbicang ringan-ringan sebelum saya pamit pulang. Karena kalau tidak, saya bisa terlambat ...

Mana Yang Lebih Bagus: Flickr atau Picasa?

Gambar
Sejak itu saya berpikir bagaimana menyimpan foto-foto yang kita buat. Selama ini disimpan di komputer. Kalau dibackup ke CD atau DVD, saya juga takut tak bisa menyimpan lama. CD/DVD ini gampang rusak. Saya pernah menyesal saat lebaran beberapa tahun lalu. Menyesal karena kehilangan foto-foto yang bagus dan bersejarah. Memang bukan kehilangan seperti istilah umumnya. Yaitu ketinggalan, keselip, jatuh, dicuri atau dipinjam tanpa dikembalikan oleh seseorang. Bukan, karena barang fisiknya tak ada. Kehilangan karena tanpa sengaja saya hapus. Ya, memang fotonya masih dalam bentuk file. Karena foto itu hasil dari kamera digital. Dan konyolnya saya juga tak sengaja mengosongkan recycle bin. Jadinya ketika baru sadar hilang, filenya sudah tidak dapat ditemukan dimana-mana. Termasuk dalam memori di kamera. Karena setelah menngunduh dari kamera ke komputer, kartu memori saya kosongkan juga. Benar-benar hilang. Sedihnya itu foto lebaran keluarga terbagus yang kita miliki. Itu foto-foto seusai shal...

Rahasia Rejeki (58): Rejeki Yang Terpaksa

Gambar
Sambil gondok, saya berjalan mendekati mobil yang menunggu untuk menuju ke restoran yang dipilih Bapak. Waktu itu saya merasa jengkel karena tahu restoran yang lebih terkenal adalah yang saya tuju. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu kejadian ini saya anggap lucu dan aneh, tapi sekarang saya sadar itu bukanlah peristiwa biasa. Sebuah peristiwa besar yang bermakna dalam kalau kita bisa mengambil hikmahnya. Kejadian ini terjadi sudah puluhan tahun lalu, tepatnya saya masih duduk di bangku SD. Suatu saat sekitar lebaran, ada kerabat jauh yang datang ke rumah. Mereka membawa mobil yang sudah menempuh jarak ratusan kilometer. Di dalam mobil penumpangnya penuh. Masing-masing berpasangan ditambah anak masing2. Berdesak-desakan di dalam. Dalam keadaan seperti itu mereka menempuh perjalanan sekitar 6 jam. Karena kedatangannya mendadak, tentu saja kita tak siap. Maka ibu berinistiatif mengajak makan di luar saja. Saya mengusulkan sebuah restoran. Restoran itu cukup besar dengan masakan yang enak dengan ...

Rahasia Rejeki (57): Rejeki Sering Menang Undian

Gambar
Ada seorang teman yang bercerita bibinya sering beruntung mendapat hadiah undian. Tak hanya barang elektronik seperti TV, kulkas tapi pernah juga dapat mobil. Saya penasaran rahasianya. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu kuliah saya pernah mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Darma Wanita Fakultas. Temanya saya lupa, kemungkinan pemberdayaan ekonomi rakyat. Tapi jelas yang saya ingat adalah hadiah undiannya (doorprize) banyak sekali. Tak hanya belasan, tapi ratusan buah. Padahal pesertanya tak sebanyak hadiah itu. Bahkan ketika penarikan undian, pesertanya berkurang banyak. Entah karena panitianya tahu bahwa tema atau pembicaranya yang tak menarik, sehingga menyediakan banyak hadiah supaya peserta seminar tak meninggalkan bangku. Tapi tetap saja masih banyak yang beranjak keluar ruangan. Saya bersabar menunggu selesainya seminar, karena berharap dapat hadiah undian. Yang menarik bisanya hadiah dibagikan yang bernilai kecil, tapi seminar ini diberikan yang dulu yang bernilai besar. Mun...

Rahasia Rejeki (56): Rejeki Kekurangan dan Berlebih

Gambar
Rasanya aneh, ya kalau kita mendengar seseorang sudah merasa cukup dengan rejeki yang dia peroleh. Padahal kesempatan untuk mendapat lebih ada di depan mata. Kenapa tak diusahakan? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu saat seorang turis Amerika, seorang kapitalis sejati, berwisata ke suatu pantai di Indonesia. Pantainya sungguh indah dengan pasir putih dan nyiur yang melambai-lambai tertiup angin. Tiba-tiba pandangannya tertumbuk pada seseorang yang tertidur di bawah rindangnya pohon. Di sampingnya ada alat pancing. Geram melihat sesuatu yang ‘merusak’ pandangan, dia membangunkan pemancing itu. “Bangun, bangun.” Katanya. Sang pemancing bangun dengan malas-malasan. Memang suasana begitu mendukung; pasir putih yang empuk, cuaca yang sejuk dan angin-angin sepoi, rasanya sayang dilewatkan untuk tidur. “Ada apa?” tanya pemancing. “Daripada kamu tidur begini, lebih baik memancing.” “Kenapa memancing? Saya sudah memancing tadi pagi.” Kamu bisa memancing lagi untuk mendapatkan ikan lebih banyak. Denga...

Rahasia Rejeki (55): Rejeki Buah dan Tanaman

Gambar
Tapi ada suatu petak sawah yang musim tanamnya terus menerus. Tak terpengaruh musim. Selalu menghijau. Saya pertama kali melihatnya heran. Dari mana air berasal? Bukankah tak ada sungai irigasi? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi di hari minggu istri mengeluh pohon mangga di depan rumah. “Yah, kok mangga kita tak berbuah-buah ya. Padahal seluruh kampung sudah berbuah,” katanya. Lalu dia menyebut nama-nama tetangga yang mangganya sudah berbuah. Saya diam. Ya, saya juga bertanya-tanya kenapa mangga saya tak berbuah. Padahal tanahnya sama. Tanah urukan dari gunung yang sama. Jenis mangganya sama. Bahkan mungkin dari bibit yang sama. Karena mangga ini ditanam oleh developer saat pembangunan awal dulu. Jadi setiap rumah di depannya pasti ada mangganya. Secara umur juga seharusnya sudah berbuah. Karena kalau dihitung, berarti usia mangga saya sudah 10 tahun. Mangga berumur 4-5 tahun sudah berbuah. “Ya bukan rejeki kita, ma,” jawab saya. Meski terasa asal menjawab, saya pikir ini ada benarnya....

Rahasia Rejeki (54): Mathius Effect

Gambar
Mathius Effect adalah efek berantai yang semakin lama semakin besar. Bila dia kaya semakin kaya. Bila dia miskin maka makin miskin. Kata Rhoma Irama, "Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin." Oleh: Mochamad Yusuf * "Sudah miskin, terus mengalami kesusahan," begitu kata seorang kerabat. Saat itu kita membicarakan seorang anak tetangga yg salah satu matanya tak bisa melihat. Anaknya cantik, tapi melihat kondisinya seperti itu iba juga. Pernyataan itu keluar, ketika saya tanyakan apakah sudah dibawa ke dokter untuk disembuhkan. "Ibunya jadi TKI. Sudah lama tak tahu kabarnya. Bapaknya jadi kernet. Sekali kerja bisa beberapa hari. Dia ikut neneknya yang hanya buruh petani. Setahu saya, tak pernah diperiksa secara intensif. Pernah sekali dibawa ke RS. Tapi biayanya yang tinggi, menyurutkan mereka untuk melangkah ke pemeriksaan lebih lanjut. Ya, selama ini dibawa ke mantri atau tukang pijat untuk diurut-urut," kata kerabat. Tiba-tiba dia berkata, "Ke...

Rahasia Rejeki (53): Ringan Tangan Ringan Rejeki

Gambar
Ternyata teman-teman sangat hormat dan berterima kasih karena dulu dia ringan tangan. Meski itu bukan tugasnya. Maka mereka mulai mengorder. Lalu dari mulut ke mulut, bisnisnya berkembang dan maju. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam sebuah seminar, seorang motivator mengatakan untuk berani mengatakan tidak bila ada permintaan bantuan seseorang. Dengan menolak seperti ini, tidak akan menjadi beban baginya. Sehingga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan untuk diri sendiri. Saya mendengar nasehat seperti ini, mengangguk dan setuju. Karena memang demikian. Karena kita harus melakukan pekerjaan yang bukan untuk kita, karena membantu orang lain, maka hal untuk kita sendiri tak dikerjakan. Sehingga kita rugi sendiri. Namun teman saya, katakanlah Budi, tidak setuju. Karena kalau kita gampang mengatakan tidak, maka itu menutup kesempatan kita untuk meraih rejeki lebih dalam. Saya yang heran dengan pendapat ini, diam saja. Tak berani menanyakan lebih dalam, karena seminar masih berlangsung. Setelah s...