Postingan

FEATURES

Rahasia Rejeki (57): Rejeki Sering Menang Undian

Gambar
Ada seorang teman yang bercerita bibinya sering beruntung mendapat hadiah undian. Tak hanya barang elektronik seperti TV, kulkas tapi pernah juga dapat mobil. Saya penasaran rahasianya. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu kuliah saya pernah mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Darma Wanita Fakultas. Temanya saya lupa, kemungkinan pemberdayaan ekonomi rakyat. Tapi jelas yang saya ingat adalah hadiah undiannya (doorprize) banyak sekali. Tak hanya belasan, tapi ratusan buah. Padahal pesertanya tak sebanyak hadiah itu. Bahkan ketika penarikan undian, pesertanya berkurang banyak. Entah karena panitianya tahu bahwa tema atau pembicaranya yang tak menarik, sehingga menyediakan banyak hadiah supaya peserta seminar tak meninggalkan bangku. Tapi tetap saja masih banyak yang beranjak keluar ruangan. Saya bersabar menunggu selesainya seminar, karena berharap dapat hadiah undian. Yang menarik bisanya hadiah dibagikan yang bernilai kecil, tapi seminar ini diberikan yang dulu yang bernilai besar. Mun...

Rahasia Rejeki (56): Rejeki Kekurangan dan Berlebih

Gambar
Rasanya aneh, ya kalau kita mendengar seseorang sudah merasa cukup dengan rejeki yang dia peroleh. Padahal kesempatan untuk mendapat lebih ada di depan mata. Kenapa tak diusahakan? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu saat seorang turis Amerika, seorang kapitalis sejati, berwisata ke suatu pantai di Indonesia. Pantainya sungguh indah dengan pasir putih dan nyiur yang melambai-lambai tertiup angin. Tiba-tiba pandangannya tertumbuk pada seseorang yang tertidur di bawah rindangnya pohon. Di sampingnya ada alat pancing. Geram melihat sesuatu yang ‘merusak’ pandangan, dia membangunkan pemancing itu. “Bangun, bangun.” Katanya. Sang pemancing bangun dengan malas-malasan. Memang suasana begitu mendukung; pasir putih yang empuk, cuaca yang sejuk dan angin-angin sepoi, rasanya sayang dilewatkan untuk tidur. “Ada apa?” tanya pemancing. “Daripada kamu tidur begini, lebih baik memancing.” “Kenapa memancing? Saya sudah memancing tadi pagi.” Kamu bisa memancing lagi untuk mendapatkan ikan lebih banyak. Denga...

Rahasia Rejeki (55): Rejeki Buah dan Tanaman

Gambar
Tapi ada suatu petak sawah yang musim tanamnya terus menerus. Tak terpengaruh musim. Selalu menghijau. Saya pertama kali melihatnya heran. Dari mana air berasal? Bukankah tak ada sungai irigasi? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi di hari minggu istri mengeluh pohon mangga di depan rumah. “Yah, kok mangga kita tak berbuah-buah ya. Padahal seluruh kampung sudah berbuah,” katanya. Lalu dia menyebut nama-nama tetangga yang mangganya sudah berbuah. Saya diam. Ya, saya juga bertanya-tanya kenapa mangga saya tak berbuah. Padahal tanahnya sama. Tanah urukan dari gunung yang sama. Jenis mangganya sama. Bahkan mungkin dari bibit yang sama. Karena mangga ini ditanam oleh developer saat pembangunan awal dulu. Jadi setiap rumah di depannya pasti ada mangganya. Secara umur juga seharusnya sudah berbuah. Karena kalau dihitung, berarti usia mangga saya sudah 10 tahun. Mangga berumur 4-5 tahun sudah berbuah. “Ya bukan rejeki kita, ma,” jawab saya. Meski terasa asal menjawab, saya pikir ini ada benarnya....

Rahasia Rejeki (54): Mathius Effect

Gambar
Mathius Effect adalah efek berantai yang semakin lama semakin besar. Bila dia kaya semakin kaya. Bila dia miskin maka makin miskin. Kata Rhoma Irama, "Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin." Oleh: Mochamad Yusuf * "Sudah miskin, terus mengalami kesusahan," begitu kata seorang kerabat. Saat itu kita membicarakan seorang anak tetangga yg salah satu matanya tak bisa melihat. Anaknya cantik, tapi melihat kondisinya seperti itu iba juga. Pernyataan itu keluar, ketika saya tanyakan apakah sudah dibawa ke dokter untuk disembuhkan. "Ibunya jadi TKI. Sudah lama tak tahu kabarnya. Bapaknya jadi kernet. Sekali kerja bisa beberapa hari. Dia ikut neneknya yang hanya buruh petani. Setahu saya, tak pernah diperiksa secara intensif. Pernah sekali dibawa ke RS. Tapi biayanya yang tinggi, menyurutkan mereka untuk melangkah ke pemeriksaan lebih lanjut. Ya, selama ini dibawa ke mantri atau tukang pijat untuk diurut-urut," kata kerabat. Tiba-tiba dia berkata, "Ke...

Rahasia Rejeki (53): Ringan Tangan Ringan Rejeki

Gambar
Ternyata teman-teman sangat hormat dan berterima kasih karena dulu dia ringan tangan. Meski itu bukan tugasnya. Maka mereka mulai mengorder. Lalu dari mulut ke mulut, bisnisnya berkembang dan maju. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam sebuah seminar, seorang motivator mengatakan untuk berani mengatakan tidak bila ada permintaan bantuan seseorang. Dengan menolak seperti ini, tidak akan menjadi beban baginya. Sehingga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan untuk diri sendiri. Saya mendengar nasehat seperti ini, mengangguk dan setuju. Karena memang demikian. Karena kita harus melakukan pekerjaan yang bukan untuk kita, karena membantu orang lain, maka hal untuk kita sendiri tak dikerjakan. Sehingga kita rugi sendiri. Namun teman saya, katakanlah Budi, tidak setuju. Karena kalau kita gampang mengatakan tidak, maka itu menutup kesempatan kita untuk meraih rejeki lebih dalam. Saya yang heran dengan pendapat ini, diam saja. Tak berani menanyakan lebih dalam, karena seminar masih berlangsung. Setelah s...

Rahasia Rejeki (52): Rahasia Rejeki Sederhana Tapi Berat?

Gambar
(Masjid Muhajirin di Kompleks Balaikota Surabaya, ref rajaagam.files.wordpress.com) Dia tak tahu, apakah karena aktivitasnya di masjid itu sehingga bisa seperti ini? Tapi yang jelas, ada perbedaan antara sewaktu di rumah sebelumnya dengan sekarang. Rejekinya sekarang lebih deras. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman pernah bercerita sesuatu yang menarik. Saya sendiri menganggapnya sebagai bahan ngobrol saja. Namun setelah saya riset dan mulai menulis serial rahasia rejeki, cerita ini bukan sekedar bahan obrolan. Tapi rahasia rejeki lain yang sering diabaikan. Sesuatu yang sederhana, tapi entah mengapa kita tak melakukannya. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari hal itu. Kali ini kita hanya fokus pada hal yang berkaitan dengan rejeki. Rumah teman saya dekat sekali dengan Musholla. Jaraknya hanya 3 rumah. Ya, sekitar 15 meteran. Memang bukan masjid yang besar, karena hanyalah di kampung. Karena dekat dengan musholla, tentu saja kehidupannya banyak terkait dengan musholla ...

Rahasia Rejeki (51): Rejeki Naik Haji Plus

Gambar
Dalam hati, dia sangat bersyukur dengan keadaan ini. Dan dia sadar ternyata dengan berhaji malah dia mendapat rejeki. Bahkan mendapat jalan hidup yang dia sukai dan berwujud sukses. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika seorang teman merasa ‘menthok’ karirnya. Meski belum menjadi manager, dia merasa sudah sudah di puncak karir. Karena yang belum diraih hanyalah jabatan manager. Namun untuk menjadi manager tidaklah mudah, karena tak hanya memiliki kemampuan managerial namun juga jaringan politis. Namun untuk mengundurkan diri, dia merasa ragu. Karena pengetahuan dan kemampuan hanyalah itu. Apakah dia mampu mencari pekerjaan yang sama di perusahaan lain? Pasti posisi yang diincar adalah posisi yang tinggi, kalau tidak sama saja. Apalagi dia merasa umurnya sudah di atas 40 tahun. Usia yang rawan, kecuali untuk posisi-posisi tertentu. Biasanya jabatan-jabatan top. Semakin hari semakin malas saja dia berangkat ke kantor. Dia tahu, dia sudah tak menemukan ‘passion’ lagi di kantor itu. Tak ada ...

Rahasia Rejeki (50): Banyak Menolong Banyak Rejeki

Gambar
Saat pertama kali terserang, saya merasa tanpa harapan. Saya takut masa depan saya gelap seperti penderita stroke. Anggota tubuh saya dari leher ke bawah tak bisa digerakkan. Lumpuh total. Oleh: Mochamad Yusuf * Sewaktu sakit GBS (Guillain-Barre Syndrome), saya dirawat oleh seorang dokter yang sungguh luar biasa. Tak hanya memiliki pengetahuan dan ketrampilan kedokteran yang hebat tapi sikapnya yang baik. Saya jarang menemukan dokter seperti ini. Saat pertama kali terserang, saya merasa tanpa harapan. Saya takut masa depan saya gelap seperti penderita stroke, karena memang mengalami penderitaan yang sama persis dengan stroke. Anggota tubuh saya dari leher ke bawah tak bisa digerakkan sedikitpun. Lumpuh total. Sudah tahu kondisi seperti ini, rumah sakit tak mengirim dokter secepat mungkin. Padahal sejak mengetahui gejala kelumpuhan, kita langsung secepatnya ke rumah sakit. Meski itu masih sekitar pukul 2 pagi. Sampai siang tak ada yang kunjungan dokter. Akhirnya keluarga memaksa datang ...

Rahasia Rejeki (49): Suksesnya Duet Pribumi dan Non Pribumi

Gambar
Saya jadi penasaran, ketika dia juga sebagai pimpinan sebuah perusahaan. Saya ragu apakah hal itu benar, karena perusahaan ini dikenal dimiliki seseorang dari etnis Tionghoa. Lalu mana yang benar? Oleh: Mochamad Yusuf * Di sebuah radio swasta ada seorang pendengar setia. Sering kali dia mengudara ikut interaktif. Pada waktu pagi, siang, sore bahkan malam, dia selalu ada. Pernah saya bangun tengah malam lalu tak bisa tidur, maka saya buat sekalian bekerja sambil mendengarkan radio, beliau ada juga. Yang menarik, dia adalah salah satu pimpinan sebuah perusahaan swasta terkenal. Tentu saja dia sudah cukup banyak sekali pekerjaannya, namun masih sempat meluangkan waktu. Tentu saja interaktifnya bukan sekedar memberikan salam atau request. Tapi ikut memberikan pendapat, saran atau pertanyaan bila ada permasalahan atau talkshow. Ketika mulai mengudara dia selalu membuka salam dengan suaranya yang khas, “Assalammualaikum.” Awalnya saya jadi tahu dia, karena dia sering ‘mengudara’. Namun saya ...

Rahasia Rejeki (48): Menderita Sakit: Rejeki Atau Musibah?

Gambar
Ketika menderita penyakit ini, saya down sekali. Saya tak tahu nanti bagaimana, kalau saya tak sembuh-sembuh. Saya merasa masa depan saya gelap. Apalagi ketika awalnya tak diketahui ini sakit apa. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya pernah menderita sakit GBS. GBS adalah Guillain-Barre Syndrome. Guillain dan Barre adalah orang yang meneliti pertama penyakit seperti ini. Mereka menemukan keanehan saat perang dunia I, saat beberapa prajurit tiba-tiba lumpuh. GBS adalah penyakit yang disebabkan autoimun yang tak bekerja secara normal. Tugas autoimun adalah membunuh kuman penyakit yang datang. Autoimun berada di sel darah putih. Namun entah karena apa, autoimun berubah perangai. Dia malah membunuh sel syaraf kita. Akibatnya tentu saja tubuh lumpuh. Kenapa? Gerakan tubuh sebenarnya terjadi karena 2 hal: otot dan perintah syaraf. Jadi kalau otot capek atau pegal, perintah syaraf untuk bergerak bisa saja sulit dilakukan. Demikian juga otot sehat dan kuat, tapi tak bisa menerima perintah bergerak mela...