Saya bersyukur warung-warung yang dituju tutup. Kalau tidak, saya tidak menemukan warung itu. Saya tahu, hal itu bukanlah kebetulan. Pasti ada yang mengatur. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan tepat. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya ingin melanjutkan serial ‘Rahasia Rejeki’ nomor 22 tentang rahasia sebuah warung yang laris. Kalau di artikel itu, saya bercerita tentang sebuah keluarga menyesal yang kenapa datang ke sebuah warung yang tak tepat. Di artikel itu, sebenarnya sebuah keluarga ingin datang ke warung langganan, namun ternyata tutup. Bahkan ketika ingin ke warung langganan lain juga tutup. Akhirnya karena putus asa, mampir ke sebuah warung dan ternyata tak enak. Sehingga menyesal. Saya juga pernah punya pengalaman seperti ini. Hampir mirip. Namun hasilnya beda. Suatu ketika setelah lebaran beberapa tahun lalu. Waktu itu saya masih di sekolah menengah. Ada kerabat yang datang dari luar kota. Saudara desa dari ayah. Karena waktu itu ibu tidak ada di rumah, maka tidak ada masakan. Untuk...