Postingan

FEATURES

Rahasia Rejeki (52): Rahasia Rejeki Sederhana Tapi Berat?

Gambar
(Masjid Muhajirin di Kompleks Balaikota Surabaya, ref rajaagam.files.wordpress.com) Dia tak tahu, apakah karena aktivitasnya di masjid itu sehingga bisa seperti ini? Tapi yang jelas, ada perbedaan antara sewaktu di rumah sebelumnya dengan sekarang. Rejekinya sekarang lebih deras. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman pernah bercerita sesuatu yang menarik. Saya sendiri menganggapnya sebagai bahan ngobrol saja. Namun setelah saya riset dan mulai menulis serial rahasia rejeki, cerita ini bukan sekedar bahan obrolan. Tapi rahasia rejeki lain yang sering diabaikan. Sesuatu yang sederhana, tapi entah mengapa kita tak melakukannya. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari hal itu. Kali ini kita hanya fokus pada hal yang berkaitan dengan rejeki. Rumah teman saya dekat sekali dengan Musholla. Jaraknya hanya 3 rumah. Ya, sekitar 15 meteran. Memang bukan masjid yang besar, karena hanyalah di kampung. Karena dekat dengan musholla, tentu saja kehidupannya banyak terkait dengan musholla ...

Rahasia Rejeki (51): Rejeki Naik Haji Plus

Gambar
Dalam hati, dia sangat bersyukur dengan keadaan ini. Dan dia sadar ternyata dengan berhaji malah dia mendapat rejeki. Bahkan mendapat jalan hidup yang dia sukai dan berwujud sukses. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika seorang teman merasa ‘menthok’ karirnya. Meski belum menjadi manager, dia merasa sudah sudah di puncak karir. Karena yang belum diraih hanyalah jabatan manager. Namun untuk menjadi manager tidaklah mudah, karena tak hanya memiliki kemampuan managerial namun juga jaringan politis. Namun untuk mengundurkan diri, dia merasa ragu. Karena pengetahuan dan kemampuan hanyalah itu. Apakah dia mampu mencari pekerjaan yang sama di perusahaan lain? Pasti posisi yang diincar adalah posisi yang tinggi, kalau tidak sama saja. Apalagi dia merasa umurnya sudah di atas 40 tahun. Usia yang rawan, kecuali untuk posisi-posisi tertentu. Biasanya jabatan-jabatan top. Semakin hari semakin malas saja dia berangkat ke kantor. Dia tahu, dia sudah tak menemukan ‘passion’ lagi di kantor itu. Tak ada ...

Rahasia Rejeki (50): Banyak Menolong Banyak Rejeki

Gambar
Saat pertama kali terserang, saya merasa tanpa harapan. Saya takut masa depan saya gelap seperti penderita stroke. Anggota tubuh saya dari leher ke bawah tak bisa digerakkan. Lumpuh total. Oleh: Mochamad Yusuf * Sewaktu sakit GBS (Guillain-Barre Syndrome), saya dirawat oleh seorang dokter yang sungguh luar biasa. Tak hanya memiliki pengetahuan dan ketrampilan kedokteran yang hebat tapi sikapnya yang baik. Saya jarang menemukan dokter seperti ini. Saat pertama kali terserang, saya merasa tanpa harapan. Saya takut masa depan saya gelap seperti penderita stroke, karena memang mengalami penderitaan yang sama persis dengan stroke. Anggota tubuh saya dari leher ke bawah tak bisa digerakkan sedikitpun. Lumpuh total. Sudah tahu kondisi seperti ini, rumah sakit tak mengirim dokter secepat mungkin. Padahal sejak mengetahui gejala kelumpuhan, kita langsung secepatnya ke rumah sakit. Meski itu masih sekitar pukul 2 pagi. Sampai siang tak ada yang kunjungan dokter. Akhirnya keluarga memaksa datang ...

Rahasia Rejeki (49): Suksesnya Duet Pribumi dan Non Pribumi

Gambar
Saya jadi penasaran, ketika dia juga sebagai pimpinan sebuah perusahaan. Saya ragu apakah hal itu benar, karena perusahaan ini dikenal dimiliki seseorang dari etnis Tionghoa. Lalu mana yang benar? Oleh: Mochamad Yusuf * Di sebuah radio swasta ada seorang pendengar setia. Sering kali dia mengudara ikut interaktif. Pada waktu pagi, siang, sore bahkan malam, dia selalu ada. Pernah saya bangun tengah malam lalu tak bisa tidur, maka saya buat sekalian bekerja sambil mendengarkan radio, beliau ada juga. Yang menarik, dia adalah salah satu pimpinan sebuah perusahaan swasta terkenal. Tentu saja dia sudah cukup banyak sekali pekerjaannya, namun masih sempat meluangkan waktu. Tentu saja interaktifnya bukan sekedar memberikan salam atau request. Tapi ikut memberikan pendapat, saran atau pertanyaan bila ada permasalahan atau talkshow. Ketika mulai mengudara dia selalu membuka salam dengan suaranya yang khas, “Assalammualaikum.” Awalnya saya jadi tahu dia, karena dia sering ‘mengudara’. Namun saya ...

Rahasia Rejeki (48): Menderita Sakit: Rejeki Atau Musibah?

Gambar
Ketika menderita penyakit ini, saya down sekali. Saya tak tahu nanti bagaimana, kalau saya tak sembuh-sembuh. Saya merasa masa depan saya gelap. Apalagi ketika awalnya tak diketahui ini sakit apa. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya pernah menderita sakit GBS. GBS adalah Guillain-Barre Syndrome. Guillain dan Barre adalah orang yang meneliti pertama penyakit seperti ini. Mereka menemukan keanehan saat perang dunia I, saat beberapa prajurit tiba-tiba lumpuh. GBS adalah penyakit yang disebabkan autoimun yang tak bekerja secara normal. Tugas autoimun adalah membunuh kuman penyakit yang datang. Autoimun berada di sel darah putih. Namun entah karena apa, autoimun berubah perangai. Dia malah membunuh sel syaraf kita. Akibatnya tentu saja tubuh lumpuh. Kenapa? Gerakan tubuh sebenarnya terjadi karena 2 hal: otot dan perintah syaraf. Jadi kalau otot capek atau pegal, perintah syaraf untuk bergerak bisa saja sulit dilakukan. Demikian juga otot sehat dan kuat, tapi tak bisa menerima perintah bergerak mela...

Rahasia Rejeki (47): Antara William-Kate dan Ibas-Aliyah

Gambar
Maka yang kaya bertemu dengan kaya, maka melahirkan seorang kaya lagi. Demikian sebaliknya, meski beberapa kasus bisa berbeda. Tetapi ini sesuatu yang wajar, karena berada dalam lingkungan sama. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat ini dunia lagi memusatkan perhatian ke London. Yakni rencana pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton. Diramalkan perkawinan ini akan menjadi perkawinan abad ini. Ini akan mengulang peristiwa pernikahan ayah dan ibunya yang menjadi perkawinan untuk abad yang lalu. Kate Middleton bukanlah dari keturunan bangsawan. Mereka bertemu waktu kuliah. Di Indonesia, kita juga sedang ramai membicarakan perkawinan putra pemimpin negara ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Putra keduanya, Edhie Baskoro (Ibas), akan menikah dengan Aliya Rajasa. Dia adalah putri salah satu menteri koordinatornya, Hatta Radjasa, sekaligus ketua sebuah partai politik. Waktu membaca berita ini, seorang teman berseloroh bahwa mereka, pasangan baru ini, akan tetap kaya dan berkuasa. Jangan-jangan m...

Rahasia Rejeki (46): Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin?

Gambar
Bila mereka diadu, tentu saja ini seperti berlomba dengan start yang tak sama. Mereka yang kaya akan start beberapa jarak di depan yang miskin. Diadu apapun yang di depan ini kemungkinan besar menang. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu waktu ujian skripsi saya pernah memberikan kritik ke dosen penguji. Bahwa PTN (perguruan tinggi negeri) tidak adil dalam menyaring calon mahasiswanya. Lho kok bisa? Bukankah semua harus mengikuti ujian yang sama? Bahkan soalnya juga sama? Padahal PTN adalah salah satu jalan ampuh untuk sukses. Apalagi saat dulu dimana sarjana tak begitu banyak. Lulusannya begitu mudah mencari pekerjaan. Apalagi bagi lulusan PTN favorit seperti UI, ITB, UGM, Unair dan lain-lain. Mereka begitu mudah masuk jadi PNS, dan nanti kelak bisa menjadi pejabat. Atau masuk ke BUMN sehingga menjadi direktur. Atau menjadi dokter, sehingga mudah mendapatkan uang dari praktek di rumahnya. Padahal mereka juga kerja sebagai PNS atau RSUD/Puskesmas. Ironisnya biaya kuliahnya juga murah. Bahkan ta...

Rahasia Rejeki (45): Rejeki Kemampuan Belajar Otodidak

Gambar
Artinya saya disuruh belajar sendiri. Ha? Saya tertegun. Belajar sendiri untuk matematika atau ilmu lain tak masalah. Tak ada resikonya. Tapi kalau belajar mengemudi? Resikonya bisa kecelakaan. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya punya pengalaman unik. Pada umur 28 tahun akhirnya saya putuskan belajar mengemudi mobil. Posisi umur yang mungkin agak terlambat untuk belajar mengemudi. Ya, sebenarnya sejak dulu, khususnya sejak SMA, ingin belajar mengemudi. Apalagi sebenarnya Bapak memiliki mobil, meski mobil angkutan umum. Namun dilarang Ayah. Baru menyalakan mesin, bila ketahuan Ayah akan marah. Saya tak tahu alasan persisnya. Lalu kenapa pada umur 28 tahun itu saya putuskan belajar mengemudi? Karena saya sudah hidup mandiri. Sejak menikah saya putuskan tidak tinggal bersama keluarga lagi. Alasan lain saya sudah punya cukup waktu. Saat itu saya mengundurkan diri dari pekerjaan tapi belum dapat kantor baru. Lainnya, tapi ini yang penting, adik kebetulan memiliki mobil. Sehingga bisa digunakan bel...

Rahasia Rejeki (44): Hanya Bersalam Rejeki Lancar

Gambar
Setelah pintunya terbuka, sebelum melangkah masuk dia berucap salam, “Assalammualaikum.” Saya heran melihat dia melakukan ini, bukankah sudah jelas rumahnya kosong. Mengapa harus mengucap salam? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika saya berniat silaturahmi ke teman kuliah. Hal itu sudah saya utarakan pada teman tersebut sebelumnya. Rencananya setelah selesai kuliah, kita langsung menuju ke rumah teman tersebut. Ya, saya mempunyai keinginan untuk lebih menjalin silaturahmi dengan teman-teman. Yakni dengan cara diantaranya berkunjung ke rumah. Di sana bila sudah minum airnya, berarti sudah sampai ke sana. Setelah selesai kuliah, kita berangkat ke rumahnya. Karena tadi berangkatnya ke kampus bawa kendaraan masing-masing, maka perginya ke rumah teman beriring-iringan. Sesampai di sana, rumahnya terlihat gelap. Hanya lampu di jalan dan halaman depan saja yang menyala. Sepertinya tidak ada orang. Teman membuka sendiri pintu gerbang dan memasukkan mobilnya ke garasi. Saat teman melakukan hal i...

Rahasia Rejeki (43): Cepat Paham Cepat Sukses

Gambar
Tentu saja ini sebuah rejeki. Saya kenal teman yang memiliki anugerah seperti ini. Memahami sesuatu pengetahuan atau ilmu tak perlu waktu lama. Padahal yang lain bisa lebih lama 2-3 kali lipat. Oleh: Mochamad Yusuf * Tetangga saya bangga dengan prestasi anaknya. Sesuatu hal yang wajar bagi orang tua. Anaknya ranking I di kelasnya. Saya jadi penasaran, karena anak saya belajar di sekolah yang sama, meski beda kelas. Saya ingin tahu apa resepnya sehingga bisa berhasil. Siapa tahu bisa ditiru. “Ah, sama saja Pak dengan anak yang lain,” katanya merendah ketika saya tanya rahasianya. “Bahkan sebenarnya dia baru belajar, kalau kita suruh. Kalau nggak begitu dia tak mau belajar. Karena itu saya dan istri sering harus marah-marah dulu sebelum dia belajar.” Dalam hati saya berkata, ternyata sama dengan anak saya. Atau mungkin juga dengan anak-anak lain. Lalu kenapa dia bisa pintar begitu? Nilainya rata-rata bagus, hampir sempurna. Dan dia sering dikirim ke lomba-lomba mewakili sekolah. “Berapa ...